5 Alasan Lomba Voli Antar-RT Selalu Jadi Favorit Saat Perayaan 17 Agustus, Libatkan Warga hingga Hiburan Murah Meriah

Anita Rahma • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 13:48 WIB
Turnamen voli antar-RT di Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. (Anita untuk Radar Banyuwangi)
Turnamen voli antar-RT di Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. (Anita untuk Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia selalu identik dengan beragam lomba. Di antara banyak kegiatan yang digelar, turnamen bola voli antar-RT hampir tidak pernah absen dan selalu menjadi magnet bagi masyarakat.

Fenomena tersebut juga terlihat di Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Menjelang peringatan HUT RI, masyarakat berbondong-bondong mengikuti turnamen bola voli antar-RT. Lapangan dipenuhi pemain, panitia, dan penonton yang memberikan dukungan kepada tim dari lingkungan masing-masing. Antusiasme itu menjadi gambaran bahwa voli masih menjadi olahraga paling diminati dalam perayaan kemerdekaan.

Setidaknya ada lima alasan mengapa lomba voli antar-RT selalu menjadi favorit masyarakat.

Pertama, melibatkan banyak warga sekaligus. Dalam satu pertandingan, setiap tim diperkuat enam pemain di lapangan. Dengan sistem turnamen, puluhan warga dari berbagai RT ikut berpartisipasi sebagai pemain, pelatih, panitia, hingga suporter. Di Desa Telemung, keterlibatan perwakilan setiap RT membuat turnamen terasa sebagai pesta bersama, bukan sekadar kompetisi olahraga.

Kedua, menjadi sarana mempererat silaturahmi. Kesibukan sehari-hari sering membuat warga jarang berinteraksi. Turnamen voli menghadirkan ruang untuk berkumpul, saling mengenal, sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Bahkan, latihan bersama sebelum pertandingan menjadi momen membangun komunikasi dan kekompakan di lingkungan RT. Suasana tersebut tampak jelas dalam penyelenggaraan turnamen di Desa Telemung yang diikuti dengan antusias oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ketiga, menghadirkan hiburan yang murah dan meriah. Pertandingan voli kampung tidak hanya menyuguhkan persaingan memperebutkan kemenangan, tetapi juga hiburan bagi penonton. Aksi-aksi spontan pemain, sorak sorai pendukung, hingga suasana penuh canda membuat lapangan selalu ramai. Inilah yang terlihat di Desa Telemung, ketika setiap pertandingan menjadi tontonan yang menghidupkan suasana perayaan kemerdekaan.

Keempat, menumbuhkan semangat gotong royong dan kekompakan. Bola voli merupakan olahraga yang mengandalkan kerja sama tim. Semangat tersebut juga tercermin dalam persiapan turnamen. Warga bersama-sama membersihkan lapangan, memasang net, menyiapkan perlengkapan pertandingan, hingga mendukung tim kebanggaan RT masing-masing. Kebersamaan seperti inilah yang menjadi salah satu nilai utama dalam peringatan Hari Kemerdekaan.

Kelima, mudah diselenggarakan dengan fasilitas sederhana. Turnamen voli tidak membutuhkan stadion atau sarana olahraga yang mewah. Lahan kosong maupun jalan kampung yang memadai dapat disulap menjadi lapangan pertandingan. Peralatan yang dibutuhkan pun relatif sederhana, cukup net, bola voli, dan pembatas lapangan. Kemudahan tersebut membuat hampir setiap desa mampu menggelar turnamen secara mandiri, termasuk Desa Telemung.

Semarak turnamen voli antar-RT di Desa Telemung membuktikan bahwa perayaan 17 Agustus tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga memperkuat persatuan masyarakat. Melalui olahraga, warga dapat membangun kebersamaan, menjunjung sportivitas, serta menjaga tradisi gotong royong yang menjadi ciri khas kehidupan di lingkungan pedesaan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Voli Antar RT