Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Idul Adha, Momentum Refleksi Diri

T
Oleh: Agus Dani Triswanto, Pegiat di Forum Belajar Membaca, Menulis, dan Berhitung ( FBM2B ) Banyuwangi
Oleh: Agus Dani Triswanto, Pegiat di Forum Belajar Membaca, Menulis, dan Berhitung ( FBM2B ) Banyuwangi

Advertisement

RADARBANYUWANGI.ID - Gema takbir kembali berkumandang di seantero jagad. Sahut- menyahut bak irama melodi yang sangat indah. Suara TOA (baca: speaker ) dari musala ke musala, masjid ke masjid seakan-akan berlomba untuk mengumandangkan kalimat takbir. Tua, muda, kaya, miskin, laki - laki, perempuan, semuanya larut dalam kegembiraan suasana yang hanya satu tahun sekali bisa dirasakan.

Ya, kita telah dipertemukan kembali dengan hari raya Idul Adha Tahun ke 1447 H/2026. Idul Adha adalah momen bertemunya dua peristiwa besar dalam islam yaitu ibadah haji dan  ibadah kurban.

Kedua ibadah tersebut yang jika dirunut jauh kebelakang semuanya adalah bertujuan untuk meneladani kisah keimanan dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan juga keluarganya.

Advertisement

Nabi Ibrahim yang diperintah oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya, yaitu Nabi Ismail. Dan atas izin dari Ismail, maka Ibrahim akan menyembelih Ismail, anak satu-satunya yang dimiliki. Ketika Nabi Ibrahim ingin menyembelih anaknya, bahkan pisau tajam sudah berada di lehernya, kemudian oleh Allah digagalkan dan menggantikan Nabi Ismail dengan seekor kambing.

Dari kisah Nabi Ibrahim ini dapat kita jadikan cermin, serta bukti dari ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah SWT terutama untuk berkurban. Sebagaimana dalam surah Al Khausar ayat 2: “Maka kerjakanlah sembahyang karena Tuhanmu dan sembelihlah kurban (sebagai ibadah dan mendekatkan diri pada Allah)”.

Idul Adha merupakan simbol kekuatan Islam itu sendiri, Idul Adha memberikan gambaran tentang betapa kuatnya ideologi dan sejarah. Karena dalam Idhul Adha, selain kisah keteladanan Nabi Ibrahim untuk berkurban, dalam Idul Adha juga ada ritual Ibadah Haji yang setiap tahun selalu dilaksanakan. Maka tidak salah bila Idul Adha selain dikenal dengan berkurban juga dikenal dengan lebaran haji.

Advertisement

Setiap tahunnya rukun ibadah haji masih terus dilaksanakan, sampai dengan abad modern ini. Semua itu tidak tergerus oleh teknologi dan perubahan zaman, karena sejatinya ibadah haji merupakan substansi dari pengejawantahan kehidupan manusia untuk merefleksikan dirinya agar menjadi lebih baik menuju insan kamil. Dari tahun ke tahun masyarakat indonesia termasuk masyarakat Banyuwangi pada umumnya berbondong-bondong menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Antusiasme umat muslim Indonesia pergi ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah Haji tidak pernah surut, tetap tinggi. bahkan semakin membludak dari tahun ke tahun, bahkan umat muslim rela bertahun tahun menunggu kuota haji yang memakan waktu begitu panjang dan lama. Keadaan ini mencerminkan betapa momen indah ibadah Haji merupakan cita-cita sejati setiap muslim.

Kerinduan yang mendalam terhadap Sang Khalik tercipta dalam manifestasi kesempurnaan ibadah sebagai muslim setelah syahadat, menjalankan salat, puasa, dan membayar zakat. Apabila di lapangkan rezeki dan kesehatan, setiap umat Islam berharap pergi ke tanah suci sebelum ajal menjemput. Idul Adha adalah salah satu bentuk perwujudan masyarakat adil makmur yang dicita-citakan semua elemen lingkungan sosial masyarakat.

Momen Idul Adha adalah tindakan nyata untuk menyadarkan diri kita semua bahwa kepedulian harus terus dibangun untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi lingkungan. Momentum Idul Adha  ini juga perlu dijadikan sebagai wahana introspeksi  dan refleksi diri, karena didalamnya terdapat unsur pendekatan diri kepada Allah SWT, serta keikhlasan dan kesabaran, yang dapat dijadikan sebagai bekal untuk mengarungi kehidupan yang penuh rintangan dan tantanga ini. Ya Allah, jadikanlah setiap helaan napasku sebagai bukti cinta kepada-Mu. Dan pengorbanan kami sebagai bukti kami mendekati-Mu. Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H/22026. (*) 

Advertisement
Editor : Ali Sodiqin
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BanyuwangiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Resep Sop Kambing Kurban Empuk Tanpa Bau Prengus, Kuah Gurih Hangat ala Rumahan Jadi Favorit Saat Idul Adha

Resep Sop Kambing Kurban Empuk Tanpa Bau Prengus, Kuah Gurih Hangat ala Rumahan Jadi Favorit Saat Idul Adha

Resep sop kambing kurban empuk tanpa bau prengus ala rumahan ini cocok jadi menu Idul Adha dengan kuah gurih hangat dan bumbu sederhana.

Okupansi Kereta Api Sangkuriang dan Sri Tanjung Keberangkatan Banyuwangi Tinggi, Mobilitas Penumpang di Daop 9 Jember Meningkat di Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah

Okupansi Kereta Api Sangkuriang dan Sri Tanjung Keberangkatan Banyuwangi Tinggi, Mobilitas Penumpang di Daop 9 Jember Meningkat di Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah

Mobilitas penumpang kereta api di Daop 9 Jember meningkat saat Idul Adha 1447 H. Sebanyak 17.454 penumpang tercatat memadati stasiun pada hari H dengan okupansi sejumlah KA favorit cukup tinggi.

Yogyakarta hingga Surabaya Jadi Tujuan Favorit Penumpang Kereta Api pada Libur Idul Adha 2026

Yogyakarta hingga Surabaya Jadi Tujuan Favorit Penumpang Kereta Api pada Libur Idul Adha 2026

Puncak arus keberangkatan Idul Adha 2026 terjadi di wilayah KAI Daop 1 Jakarta dengan 38.666 penumpang KA jarak jauh berangkat pada H-1. Pasar Senen dan Gambir menjadi stasiun tersibuk selama libur panjang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer