Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Waspada, Ini Penyebab Baut Rel Kereta Api Bisa Kendur dan Picu Kecelakaan Maut

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 15 April 2025 | 22:56 WIB
Batu kerikil (ballast) di rel kereta api memiliki fungsi penting.
Batu kerikil (ballast) di rel kereta api memiliki fungsi penting.

RadarBanyuwangi.id - Baut rel merupakan salah satu komponen vital dalam sistem perkeretaapian. Fungsinya adalah untuk menjaga kestabilan dan posisi rel tetap kokoh di atas bantalan.

Namun, seiring waktu, baut rel dapat mengalami kelonggaran yang berisiko mengganggu keselamatan operasional kereta api. Berikut ini adalah beberapa faktor utama yang menyebabkan baut rel menjadi kendur.

Getaran dan Beban Dinamis Kereta Api

Perubahan Suhu Lingkungan

Rel baja memuai saat suhu meningkat dan menyusut saat suhu menurun. Siklus ini menciptakan tekanan berulang pada baut, yang jika tidak diimbangi dengan torsi pengencangan yang tepat, dapat menyebabkan kelonggaran.

Korosi dan Karat

Baut rel yang terus-menerus terpapar hujan, udara lembap, dan debu, rentan mengalami korosi. Karat yang menumpuk mengurangi daya cengkeram dan dapat membuat baut lebih mudah melonggar akibat getaran.

Keausan Material

Kesalahan Pemasangan

Pergerakan Tanah dan Struktur Jalur

Tanah yang bergeser atau bantalan yang rusak dapat menyebabkan rel dan bautnya bergerak, memicu kelonggaran baut meskipun awalnya telah terpasang dengan baik.

Kurangnya Pemeliharaan Berkala

Tanpa inspeksi dan pengencangan rutin, baut yang sudah mulai kendur tidak akan terdeteksi. Hal ini memperbesar risiko kecelakaan jika dibiarkan terus-menerus.

Perlu Pengawasan Ketat terhadap Kualitas dan Posisi Baut Rel

Baut rel yang kendur bukan sekadar masalah teknis kecil, tetapi potensi ancaman besar terhadap keselamatan perjalanan kereta api.

Oleh karena itu, penting bagi operator kereta api dan otoritas terkait untuk melakukan pemeliharaan berkala yang menyeluruh, termasuk pengencangan, penggantian komponen yang aus, dan penggunaan peralatan pengukur torsi yang presisi.

Melalui langkah-langkah preventif ini, keselamatan jalur dapat terjaga, dan masyarakat pengguna transportasi kereta api dapat bepergian dengan lebih tenang dan aman. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#faktor kerusakan rel #Keselamatan Kereta Api #baut rel kendur #transportasi rel aman #pemeliharaan rel