RADAR BANYUWANGI - Haas menjalani akhir pekan yang mengecewakan pada Grand Prix Belanda di Zandvoort.
Tim asal Amerika Serikat itu harus mengakhiri balapan dengan dua mobil yang tidak finis atau double DNF setelah Oliver Bearman dan Esteban Ocon mengalami persoalan teknis.
Hasil tersebut memang tidak banyak mengubah peluang Haas meraih poin karena kedua pembalap memulai balapan dari posisi yang kurang menjanjikan.
Namun, kegagalan menyelesaikan balapan kembali menegaskan bahwa Haas masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah, terutama menyangkut performa dan keandalan mobil.
Bearman menjadi pembalap pertama yang menghentikan mobilnya.
Setelah balapan sempat dihentikan akibat kecelakaan Max Verstappen di Tikungan 14, Bearman bahkan tidak sempat kembali menjalani lap balapan secara normal.
Mesin mobil Haas miliknya mati pada lap formasi menjelang restart.
Situasi itu memperburuk akhir pekan Bearman yang sebelumnya juga mengalami kesulitan sejak fase sprint dan kualifikasi.
Pembalap asal Inggris tersebut mengaku benar-benar kehilangan tenaga dari mobilnya.
“Di pihak saya, terasa seperti semuanya benar-benar mati. Sangat disayangkan. Ini merupakan akhir pekan yang sangat buruk, bukan seperti yang kami harapkan saat kembali balapan,” ungkapnya.
Menurut Bearman, Haas belum memiliki cukup waktu untuk memahami penyebab masalah tersebut karena kejadian berlangsung setelah balapan sebelumnya dihentikan.
Ia berharap paket pembaruan yang akan diperkenalkan pada seri berikutnya dapat membantu meningkatkan daya saing mobil.
Penurunan performa Haas menjadi perhatian karena tim tersebut sebelumnya masih mampu bersaing untuk memperebutkan poin pada awal musim.
Namun, pengembangan terakhir yang diperkenalkan di Kanada tidak memberikan dampak sesuai harapan.
Sejak saat itu, Haas justru semakin tertekan oleh para pesaing di papan tengah.
Williams dan Aston Martin mulai mendekat, sementara persaingan perebutan posisi di zona tengah juga semakin ketat.
Kondisi tersebut membuat setiap pembaruan teknis menjadi semakin penting bagi Haas.
Ocon setidaknya mampu menjalani sebagian besar balapan sebelum akhirnya harus menepikan mobilnya.
Kegagalan tersebut bahkan memicu Virtual Safety Car dan ikut memengaruhi persaingan pada fase akhir Grand Prix.
Bagi Ocon, ini merupakan DNF pertamanya musim ini.
Ia menyebut masalah yang dialami mobilnya diduga berkaitan dengan power unit, meski tim masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.
“Kami belum mengalami masalah keandalan seperti ini sepanjang tahun. Ini yang pertama, dan kami menduga berkaitan dengan power unit, tetapi kami perlu memeriksanya lebih dulu untuk memahami masalahnya dengan benar,” ujarnya.
Haas kini berada di posisi ketujuh klasemen konstruktor.
Namun, posisi tersebut mulai mendapat tekanan dari Audi yang terus mendekat setelah berhasil mencetak poin dalam empat Grand Prix terakhir.
Selain Audi, Racing Bulls, Alpine, dan Aston Martin juga terus terlibat dalam persaingan ketat di lini tengah.
Kepala tim Haas, Ayao Komatsu, mengakui hasil di Zandvoort jauh dari harapan.
Ia menilai kegagalan kedua mobil akibat masalah power unit menjadi penutup yang mengecewakan setelah tim sebenarnya masih mendapatkan beberapa hal positif dari operasional di lintasan.
“Sangat mengecewakan mengakhiri akhir pekan dengan double DNF akibat masalah power unit. Kami perlu menyelidikinya,” tegasnya.
Komatsu menambahkan bahwa kinerja pit stop menjadi salah satu sisi positif Haas.
Pit stop Ocon bahkan disebut sebagai yang tercepat bagi tim sepanjang musim ini.
“Pit stop kami sangat bagus, dan pit stop Esteban merupakan yang tercepat musim ini. Itu adalah hal positif,” pungkasnya.
Haas kini menatap balapan berikutnya di Monza dengan membawa sejumlah pembaruan.
Tim berharap peningkatan tersebut dapat mengembalikan performa mobil sekaligus memperkuat posisi mereka dalam persaingan ketat papan tengah.
Bagi Haas, Grand Prix Belanda menjadi pengingat bahwa persoalan yang harus diselesaikan bukan hanya soal kecepatan.
Performa yang belum stabil dan munculnya masalah teknis pada kedua mobil membuat perjuangan untuk mempertahankan posisi di klasemen menjadi semakin berat.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : F1