Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berbekal Akal Sehat di Era AI dan Media Sosial

T
Oleh: Moh Husen, Penulis Buku Jejak Kritik, Tinggal di Banyuwangi
Oleh: Moh Husen, Penulis Buku Jejak Kritik, Tinggal di Banyuwangi

Advertisement

RADARBANYUWANGI.ID - Semenjak media sosial semakin populer, yang dikhawatirkan orang mulai bergeser: dari wartawan ke pengguna media sosial. Siapa saja bisa bikin akun dengan nama palsu, lalu upload dan share apa saja di media sosial: mulai data kantor yang paling rahasia, hingga paha mulus diri sendiri. Dan belakangan, muncul sumber kecemasan baru yang bernama kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Perubahan ini akan melahirkan pertanyaan yang tak kalah mencemaskan. Apakah setiap pengguna media sosial harus kita curigai punya akun palsu? Apakah setiap foto, video, dan suara yang beredar di internet harus kita anggap palsu? Atau jangan-jangan kita mulai menjadi pribadi yang paranoid terhadap teknologi yang kita ciptakan sendiri?

Kekhawatiran tersebut tentu tidak muncul tanpa sebab. Tidak sedikit dokumen organisasi dan kantor yang bocor bukan dari media massa, melainkan justru dari pengguna media sosial. Informasi pribadi tersebar tanpa izin. Percakapan yang semestinya private tiba-tiba menjadi konsumsi publik.

Advertisement

Kini, dengan bantuan AI, orang yang tidak pernah bernyanyi dapat dibuat seolah-olah sedang bernyanyi. Orang yang tidak pernah mengucapkan suatu kalimat dapat dibuat seakan-akan sedang berbicara. Bahkan wajah seseorang dapat ditempelkan pada video yang tidak pernah ia lakukan.

Hari ini, ketika sebuah video viral muncul di media sosial, sebagian orang langsung percaya. Sebagian yang lain langsung menuduhnya hasil AI. Batas antara yang asli dan yang palsu memang semakin menipis. Teknologi membuat kemungkinan manipulasi semakin besar dan semakin sulit dikenali.

Namun, apakah karena kemungkinan itu semua pengguna media sosial layak dicurigai? Apakah semua hasil teknologi harus ditakuti? Apakah setiap orang yang mengirim video kepada kita harus dianggap pasti palsu dan menipu?

Advertisement

 

Tapi sebelum ke situ, marilah kita rileks terlebih dahulu agar tidak terlalu tegang dan kaku. Kita semua mungkin pernah mengalami nasib-nasib sial dikhawatirkan dan dicurigai: mulai dari dikhawatirkan membocorkan perahu, mencekik anak kecil, atau siapa tahu tiba-tiba kita bersedia menegakkan pagar yang miring.

Eh, itu kan kisah Nabi Khidir tatkala menjadi gurunya Nabi Musa. Ah, agar rileks, mending kita nikmati kembali saja nasib sial tokoh legendaris lawas kita yang penuh canda tawa secara satir, yakni Abu Nawas, agar kita bisa tertawa terbahak-bahak dan terpingkal-pingkal.

Ya, Abu Nawas sedang sial. Tiba-tiba saja ditangkap aparat, dibawa ke kerajaan, dan akan segera dijebloskan begitu saja ke dalam penjara gara-gara Abu Nawas punya sebilah pisau di rumahnya yang dikhawatirkan digunakan untuk membunuh orang.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BanyuwangiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tradisi Unik Musim Haji di Indonesia, Open House Jemaah dan Boneka Unta yang Viral Gegerkan Media Sosial

Tradisi Unik Musim Haji di Indonesia, Open House Jemaah dan Boneka Unta yang Viral Gegerkan Media Sosial

Tradisi unik musim haji di Indonesia selalu menarik perhatian. Mulai dari oleh-oleh untuk satu RT, air zamzam, kurma, hingga rumah yang mendadak ramai tamu selama berhari-hari. Simak penjelasan lengkapnya di sini.

40 Link Download Twibbon Idul Adha 2026 Islami dan Keren, Gratis untuk Foto Profil dan Media Sosial

40 Link Download Twibbon Idul Adha 2026 Islami dan Keren, Gratis untuk Foto Profil dan Media Sosial

150 link Twibbon Idul Adha 2026 islami dan keren gratis. Lengkap cara download dan pakai untuk foto profil media sosial.

Viral di Media Sosial! Garuda Di Dadaku dengan Nuansa Baru yang Siap Menggetarkan Seluruh Bioskop

Viral di Media Sosial! Garuda Di Dadaku dengan Nuansa Baru yang Siap Menggetarkan Seluruh Bioskop

Lagu legendaris “Garuda Di Dadaku” hadir kembali dalam versi terbaru yang dibawakan Isyana Sarasvati. Dengan aransemen megah dan emosional, anthem ikonik ini menjadi bagian penting dalam film animasi Garuda di Dadaku yan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer