RADAR BANYUWANGI - Stefano Domenicali menyambut positif keputusan Max Verstappen untuk memperpanjang kontraknya bersama Red Bull hingga akhir musim 2030.
Presiden sekaligus CEO Formula 1 tersebut menilai kepastian masa depan pembalap asal Belanda itu menjadi kabar penting yang melengkapi akhir pekan Grand Prix Belanda di Zandvoort.
Perpanjangan kontrak Verstappen diumumkan pada Kamis (20/8), ketika para penggemar Formula 1 mulai memadati Zandvoort.
Kesepakatan tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai tim yang akan dibela juara dunia empat kali itu pada musim-musim mendatang.
Domenicali menyebut keberlanjutan kerja sama antara Verstappen dan Red Bull sebagai kabar yang sangat menggembirakan bagi Formula 1.
“Kabar Max bertahan di Red Bull untuk beberapa tahun ke depan adalah pemanis kue untuk akhir pekan ini," katanya.
Menurut Domenicali, Verstappen tidak hanya memiliki prestasi sebagai juara dunia, tetapi juga menjadi salah satu sosok penting dengan karakter kuat di lingkungan Formula 1.
Karena itu, keberadaannya tetap dianggap penting bagi daya tarik kejuaraan dunia.
Kepastian kontrak tersebut juga diharapkan mendorong Red Bull untuk semakin serius meningkatkan performa mobilnya.
Setelah isu mengenai masa depan Verstappen tidak lagi menjadi perhatian utama, fokus tim dapat sepenuhnya diarahkan untuk menghadirkan mobil kompetitif yang mampu mendukung ambisi sang pembalap.
Domenicali menilai langkah berikutnya bagi Red Bull adalah memberikan Verstappen paket mobil terbaik.
Dengan persaingan papan atas yang semakin ketat, performa teknis akan menjadi faktor penting dalam menentukan persaingan gelar juara dunia.
Zandvoort Tutup Babak dengan Catatan Positif
Grand Prix Belanda 2026 menjadi penampilan terakhir Zandvoort dalam kalender Formula 1.
Meski demikian, Domenicali tidak ingin momen tersebut dipandang semata-mata sebagai perpisahan yang penuh kesedihan.
Kembalinya Zandvoort ke kalender Formula 1 dalam beberapa tahun terakhir dinilai telah memberikan warna tersendiri.
Bahkan, sirkuit tersebut mampu mempertahankan atmosfer yang kuat di tengah tantangan besar, termasuk ketika ajang olahraga internasional harus beradaptasi dengan situasi pandemi Covid-19.
Menurut Domenicali, antusiasme penonton Belanda menjadi salah satu kekuatan utama penyelenggaraan balapan.
Energi dari tribun dan dukungan penggemar ikut menjadikan Zandvoort sebagai salah satu referensi penting dalam menciptakan atmosfer balapan.
Ia pun memilih mengingat pencapaian tersebut sebagai warisan positif, bukan sekadar kehilangan satu lokasi dari kalender Formula 1.
“Kami meninggalkan akhir pekan ini bukan dengan kesedihan karena kehilangan Zandvoort, tetapi dengan perasaan positif karena telah melakukan sesuatu yang unik dan akan tercatat dalam sejarah Formula 1," ujarnya.
Selama kembali menjadi tuan rumah Formula 1, Zandvoort berhasil membangun identitas yang kuat melalui kombinasi sirkuit yang khas dan dukungan penonton yang intens.
Penutupan babaknya di kalender tidak menghapus kontribusi tersebut.
Formula 1 2026 Masih Menawarkan Banyak Agenda
Domenicali juga melihat musim 2026 masih menyimpan banyak hal menarik.
Setelah balapan di Zandvoort, perhatian akan beralih ke Monza, sebelum Formula 1 memasuki tantangan baru di Madrid.
Madrid akan menjadi salah satu tambahan menarik karena untuk pertama kalinya kota tersebut hadir sebagai lokasi balapan dalam era terbaru Formula 1.
Kehadiran Madrid bukan hanya memperluas jangkauan kalender, tetapi juga membuka peluang baru di pasar yang memiliki potensi besar.
Selain Madrid, Malaysia juga kembali mendapat perhatian melalui agenda yang berkaitan dengan penyelenggaraan Grand Prix Bahrain.
Antusiasme terhadap kembalinya kawasan tersebut terlihat dari penjualan tiket yang berlangsung cepat.
Domenicali mengungkapkan bahwa tiket tribun telah habis terjual hanya dalam waktu beberapa pekan.
Penjualan tiket untuk area umum kemudian disiapkan untuk mengakomodasi permintaan yang masih tinggi.
Antusiasme tersebut menjadi indikasi bahwa Formula 1 masih memiliki daya tarik kuat di pasar yang sebelumnya tidak masuk kalender sejak 2017.
Respons tersebut sekaligus menunjukkan hasil dari upaya memperluas basis penggemar dan menghadirkan kalender yang lebih beragam.
Masa Depan Formula 1 Tetap Menjadi Fokus
Di tengah persaingan gelar yang semakin ketat, Formula 1 memasuki fase penting pada paruh kedua musim 2026.
Kepastian Verstappen bersama Red Bull hingga 2030 memberikan stabilitas bagi salah satu tim dan pembalap paling berpengaruh di grid.
Pada saat yang sama, perkembangan kalender menunjukkan bahwa Formula 1 terus berusaha menjaga keseimbangan antara mempertahankan pasar tradisional dan membuka ruang bagi destinasi baru.
Madrid menjadi contoh ekspansi ke wilayah baru, sedangkan Malaysia menunjukkan bagaimana pasar yang sempat keluar dari kalender masih mampu membangkitkan antusiasme besar ketika kesempatan kembali terbuka.
Kombinasi antara persaingan di lintasan, keberlanjutan karier Verstappen di Red Bull, serta perubahan komposisi kalender membuat musim 2026 masih menyimpan banyak cerita untuk diikuti.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : F1