Start dari Posisi 19, Kimi Antonelli Justru Juara F1 GP Italia 2026 di Monza

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 07:03 WIB
Kimi Antonelli merayakan kemenangan F1 GP Italia 2026 di Monza setelah bangkit dari posisi ke-19. (F1)
Kimi Antonelli merayakan kemenangan F1 GP Italia 2026 di Monza setelah bangkit dari posisi ke-19. (F1)

RADAR BANYUWANGI - Kimi Antonelli membuat kejutan besar di Grand Prix Italia 2026, Minggu (6/9). Memulai balapan dari posisi ke-19, pembalap Mercedes itu justru finis sebagai pemenang setelah melewati persaingan ketat hingga lap-lap terakhir di Monza.

Antonelli menuntaskan 53 lap dengan waktu 1 jam 51 menit 15,281 detik dan unggul 3,857 detik atas rekan setimnya, George Russell, yang finis kedua. Max Verstappen melengkapi podium dengan selisih 14,718 detik dari sang pemenang.

Kemenangan tersebut menjadi salah satu hasil paling dramatis dalam balapan Antonelli musim ini. Dari posisi start yang jauh di belakang, pembalap Italia itu mampu memanfaatkan perubahan situasi balapan, strategi Mercedes, serta kondisi ban untuk perlahan mendekati barisan depan.

“Saya sama sekali tidak menduganya, dan ya, terima kasih kepada semuanya. Sungguh luar biasa, luar biasa. Saya sangat bahagia dan tidak pernah membayangkan bisa berada di sini hari ini,” kata Antonelli dalam sesi wawancara usai balapan berlangsung.

Kemenangan di Monza sekaligus membawa Antonelli semakin kokoh di puncak klasemen pembalap. Ia kini mengoleksi 267 poin, unggul 66 poin atas Russell yang berada di posisi kedua dengan 201 poin.

Start dari Posisi 19, Antonelli Mulai Bangkit

Balapan tidak berjalan normal sejak awal. Insiden di Tikungan 2 yang melibatkan Charles Leclerc dan Lewis Hamilton menyebabkan balapan dihentikan melalui red flag pada lap ketiga.

Balapan kemudian dilanjutkan dengan standing restart pada lap keenam. Situasi tersebut membuat strategi dan pengelolaan ban menjadi semakin penting bagi para pembalap.

Antonelli tidak langsung berada di posisi yang memungkinkan untuk memperebutkan kemenangan. Namun, Mercedes mampu mengubah situasi tersebut melalui strategi yang berbeda antara dua pembalapnya.

George Russell memilih bertahan lebih lama, sedangkan Antonelli melakukan pit stop kedua ketika Virtual Safety Car atau VSC diberlakukan pada lap 27-28.

Keputusan tersebut memberi Antonelli keuntungan berupa ban yang lebih segar pada fase akhir balapan. Setelah keluar dari pit di posisi keenam, ia mulai memburu pembalap-pembalap di depannya.

Strategi VSC Jadi Titik Balik

Strategi Mercedes menjadi salah satu kunci kemenangan di Monza.

Ketika VSC muncul, Antonelli masuk pit pada lap 28. Russell tetap berada di lintasan. Setelah kembali ke trek, Antonelli harus mengejar beberapa pembalap sebelum akhirnya kembali ke posisi terdepan.

Dalam fase tersebut, ia berhasil melewati Max Verstappen, Oscar Piastri, Lewis Hamilton, dan Lando Norris. Strategi dua kali berhenti yang dijalankan Antonelli memberinya keuntungan kondisi ban dibandingkan Russell yang menjalankan strategi satu kali pit stop setelah restart.

Perbedaan strategi itu semakin terasa ketika balapan memasuki lima lap terakhir. Ban hard milik Russell mulai kehilangan cengkeraman, sementara Antonelli memiliki kondisi ban yang lebih menguntungkan untuk melakukan tekanan.

Mercedes akhirnya memiliki peluang besar untuk mengamankan finis satu-dua.

Menyalip Russell pada Lap 50

Momen penentu terjadi pada lap ke-50.

Antonelli yang terus menekan Russell akhirnya berhasil mengambil posisi terdepan di Tikungan 1. Overtake tersebut menjadi penentu kemenangan setelah sebelumnya pembalap Italia itu melakukan comeback panjang dari posisi ke-19.

Russell tetap finis kedua dengan jarak 3,857 detik. Verstappen berada di posisi ketiga, sementara Lando Norris dan Oscar Piastri menempati posisi keempat dan kelima. Lewis Hamilton finis keenam.

Setelah balapan, Russell memberikan pengakuan terhadap performa rekan setimnya.

“Hari ini Kimi melakukan pekerjaan dengan sangat baik,” ujarnya.

Antonelli sendiri menggambarkan kemenangan tersebut sebagai sesuatu yang sulit dipercaya.

“Ya, ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, dan sungguh hari yang luar biasa. Saya tidak mungkin bisa mencapainya tanpa tim saya, keluarga saya, dan semua orang yang mendukung saya,” kata Antonelli.

Antonelli Makin Kokoh di Puncak Klasemen

Hasil di Monza bukan hanya penting karena kemenangan di hadapan publik Italia. Tambahan 25 poin juga memperbesar keunggulan Antonelli dalam perebutan gelar juara dunia.

Setelah GP Italia, Antonelli memimpin klasemen dengan 267 poin. Russell berada di posisi kedua dengan 201 poin, sementara Lewis Hamilton mengoleksi 191 poin. Verstappen berada di posisi keenam dengan 127 poin.

Di klasemen konstruktor, Mercedes juga memperkuat posisinya dengan 468 poin, unggul dari Ferrari yang mengoleksi 346 poin.

Namun, Antonelli memilih untuk tidak terlalu jauh melihat persaingan gelar.

“Jalani saja balapan demi balapan, coba maksimalkan setiap hasil dan setiap kesempatan yang saya dapatkan, lalu kita lihat apa yang terjadi di akhir tahun nanti,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
GP Italia 2026 monza formula 1 mercedes kimi antonelli