Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

5 Spot Terbaik Berburu Foto Banyuwangi Ethno Carnival 2026, Simpang Lima hingga Finish Jadi Favorit Fotografer

Rizki Anindiya Putri • Jumat, 17 Juli 2026 | 12:26 WIB
Banyuwangi Ethno Carnival 2026 menghadirkan parade Perang Bayu dengan ratusan talent berkostum spektakuler. (Lugas Rumpakaadi/Radar Banyuwangi)
Banyuwangi Ethno Carnival 2026 menghadirkan parade Perang Bayu dengan ratusan talent berkostum spektakuler. (Lugas Rumpakaadi/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 kembali menjadi magnet bagi pecinta fotografi. Parade budaya bertema Perang Bayu yang digelar Sabtu (18/7/2026) dipastikan menghadirkan ratusan talent dengan kostum artistik yang siap menjadi objek bidikan kamera.

Parade dijadwalkan mulai pukul 13.00 WIB dari kawasan Taman Blambangan menuju depan Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Para peserta akan menempuh rute sepanjang sekitar 2,5 kilometer yang diperkirakan dipadati ribuan penonton.

Selain menjadi atraksi budaya, BEC juga membawa dampak ekonomi karena ratusan pelaku UMKM turut meramaikan kawasan sepanjang jalur parade.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi Hartono mengatakan, peserta akan memulai perjalanan dari Taman Blambangan sebelum melintasi sejumlah ruas jalan utama hingga mencapai garis finis di depan Kantor Pemkab Banyuwangi.

"Parade BEC dimulai dari Taman Blambangan pada pukul 13.00. Para talent menyusuri rute sejauh 2,5 km menuju finish di depan kantor Pemkab Banyuwangi," ujarnya.

Bagi pemburu foto, terdapat sejumlah titik yang dinilai ideal untuk mengabadikan jalannya parade.

Area start di depan SD Kepatihan menjadi salah satu lokasi yang direkomendasikan. Pada titik ini, para talent biasanya menampilkan pertunjukan pembuka lengkap dengan koreografi sehingga memudahkan fotografer menangkap ekspresi, gerakan, dan detail kostum.

Selanjutnya, kawasan Pasar Banyuwangi menawarkan sudut pemotretan dengan interaksi yang lebih dekat antara peserta dan masyarakat. Kondisi tersebut memungkinkan fotografer menghasilkan foto bertema human interest yang lebih hidup.

Pilihan lain adalah Perempatan Masjid Agung Baiturrahman. Latar bangunan masjid memberikan nuansa ikonik yang mampu memperkuat karakter visual setiap foto.

Sementara itu, Simpang Lima atau Perliman menjadi salah satu lokasi favorit fotografer. Area yang relatif terbuka membuat peserta kerap berhenti sejenak untuk berpose sehingga memudahkan pengambilan gambar dari berbagai sudut.

Di sepanjang Jalan Jenderal Ahmad Yani, deretan pepohonan menghadirkan latar alami yang menarik. Beberapa kafe di kawasan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengambil gambar dari posisi yang lebih tinggi sehingga menghasilkan komposisi berbeda.

Bagi pengunjung yang ingin berfoto langsung bersama peserta, area finis di depan Kantor Pemkab Banyuwangi menjadi pilihan terbaik. Setelah menyelesaikan parade, suasana biasanya lebih santai sehingga kesempatan berinteraksi dengan para talent lebih terbuka.

Panitia juga mengingatkan pengunjung agar datang lebih awal. Rekayasa lalu lintas diberlakukan mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB sehingga akses menuju lokasi parade akan mengalami penyesuaian.

Untuk memperoleh hasil foto yang maksimal, pengguna kamera disarankan membawa lensa zoom agar dapat menangkap detail kostum dari jarak jauh. Sementara pengguna telepon pintar dapat memanfaatkan fitur telephoto maupun mode potret.

Selain itu, fotografer juga perlu memperhatikan arah datangnya cahaya agar warna dan detail kostum terlihat lebih jelas. Bagi pengguna kamera, kecepatan rana minimal 1/250 detik dianjurkan untuk mengurangi risiko gambar buram saat peserta bergerak.

Pengunjung juga diimbau tetap berada di belakang barikade yang telah disediakan demi menjaga keamanan sekaligus memastikan jalannya parade berlangsung lancar.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Perang Bayu BEC 2026 Banyuwangi Ethno Carnival