RADAR BANYUWANGI - Memasukkan skincare ke dalam kulkas mungkin terasa seperti cara praktis untuk menjaga kualitas produk, terlebih saat digunakan pada kulit dalam kondisi dingin. Namun, kebiasaan tersebut ternyata tidak berlaku untuk seluruh produk perawatan wajah.
Praktisi medis estetika dari Zayna Clinic, dr. Sriharyati Udin, menjelaskan bahwa menyimpan skincare di dalam kulkas bukan merupakan kewajiban. Penyimpanan sebaiknya disesuaikan dengan formulasi dan karakteristik bahan yang terkandung dalam produk.
“Sebenarnya menyimpan produk skincare di kulkas itu tidak wajib. Akan tetapi, suhu yang sejuk pada kulkas mampu mempertahankan konsistensi produk serta mengurangi risiko timbulnya bakteri dan jamur,” ujar dr. Sri dalam unggahannya melalui TikTok Zayna Aesthetic Clinic.
Dengan demikian, tidak semua produk perlu dipindahkan dari meja rias ke lemari pendingin. Pengguna justru perlu mengetahui kandungan utama skincare sebelum menentukan tempat penyimpanannya.
Skincare apa saja yang dapat disimpan di kulkas?
Menurut dr. Sri, produk yang mengandung bahan aktif sensitif dan mudah teroksidasi dapat disimpan dalam kondisi sejuk untuk membantu mempertahankan kestabilan formulanya.
Beberapa kandungan yang disebut antara lain vitamin A, termasuk retinoid atau retinol, vitamin C, serta benzoil peroksida.
Bahan-bahan tersebut memiliki karakteristik yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan. Paparan lingkungan yang tidak sesuai berpotensi memengaruhi kestabilan formulasi, sehingga penyimpanan pada kondisi yang dianjurkan produsen menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas produk.
Meski demikian, bukan berarti seluruh skincare dengan kandungan tersebut wajib masuk kulkas. Petunjuk penyimpanan pada kemasan tetap menjadi acuan utama karena formulasi setiap produk dapat berbeda.
Produk berbasis minyak sebaiknya tidak asal didinginkan
Berbeda dengan produk yang memiliki bahan aktif tertentu, skincare berbasis minyak justru perlu mendapat perhatian ketika hendak disimpan di dalam lemari es.
Face oil, serum berbasis minyak, dan sunscreen tertentu disebut tidak disarankan untuk disimpan pada suhu dingin karena dapat mengalami perubahan konsistensi.
“Produk yang tidak bisa disimpan di kulkas, seperti yang berbahan dasar minyak, seperti serum, sunscreen, dan face oil, karena dapat mengubah konsistensi dari produk tersebut,” tambah dr. Sri.
Suhu yang terlalu dingin dapat membuat formulasi berbasis minyak berubah tekstur, antara lain menjadi lebih padat, memisah, atau menggumpal. Perubahan tersebut tentu dapat memengaruhi kenyamanan ketika produk digunakan.
Karena itu, memasukkan semua skincare ke kulkas dengan alasan agar lebih awet bukan langkah yang tepat. Jenis bahan dan rekomendasi penyimpanan produk tetap perlu menjadi pertimbangan.
Tidak semua skincare membutuhkan suhu dingin
Bagi produk yang tidak memiliki bahan aktif yang sensitif terhadap cahaya atau suhu, penyimpanan pada suhu ruang yang sejuk dan kering pada umumnya sudah memadai.
Produk sebaiknya ditempatkan jauh dari paparan sinar matahari langsung, tidak diletakkan di area yang terlalu lembap, serta selalu ditutup rapat setelah digunakan.
Kebiasaan sederhana tersebut penting untuk membantu menjaga kondisi produk selama masa penggunaannya. Pengguna juga sebaiknya memperhatikan perubahan warna, aroma, atau tekstur sebagai tanda bahwa kondisi produk perlu diperiksa.
Namun, perubahan karakteristik produk tidak selalu berarti produk pasti sudah rusak. Jika terjadi perubahan yang mencurigakan, pengguna sebaiknya mengacu pada informasi produsen dan mempertimbangkan untuk tidak menggunakannya.
Periksa petunjuk penyimpanan sebelum memasukkan skincare ke kulkas
Kulkas bukan tempat penyimpanan wajib untuk seluruh koleksi skincare. Suhu dingin memang dapat memberikan sensasi menyegarkan ketika produk diaplikasikan, tetapi manfaat tersebut tidak berarti setiap produk akan lebih baik jika didinginkan.
Kunci penyimpanan skincare adalah memahami karakteristik bahan dan mengikuti petunjuk yang tercantum pada kemasan. Produk dengan formulasi yang membutuhkan kondisi sejuk dapat diperlakukan berbeda dari produk berbasis minyak atau produk lain yang dianjurkan berada pada suhu ruang.
Dengan mengenali karakteristik masing-masing produk, pengguna dapat menghindari kesalahan penyimpanan sekaligus membantu menjaga kualitas skincare hingga batas masa kedaluwarsanya.
Editor : Lugas Rumpakaadi