RadarBanyuwangi.id - Tahun 2024 menjadi tahun penuh pencapaian bagi KAI Commuter, khususnya di Wilayah 8 Surabaya.
Hingga akhir September, jumlah penumpang Commuter Line di wilayah ini mencatatkan lonjakan luar biasa, mencapai 10.745.446 orang.
Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 9 persen dibanding periode yang sama di tahun 2023, yang hanya mencapai 9.858.859 penumpang.
Dengan demikian, volume pengguna bertambah lebih dari 886 ribu orang dalam kurun waktu satu tahun.
Tidak hanya angka total penumpang yang meningkat, rata-rata harian pengguna Commuter Line di Surabaya juga melonjak.
Pada 2024, rata-rata harian pengguna mencapai 39.217 orang, lebih tinggi dari angka tahun lalu yang berada di kisaran 36.113 penumpang per hari.
Kenaikan ini dianggap sebagai sinyal positif dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi KAI Commuter.
Menurut Joni Martinus, VP Corporate Secretary KAI Commuter, peningkatan jumlah pengguna ini adalah sebuah pencapaian yang patut dibanggakan.
"Ini mencerminkan bahwa masyarakat semakin percaya dan nyaman menggunakan layanan Commuter Line sebagai pilihan transportasi massal," ujarnya.
Mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang yang terus meningkat, KAI Commuter telah menambah jumlah perjalanan di Wilayah 8 Surabaya.
Setiap harinya, sebanyak 60 perjalanan Commuter Line beroperasi, melayani berbagai rute seperti Commuter Line Dhoho (14 perjalanan), Commuter Line Penataran (8 perjalanan), Commuter Line Tumapel (2 perjalanan), Commuter Line Jenggala (6 perjalanan), Commuter Line Supas (8 perjalanan), Commuter Line Arjonegoro (10 perjalanan), Commuter Line Blorasura (4 perjalanan), dan Commuter Line Sindro (8 perjalanan).
Upaya ini bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan kemudahan bagi pengguna.
Stasiun Surabaya Gubeng menjadi pusat aktivitas terbesar dalam sistem Commuter Line ini.
Sebagai stasiun integrasi dengan kereta jarak jauh, Surabaya Gubeng mencatat 1.417.500 orang berangkat dari stasiun tersebut, dan 1.436.480 orang tiba di stasiun itu sepanjang 2024.
Tidak kalah penting, Stasiun Malang, yang terletak di kota wisata populer, juga mencatatkan angka yang signifikan dengan 785.740 penumpang berangkat dan 805.842 penumpang tiba.
Malang yang dikenal sebagai destinasi wisata favorit di Jawa Timur, menarik banyak wisatawan melalui Commuter Line, khususnya saat musim liburan.
Kawasan wisata populer seperti Batu Flower Garden, Alun-alun Malang, dan Malang Night Paradise menjadi magnet bagi para pelancong.
Keberagaman pengguna Commuter Line di Surabaya dan sekitarnya juga mencolok.
Tidak hanya wisatawan, Commuter Line juga menjadi andalan para pekerja, pelajar, mahasiswa, hingga pelaku ekonomi mikro.
Moda transportasi ini populer karena efisiensi waktu dan jarak tempuh yang terukur, menjadikannya pilihan utama bagi banyak kalangan.
KAI Commuter berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan di Wilayah 8 Surabaya, bekerjasama dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan lainnya.
“Kami akan terus berupaya untuk menghadirkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, dan berharap pengguna juga ikut menjaga kebersihan serta kenyamanan di stasiun,” kata Joni.
Dengan perkembangan positif ini, KAI Commuter yakin bahwa Commuter Line Surabaya akan terus menjadi moda transportasi andalan yang mendukung mobilitas masyarakat, sekaligus membantu mempromosikan keindahan wisata Indonesia. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi