Oppo dan vivo Bantah Rumor Kolaborasi Kamera Gimbal Pocket, Pengembangan Produk Tetap Dilakukan Secara Terpisah

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:38 WIB
Ilustrasi kamera gimbal pocket yang semakin diminati untuk kebutuhan pembuatan konten video. Oppo dan vivo membantah rumor bahwa keduanya berkolaborasi mengembangkan perangkat kamera gimbal secara bersama. (Gemini AI)
Ilustrasi kamera gimbal pocket yang semakin diminati untuk kebutuhan pembuatan konten video. Oppo dan vivo membantah rumor bahwa keduanya berkolaborasi mengembangkan perangkat kamera gimbal secara bersama. (Gemini AI)

RADAR BANYUWANGI - Kabar mengenai kolaborasi besar Oppo dan vivo untuk mengembangkan kamera gimbal pocket atau kamera gimbal ringkas dipastikan belum menjadi kenyataan. Kedua jenama teknologi asal Tiongkok tersebut membantah rumor yang belakangan beredar di tengah meningkatnya popularitas kamera genggam untuk kebutuhan vlog.

Mengutip Gizmochina, Selasa (11/8), Oppo dan vivo menyatakan belum memiliki perjanjian riset maupun pengembangan bersama untuk memproduksi perangkat kamera gimbal. Keduanya juga tidak memiliki rencana meluncurkan produk semacam itu secara bersamaan.

Penegasan tersebut sekaligus meluruskan kabar yang menyebut Oppo dan vivo tengah membentuk kemitraan formal untuk menggarap kamera gimbal pocket. Padahal, masing-masing perusahaan disebut masih menjalankan pengembangan produknya secara terpisah.

Rumor kolaborasi itu muncul seiring pasar kamera gimbal genggam yang tengah mengalami pertumbuhan pesat. Perangkat jenis tersebut semakin diminati karena menawarkan bentuk ringkas dengan kemampuan stabilisasi gambar yang mendukung aktivitas pembuatan konten.

Data industri menunjukkan pengiriman global kamera pintar genggam pada 2025 telah menembus lebih dari 16 juta unit. Angka tersebut meningkat lebih dari 80 persen dibandingkan pengiriman pada 2024.

Salah satu produk yang ikut mendorong pertumbuhan pasar tersebut adalah DJI Osmo Pocket 3. Kamera berukuran ringkas itu disebut telah mencatat penjualan kumulatif lebih dari 10 juta unit sejak diperkenalkan pada Oktober 2023.

Pada 2024 saja, penjualannya mencapai sekitar 5 juta unit. Total pendapatannya diperkirakan mendekati 20 miliar yuan atau sekitar Rp52,9 triliun.

Besarnya potensi pasar kemudian mendorong kemunculan pemain baru. Inspron, misalnya, memperkenalkan kamera gimbal genggam Luna Ultra pada Juni 2026.

Sementara itu, DJI sebagai salah satu pemain utama di segmen tersebut juga terus memperbarui lini produknya. Perusahaan tersebut disebut menghadirkan Osmo Pocket 4P yang membawa kamera utama ganda.

Perkembangan pasar itu turut menarik perhatian sejumlah produsen smartphone. Oppo dan vivo disebut mulai melihat kamera gimbal ringkas sebagai salah satu segmen yang berpotensi dikembangkan secara mandiri.

Vivo sebelumnya telah mengonfirmasi pada awal 2026 bahwa perusahaan membentuk tim beranggotakan lebih dari 200 orang untuk mengembangkan kamera vlog. Langkah tersebut memperlihatkan keseriusan vivo memasuki kategori perangkat yang beririsan dengan kebutuhan kreator konten.

Oppo juga dikabarkan mengembangkan proyek kamera gimbal secara independen. Produk tersebut disebut ditargetkan meluncur pada kuartal keempat 2026. Selain kedua perusahaan itu, Honor turut dikabarkan tengah mempertimbangkan pengembangan perangkat serupa.

Rangkaian kabar mengenai aktivitas masing-masing perusahaan kemudian berkembang menjadi rumor bahwa Oppo dan vivo akan menyatukan pengembangan tersebut melalui sebuah kemitraan formal.

Namun, bantahan resmi kedua perusahaan menegaskan bahwa kabar tersebut sebatas rumor. Oppo dan vivo tetap mengembangkan produk masing-masing secara terpisah, tanpa kesepakatan riset dan pengembangan bersama untuk menghadirkan kamera gimbal pocket.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
kamera gimbal pocket kamera vlog teknologi kamera oppo vivo