Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Operasional KA Mutiara Timur Banyuwangi-Surabaya PP Disambut Baik Penumpang, Ada yang Minta Tujuan Malang Ditambah

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 27 Agustus 2024 | 16:12 WIB
Kereta Api Mutiara Timur melintas area pemukiman warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri.
Kereta Api Mutiara Timur melintas area pemukiman warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri.

RadarBanyuwangi.id - Awal September, Kereta Api (KA) Mutiara Timur akan kembali beroperasi dengan layanan kelas yang sama dengan tahun 1996-2018 yaitu eksekutif dan bisnis.

Beroperasinya kembali KA legendaris berusia 52 tahun ini mendapat sambutan hangat dari pelanggan, terutama dari wilayah Banyuwangi dan sekitarnya.

Manajer Hukum dan Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Cahyo Widiantoro dalam keterangan resminya, Senin (26/8) menyebutkan, KA Mutiara Timur mendapat sambutan baik dari masyarakat.

"Sehingga mulai 1 September 2024, KA Mutiara Timur akan beroperasi setiap hari," katanya.

Total, ada 380 tempat duduk yang disediakan dari empat kereta kelas eksekutif dan tiga kereta kelas bisnis pada rangkaian KA Mutiara Timur.

KA Mutiara Timur dijadwalkan berangkat dari Stasuin Ketapang Banyuwangi pukul 21.45 WIB serta tiba di tujuan akhir Stasiun Surabaya Pasar Turi pada pukul 04.21 WIB.

Sedangkan untuk arah sebaliknya, diberangkatkan dari Stasiun Surabaya Pasar Turi pukul 08.55 WIB dan tiba di Stasiun Ketapang pukul 15.45 WIB.

Tiket KA Mutiara Timur sudah dijual melalui aplikasi Access by KAI dengan harga promo yaitu Rp 150 ribu untuk kelas bisnis dan Rp 200 ribu untuk kelas eksekutif.

"Untuk harga tiket normal KA Mutiara Timur kelas bisnis mulai Rp 210 ribu dan kelas eksekutif sebesar Rp 290 ribu," ujar Cahyo.

Meskipun sudah ditetapkan beroperasi setiap hari, PT KAI melalui akun Instagram @kai121_ menyebutkan bahwa KA Mutiara Timur sifatnya masih tambahan.

Hal ini juga didukung dengan nomor perjalanan KA Mutiara Timur yang masih diikuti huruf F (fakultatif), yaitu 187-188F.

Operasional kembali KA Mutiara Timur ini rupanya mendapat sambutan baik dari penumpang.

"Senang, karena banyak alternatif perjalan KA dari Banyuwangi ke Surabaya," ungkap Anggi, 20, salah satu mahasiswa asal Banyuwangi.

Menurutnya, penambahan perjalanan KA ini akan memudahkan mahasiswa atau pelancong yang akan bepergian.

"Banyuwangi kan daerah wisata, pasti akan lebih banyak wisatawan yang butuh ke sana. Kalau untuk mahasiswa seperti saya, enaknya bisa fleksibel memilih jadwal perjalanan," imbuhnya.

Sementara itu, penumpang KA lainnya justru berharap penambahan operasional seharusnya diberikan untuk rute Banyuwangi-Malang.

"KA Tawangalun sudah terlalu padat, bahkan kalau musim-musim liburan tiketnya cepat habis," ungkap Yoga, 19, mahasiswa asal Banyuwangi.

Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas negeri di Kota Malang itu mengaku sudah mengetahui adanya rumor penambahan perjalanan KA dari Banyuwangi ke Malang.

"Sudah dengar, tapi ditunggu-tunggu belum ada realisasinya sampai sekarang," ujarnya.

Bagas menambahkan, kehadiran KA baru di rute Banyuwangi-Malang akan sangat membantu untuk mahasiswa sepertinya.

"Nggak hanya mahasiswa, tapi juga wisatawan. Kan, Malang dan Banyuwangi itu sama-sama daerah wisata. Harusnya ditunjang transportasi yang memadai. Jadi tidak cuma rute ke Surabaya saja yang diperhatikan," terangnya. 

Senada, Bagas pun menyebutkan, dengan adanya tambahan KA rute Banyuwangi-Malang pp, pilihan jadwal perjalanan akan lebih fleksibel.

"Selama ini pilihan ke Banyuwangi (dari Malang) cuma satu, jadi mau tidak mau sampai rumah (Banyuwangi) tengah malam. Padahal kalau bisa sampai Banyuwangi sore lebih enak, karena bisa langsung jalan-jalan," harapnya (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#malang #pt kai #surabaya #mutiara timur #Kereta Api #banyuwangi