RadarBanyuwangi.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) akan mengevaluasi PT Industri Kereta Api (INKA) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait uji coba kereta Stainless Steel New Generation (SSNG) di lintasan Jember-Banyuwangi.
Insiden ini muncul setelah kereta dummy hampir tidak dapat melewati Terowongan Gumitir, yang usianya lebih dari seabad. Dummy sendiri adalah kereta tiruan yang digunakan untuk simulasi operasional.
Juru Bicara Kemenhub, Budi Rahardjo menyampaikan, pengujian ini merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi kendala teknis.
"Kereta yang diuji adalah dummy, sehingga hasil ini menjadi bahan evaluasi agar produk final sesuai standar keselamatan," jelasnya.
Dalam video yang viral, terlihat kereta bergerak perlahan di dalam terowongan dengan jarak yang sangat dekat antara badan kereta dan dinding.
Manajer Hukum dan Humas KAI KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menegaskan bahwa uji coba ini bertujuan memastikan kelayakan operasional kereta SSNG, mengingat dimensi kereta ini lebih besar dibandingkan kereta sebelumnya.
Cahyo menambahkan bahwa pada lintasan ini terdapat dua terowongan tua yang memerlukan perhatian khusus.
Meski kereta SSNG berhasil melintasi terowongan, jarak yang terlalu sempit memunculkan kekhawatiran.
Oleh karena itu, KAI bersama PT INKA dan Kemenhub akan mengkaji ulang rencana operasional SSNG di jalur ini.
Pada pengujian sebelumnya, dummy sempat lolos tanpa kendala, namun uji ulang dilakukan untuk memastikan keselamatan.
"Kami terus memprioritaskan keselamatan perjalanan kereta, sehingga evaluasi ini sangat penting sebelum kereta mulai dioperasikan secara resmi," pungkas Cahyo. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi