RADAR BANYUWANGI – Persaingan Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak 2026 Zona 3 Tulungagung mulai mengerucut. Setelah dua hari pertandingan di Pulerejo Sport Park, Desa Pulerejo, Kecamatan Ngantru, sedikitnya lima sekolah memastikan tempat di babak perempat final, mewakili Tulungagung, Trenggalek, Kota Blitar, dan Kabupaten Blitar.
Mereka adalah SMAN 1 Kauman dari Tulungagung, MAN 1 Trenggalek dan SMAN 1 Trenggalek dari Trenggalek, SMAN 3 Blitar dari Kota Blitar, serta SMKN 1 Nglegok dari Kabupaten Blitar. Kelima sekolah tersebut kini memasuki fase yang semakin menentukan untuk memperebutkan tiket menuju babak berikutnya.
Kompetisi yang berlangsung 7–8 September 2026 tersebut mempertemukan tim-tim pelajar dari kawasan Tulungagung, Blitar Raya, dan Trenggalek. Sejak pertandingan dimulai, atmosfer persaingan di Pulerejo Sport Park tidak hanya menghadirkan duel kemampuan mengolah bola, tetapi juga mempertemukan talenta muda dari sejumlah daerah.
Bagi para pemain, perempat final menjadi titik ketika kesalahan kecil bisa menentukan perjalanan sebuah tim. Karena itu, kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan disiplin, kerja sama, dan mental bertanding.
Lima Sekolah Amankan Perempat Final
Dari Tulungagung, SMAN 1 Kauman menjadi salah satu wakil yang berhasil melaju ke perempat final. Sementara Trenggalek mengirimkan dua wakil sekaligus, yakni MAN 1 Trenggalek dan SMAN 1 Trenggalek.
Persaingan dari Blitar Raya juga tak kalah menarik. SMAN 3 Blitar mewakili Kota Blitar, sedangkan SMKN 1 Nglegok menjadi wakil Kabupaten Blitar.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa persaingan kompetisi tidak terpusat pada satu daerah. Setiap tim datang dengan kekuatan masing-masing dan berupaya membawa nama sekolah sekaligus daerahnya sejauh mungkin.
Pertandingan pun menjadi lebih dari sekadar perebutan kemenangan. Bagi pelajar, kompetisi tersebut menjadi kesempatan menguji kemampuan di level antardaerah sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding dalam atmosfer kompetitif.
Dibuka dengan Reog Kendang
Kompetisi sebelumnya resmi dibuka di Pulerejo Sport Park pada Senin (7/9) pukul 09.00 WIB. Pembukaan berlangsung semarak dengan sentuhan budaya lokal melalui penampilan Reog Kendang, kesenian khas Tulungagung.
Seni tradisi tersebut menjadi pembuka sebelum para peserta memasuki rangkaian pertandingan. Suasana semakin meriah dengan game dari DPD Partai Golkar Jawa Timur yang menyediakan sejumlah hadiah bagi peserta.
Kehadiran unsur budaya dalam ajang olahraga tersebut sekaligus menjadi cara memperkenalkan identitas Tulungagung kepada peserta dari daerah lain.
Bukan Hanya Mengejar Trofi
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyambut baik pelaksanaan kompetisi tersebut. Menurutnya, kepercayaan menjadikan Tulungagung sebagai tuan rumah membawa manfaat lebih luas bagi daerah.
“Alhamdulillah, Tulungagung menjadi tuan rumah. Pesertanya berasal dari Tulungagung, Blitar, dan Trenggalek. Saya menyampaikan terima kasih kepada panitia dan tim Partai Golkar yang sudah menempatkan kompetisi ini di Kabupaten Tulungagung,” ujarnya.
Baharudin menilai, kompetisi tersebut bukan hanya memberikan ruang bagi generasi muda untuk berolahraga dan berkompetisi. Kedatangan peserta dari luar daerah juga menjadi momentum mengenalkan potensi Tulungagung, termasuk fasilitas olahraga yang dimiliki.
“Ini menjadi kebanggaan Kabupaten Tulungagung karena dipercaya menjadi tuan rumah mini soccer. Saya juga menyampaikan terima kasih karena kegiatan ini secara tidak langsung membantu pemerintah dalam mempromosikan kabupaten ini,” katanya.
Dia meminta para pemain tetap menjadikan sportivitas sebagai pijakan utama. Aturan pertandingan harus dipatuhi dan semangat kebersamaan tidak boleh hilang hanya karena persaingan di lapangan.
“Kepada seluruh peserta, selamat bertanding. Junjung tinggi sportivitas dan ikuti aturan-aturan pertandingan yang ada,” pungkasnya.
Golkar Dorong Agenda Rutin
Perwakilan DPD Partai Golkar Jawa Timur Arif Fatoni mengatakan kompetisi tersebut digagas Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur Ali Mufti.
Menurut dia, ajang mini soccer tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan. Ada nilai yang ingin dibangun melalui olahraga, terutama sportivitas, fair play, gotong royong, persatuan, dan kesatuan.
“Generasi muda merupakan pemilik masa depan bangsa Indonesia. Untuk itu, sejak awal Golkar ingin membersamai agar nilai-nilai sportivitas, gotong royong, persatuan, dan kesatuan tumbuh dalam diri generasi muda di Jawa Timur,” ungkapnya.
Arif berharap kompetisi mini soccer dapat berkembang menjadi kegiatan rutin. Popularitas olahraga tersebut dinilai semakin meningkat di berbagai kelompok usia sehingga berpeluang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
“Mudah-mudahan setelah pelaksanaan ini, kegiatan mini soccer ini bisa menjadi kalender rutin bagi DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur,” harapnya.
Golkar dan Gerindra Berbagi Gol
Keseruan pembukaan juga diwarnai pertandingan ekshibisi antara Partai Golkar dan Gerindra. Laga tersebut berakhir imbang dengan skor 3-3.
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin turut turun ke lapangan memperkuat tim Gerindra. Sementara tim Golkar diperkuat Ketua DPD Golkar Tulungagung Jairi Irawan.
Setelah laga ekshibisi dan rangkaian pertandingan penyisihan berlalu, perhatian kini beralih ke babak perempat final.
Lima sekolah sudah memastikan tempat. SMAN 1 Kauman, MAN 1 Trenggalek, SMAN 1 Trenggalek, SMAN 3 Blitar, dan SMKN 1 Nglegok harus kembali menunjukkan konsistensi jika ingin melanjutkan perjalanan hingga perebutan gelar juara.
Sebab, di fase gugur, tidak ada ruang untuk sekadar tampil. Setiap umpan, setiap peluang, dan setiap gol bisa menjadi pembeda antara melanjutkan mimpi atau pulang lebih awal. (bac/rka)
Editor : Ali Sodiqin