Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pasca Ijen Geopark Resmi Jadi Anggota UGG, Pelaku Wisata Tak Mau Hanya Sekadar Branding

Syaifuddin Mahmud • Sabtu, 3 Juni 2023 | 18:33 WIB
SUSUN GEOTRAIL: General Manager Ijen Geopark Abdillah Baraas memaparkan konsep kemitraan Geopark Ijen di ruang rapat Bappeda Banyuwangi, Rabu lalu (31/5). (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)
SUSUN GEOTRAIL: General Manager Ijen Geopark Abdillah Baraas memaparkan konsep kemitraan Geopark Ijen di ruang rapat Bappeda Banyuwangi, Rabu lalu (31/5). (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)
RADAR BANYUWANGI – Ijen Geopark resmi menjadi anggota UNESCO Global Geopark (UGG). Untuk mengelola potensi wisata Ijen Geopark, Pemkab Banyuwangi langsung menggelar konsolidasi kemitraan strategis dengan berbagai elemen.

Ada 54 kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan yang diundang. Mereka menjadi subjek kunci di kawasan Ijen Geopark. Konsolidasi kemitraan berlangsung di ruang rapat Bappeda Banyuwangi, Rabu lalu (31/5).

Kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan yang diundang antara lain perwakilan dari pokdarwis, himpunan pemandu wisata, serta Dewan Kesenian Blambangan (DKB). Selain itu, agen tur dan travel, pengusaha restoran, pramuwisata, asosiasi agen travel, media, dan SKPD yang berkaitan dengan geopark.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Ijen Geopark menjelaskan tentang status global geopark yang telah didapat. Sejumlah pertanyaan sempat muncul dari perwakilan undangan yang hadir. Rata-rata mereka ingin memastikan seberapa jauh pengaruh keberadaan Ijen Geopark sebagai organisasi dan perubahan status UGG terhadap Ijen Geopark.

Salah satunya dari Perwakilan Ijen Tourisme Cluster (ITC), Azmi. Dia menanyakan bagaimana konsep kemitraan yang diusung Ijen Geopark dengan semua pihak.

Hal yang sama juga diutarakan undangan lainnya, Taufik. Dia melihat belum ada gambaran tentang keuntungan apa yang diperoleh pelaku wisata dengan adanya branding global geopark.

”Jangan-jangan kita malah diatur-atur setelah menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark. Kita juga ingin tahu nantinya menguntungkan siapa, kita, Ijen Geopark, atau simbiosis mutualisme,” kata Taufik.

Ketua DPC HPI Banyuwangi Andika Rahmat Hidayat menambahkan, pelaku wisata perlu diberi penjelasan terkait keuntungan dari status UGG yang diperoleh Ijen Geopark. Jika sekadar branding, status tersebut masih belum begitu berimbas, terutama di tataran masyarakat bawah. ”Masyarakat belum banyak memahami, apa cuma logo saja yang ditempel atau bagaimana. Kalau masalah koordinasi, semua pelaku wisata sudah saling berkoordinasi,” ujarnya.

Partnership Manager Ijen Geopark Fikli Perdana Kusuma menjelaskan, kunci suksesnya geopark terletak pada kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat. Ijen Geopark bertugas sebagai fasilitator yang akan memfasilitasi semua pihak di kawasan Geosite Ijen. ”Jadi keuntungannya nanti, semua bisa saling berkolaborasi. Jika ada yang dibutuhkan kita bisa memfasilitasi mencarikan solusi,” jelasnya.

General Manager Ijen Geopark Abdillah Baraas menambahkan, pihaknya mempersiapkan penyusunan geotrail untuk mengoneksikan antara satu geosite dengan geosite lainnya. Nantinya, akan ada koneksi baik itu paket wisata, homestay, maupun restoran antar-geosite yang difasilitasi oleh Ijen Geopark.

”Keuntungan kita adalah sudah disertifikasi UNESCO, pasti berbeda terkait standar dan lainnya. Wisatawan akan lebih percaya untuk datang ke sini, tapi kita juga harus proaktif memanfaatkan kesempatan ini,” kata Abdillah

Kabid Ekonomi Bappeda Banyuwangi M. Lukman Hadi menambahkan, dengan ditetapkannya Ijen Geopark sebagai UNESCO Global Geopark, tak ada lagi irisan antara Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso. Kedua kabupaten kini bersama-sama berkordinasi agar pengembangan dan promosi Ijen Geopark terus berjalan. Terutama agar bisa mendorong ekonomi masyarakat yang ada di dalam lingkup Ijen Geopark.

Perlu kerja sama dari berbagai pihak agar status Global Geopark Ijen tetap melekat di kawasan seluas 4.372 kilometer persegi tersebut. Sebab, setiap tiga tahun sekali akan ada revalidasi dari UNESCO untuk memastikan status UGG dipertahankan atau tidak. ”Yang kita harapkan tentunya ada peningkatan ekonomi setelah status Ijen Geopark menjadi UGG. Semua pihak, termasuk masyarakat bisa menikmatinya,” tegas Lukman. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#Ijen Geopark ##kawah ijen #wisata #banyuwangi #unesco