RADAR BANYUWANGI - Cabai yang baru dibeli bisa berubah lembek atau berjamur hanya dalam beberapa hari. Bawang juga dapat cepat bertunas, sedangkan daun jeruk dan serai kehilangan kesegaran jika salah disimpan.
Masalahnya, tidak semua bumbu dapur membutuhkan perlakuan yang sama. Ada bahan yang lebih awet di lemari pendingin, tetapi ada pula yang justru membutuhkan tempat kering dengan sirkulasi udara baik.
Karena itu, mengenali karakter setiap bumbu menjadi langkah penting agar bahan masakan tidak cepat rusak dan terbuang.
Sortir Cabai sebelum Disimpan
Cabai sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke wadah begitu selesai dibeli. Periksa terlebih dahulu dan pisahkan cabai yang memar, berlubang, lembek, atau mulai membusuk.
Balai pascapanen Kementerian Pertanian menempatkan sortasi sebagai salah satu tahapan penting dalam penanganan cabai. Cabai yang rusak perlu dipisahkan agar tidak bercampur dengan cabai yang masih memiliki mutu baik.
Setelah disortir, simpan cabai dalam kondisi tidak terlalu basah. Gunakan kemasan atau wadah yang membantu mengendalikan kelembapan, kemudian letakkan di lemari pendingin.
Penelitian Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian bersama Institut Pertanian Bogor juga menunjukkan bahwa suhu dan jenis kemasan memengaruhi mutu fisik cabai merah selama penyimpanan.
University of Minnesota Extension menyebut kelompok cabai dapat disimpan di lemari pendingin sekitar satu minggu atau lebih. Namun, suhu yang terlalu rendah dalam waktu lama juga dapat menyebabkan kerusakan dingin pada permukaan buah.
Cabai yang mulai lembek atau berjamur sebaiknya segera dikeluarkan dari wadah.
Sementara itu, trik memasukkan bawang putih ke wadah cabai yang banyak beredar tidak perlu dijadikan patokan utama. Pedoman pascapanen lebih konsisten menekankan sortasi, pengaturan suhu, kelembapan, dan kemasan.
Bawang Utuh Butuh Tempat Kering
Cara menyimpan bawang berbeda dengan cabai. Bawang merah, bawang putih, dan bombai yang masih utuh serta kering lebih cocok ditempatkan di lokasi sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara.
US Department of Agriculture (USDA) memasukkan bawang kering sebagai bahan pangan yang dapat disimpan dalam kondisi kering. Kelembapan tinggi perlu dihindari karena dapat memicu pertumbuhan akar maupun pembusukan.
Di rumah, bawang dapat disimpan dalam keranjang, jaring, atau wadah berlubang. Hindari menyimpan bawang utuh dalam kantong plastik tertutup yang dapat memerangkap kelembapan.
Perlakuannya berbeda jika bawang sudah dikupas atau dipotong. Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menyarankan sayuran yang telah dikupas atau dipotong disimpan di lemari pendingin.
Masukkan bawang yang sudah dipotong ke wadah bersih dan tertutup agar tidak cepat rusak sekaligus mencegah aromanya menyebar ke makanan lain.
Daun Jeruk Bisa Masuk Freezer
Daun jeruk yang tidak segera digunakan bisa disimpan di freezer.
University of California Agriculture and Natural Resources menyarankan daun jeruk purut dicuci lebih dahulu, kemudian dikeringkan sebelum dibekukan. Daun dapat dimasukkan ke kantong freezer dengan udara di dalam kemasan diminimalkan.
Pastikan tidak banyak air menempel pada permukaan daun. Air berlebih dapat berubah menjadi kristal es dan memengaruhi kualitas bahan selama pembekuan.
Setelah dikeluarkan dari freezer, tekstur daun mungkin tidak lagi sama seperti saat segar. Namun, daun masih dapat digunakan untuk memberi aroma pada gulai, kari, sup, maupun tumisan.
Daun Salam Bisa Dibekukan atau Dikeringkan
Daun salam juga dapat disimpan dengan cara dibekukan. Pilihan lainnya adalah mengeringkan daun jika ingin menyimpannya lebih lama.
Oregon State University Extension merekomendasikan daun aromatik dikeringkan dalam satu lapisan dengan sirkulasi udara baik. Setelah benar-benar kering, daun dapat dimasukkan ke wadah kedap udara dan ditempatkan di lokasi sejuk, gelap, serta kering.
Daun yang disimpan dalam keadaan utuh umumnya lebih baik dalam mempertahankan aroma dibandingkan daun yang sudah dihancurkan.
Serai Bisa Disimpan Dingin
Serai segar yang tidak segera digunakan dapat disimpan di lemari pendingin.
University of California Agriculture and Natural Resources mencatat bahwa penyimpanan dingin dengan kondisi yang sesuai dapat menjaga kualitas serai selama sekitar dua hingga tiga minggu.
Untuk penyimpanan lebih lama, serai juga dapat dibekukan. Bersihkan bagian luar yang rusak, potong sesuai kebutuhan memasak, lalu simpan dalam kemasan tertutup di freezer.
Tekstur serai setelah dicairkan kemungkinan menjadi lebih lunak. Karena itu, serai beku lebih cocok digunakan sebagai bumbu masakan.
Penyimpanan Tepat Bisa Kurangi Makanan Terbuang
Kebiasaan menyimpan bahan makanan dengan benar juga dapat membantu menekan jumlah pangan yang terbuang.
Kajian Kementerian PPN/Bappenas mencatat timbulan food loss and waste di Indonesia pada periode 2000–2019 diperkirakan mencapai 23–48 juta ton per tahun atau sekitar 115–184 kilogram per kapita per tahun.
Sayuran termasuk kelompok pangan yang memiliki tingkat kehilangan relatif tinggi.
Karena itu, langkah sederhana dapat dimulai dari dapur. Beli bumbu sesuai kebutuhan, sortir bahan sebelum disimpan, gunakan wadah sesuai karakter bahan, serta periksa isi kulkas secara berkala.
Yang perlu diingat, tidak ada satu cara penyimpanan yang tepat untuk semua bumbu. Cabai membutuhkan pengendalian suhu dan kelembapan. Bawang utuh lebih menyukai tempat kering dan berventilasi. Sementara itu, daun aromatik dan serai dapat didinginkan atau dibekukan jika tidak segera digunakan.
Editor : Lugas Rumpakaadi