RadarBanyuwangi.id – Setelah berkeliling Madinah, akhirnya tiba saatnya jemaah menuju Makkah. Kali ini, rombongan umrah Al Haram Ziarah Wizatama terbagi dua.
Sebanyak 29 jemaah naik bus eksekutif. Sisanya sebanyak 13 jemaah menjajal moda transportasi kereta cepat.
Hari yang ditunggu telah tiba. Seluruh jemaah umrah Al Haram Ziarah Wizatama akan memulai rangkaian ibadah umrah wajib. Mereka mengenakan baju ihram serba putih. Hanya dua lembar kain. Tanpa jahitan.
Semua barang bawaan sudah dikemas dan ditangani pihak Al Haram. Sebanyak 29 jemaah berkumpul terlebih dahulu di lobi Artal Al Munawra Hotel. Selanjutnya, bus eksekutif yang akan membawa mereka pun tiba di depan hotel.
Bus ini cukup menarik. Kendaraan keluaran baru, dengan dukungan mesin yang mumpuni, serta kabin dan interior yang menarik.
Yang tak kalah menariknya, bus bercat hitam tersebut juga dilengkapi stiker besar bertuliskan ”PT Al Haram Ziarah Wizatama” dengan tulisan ”Banyuwangi Rebound” persis di bawahnya.
Setelah jemaah siap, bus pun melaju meninggalkan Kota Madinah. Rombongan menuju Masjid Bir Ali. Di tempat inilah, seluruh jemaah mengambil miqat.
Artinya, inilah start batas dimulainya rangkaian ritual ibadah umrah wajib. Jemaah salat sunah di Masjid Birr Ali, kemudian membaca niat umrah wajib.
Sementara itu secara terpisah, sebanyak 13 jemaah umrah Al Haram Ziarah Wizatama yang menginap di Hotel Golden Tulip Madinah juga melakukan hal yang sama.
Semua mengenakan baju ihram untuk melaksanakan umrah wajib. Membaca niat dan mengambil miqat, kemudian berangkat menuju Makkah dengan menggunakan doa transportasi kereta cepat.
Sepanjang perjalanan, seluruh jemaah lebih banyak berzikir membaca tahlil, tahmid, dan takbir. Juga membaca bacaan-bacaan zikir serta doa-doa yang lain.
Suasana semakin haru, seluruh jemaah kian larut dalam doa serta niat ikhlas untuk menjalankan ibadah umrah. Selain itu, larangan-larangan saat selama menjalani rangkaian umrah pun dimulai.
Untuk rombongan yang menggunakan bus eksekutif, mereka tiba di Makkah pukul 21.55 di Hotel Movenpick. Sedangkan rombongan sisanya masuk di Hotel Al JFajer Al Badie Makkah pukul 22.19.
Setelah pembagian kamar, rombongan kembali melanjutkan rangkaian ibadah umrah. Sekitar pukul 00.00 tengah malam, seluruh jemaah Al Haram Ziarah Wizatama bersiap melakukan rukun umrah.
Mereka pun masuk Masjidilharam dan melakukan tawaf, yakni berjalan berkeliling Kakbah sebanyak tujuh putaran. Selanjutnya, jemaah menjalani sai yakni berjalan sambil berlari-lari kecil antara Safa dan Marwah.
Setelah itu, rangkaian ibadah umrah diakhiri dengan tahalul, yakni memotong sebagian rambut. ”Perasaan haru karena bisa salat langsung di depan Kakbah,” ujar Abdul Aziz, jemaah umrah Al Haram Ziarah Wizatama asal Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.
Sementara itu, rangkaian umrah di Masjidilharam yang dilakukan tengah malam tersebut terasa lebih nyaman. Kegiatan fisik pada saat malam bisa mengurangi dehidrasi akibat panas. Maklum, cuaca Makkah sedang panas-panasnya.
Bila kegiatan ibadah fisik itu dilakukan pada siang hari, tentu tantangan dan hambatan fisik akan lebih berat.
Selanjutnya, selesai melaksanakan umrah wajib, jemaah Al Haram tidak langsung kembali ke hotel. Mereka sengaja memilih beristirahat duduk-duduk santai di Masjidilharam. Ada juga yang melakukan ibadah salat Tahajud.
”Sekalian sambil menunggu waktu salat Subuh,” ujar Suparlan, jemaah umrah Al Haram Ziarah Wizatama asal Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. (bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin