RADAR BANYUWANGI - Misteri kebakaran yang berulang kali muncul pada sistem pengereman mobil balap Cadillac F1 akhirnya mulai terpecahkan. Tim teknis mengungkap bahwa sumber persoalan bukan berasal dari material rem, melainkan terganggunya aliran udara pada sistem pendingin yang menyebabkan piringan rem mengalami overheating hingga memicu api.
Temuan tersebut menjadi titik terang setelah tim melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa mobil. Cadillac F1 kini langsung menyiapkan redesain saluran pendingin rem atau brake duct sebagai solusi agar masalah serupa tidak kembali mengganggu performa mobil pada seri balapan Formula 1 berikutnya.
Informasi tersebut disampaikan dalam evaluasi teknis yang dilaporkan Crash.net dari Sirkuit Silverstone, Inggris, pada Senin (3/8/2026). Dalam kesempatan itu, perwakilan tim membeberkan hasil investigasi sekaligus langkah yang sedang dilakukan untuk meningkatkan keandalan mobil.
Sistem pengereman menjadi salah satu komponen paling vital dalam mobil Formula 1. Saat mobil melaju dengan kecepatan lebih dari 300 kilometer per jam, piringan rem karbon bekerja pada temperatur yang sangat tinggi. Agar tetap berada dalam rentang suhu ideal, panas harus dilepas melalui aliran udara yang masuk lewat brake duct.
Apabila suplai udara terganggu, panas akan terus terakumulasi sehingga suhu piringan rem meningkat drastis. Dalam kondisi ekstrem, material rem dapat melampaui batas toleransi panas dan memunculkan percikan api hingga kebakaran.
Hasil investigasi Cadillac F1 menunjukkan gangguan itulah yang menjadi penyebab utama insiden kebakaran rem yang sempat menjadi perhatian dalam proses pengembangan mobil mereka.
"Kami mengidentifikasi adanya gangguan aliran udara yang signifikan pada saluran pendingin rem. Ketika saluran tersebut terhambat atau tidak menyalurkan debit udara yang cukup saat kecepatan tinggi, piringan rem mengalami lonjakan suhu ekstrem yang melewati batas toleransi material hingga memicu timbulnya api," ujar juru bicara teknis Cadillac F1.
Setelah menemukan akar persoalan, Cadillac F1 langsung mengalihkan fokus pada pengembangan sistem pendingin rem. Tim teknik tengah merancang ulang desain brake duct agar distribusi udara menuju piringan rem berlangsung lebih merata pada berbagai kondisi lintasan.
Selain memperbaiki bentuk saluran udara, insinyur juga melakukan penyesuaian aerodinamika. Langkah tersebut diperlukan karena perubahan desain pendingin rem tidak boleh mengurangi downforce yang menjadi salah satu faktor utama performa mobil Formula 1 saat menikung maupun melaju di kecepatan tinggi.
"Fokus utama kami saat ini adalah meredesain komponen ducts dan melakukan penyesuaian aerodinamika agar sirkulasi udara ke piringan rem dapat berjalan optimal tanpa mengorbankan downforce mobil," lanjutnya.
Dalam Formula 1 modern, sistem pendingin rem tidak hanya berfungsi menjaga suhu piringan rem tetap stabil, tetapi juga memengaruhi konsistensi performa pengereman sepanjang balapan. Sedikit gangguan pada aliran udara dapat menyebabkan suhu meningkat drastis sehingga efektivitas pengereman menurun dan risiko kerusakan komponen menjadi lebih besar.
Karena itu, penyempurnaan brake duct menjadi salah satu pekerjaan penting bagi Cadillac F1 sebelum menghadapi seri berikutnya. Tim optimistis pembaruan desain tersebut mampu menghilangkan potensi kebakaran rem secara permanen sekaligus meningkatkan reliabilitas mobil ketika bersaing di lintasan.
Editor : Lugas Rumpakaadi