Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tekuni Woodball Sejak SMP, Siswa SMK 17 Agustus 1945 Cluring Sabet Emas Kejurnas 2026

Bagus Rio Rohman • Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:23 WIB
APRESIASI: Ketua Perpenas Yunita Iliana bersama jajaran menyerahkan sertifikat dan uang pembinaan kepada Rizqi Herlambang. (Bagus Rio/Radar Banyuwangi)
APRESIASI: Ketua Perpenas Yunita Iliana bersama jajaran menyerahkan sertifikat dan uang pembinaan kepada Rizqi Herlambang. (Bagus Rio/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kerja keras bertahun-tahun akhirnya berbuah manis bagi Rizqi Herlambang. Siswa kelas XI SMK 17 Agustus 1945 Cluring itu sukses mempersembahkan medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Woodball 2026, sekaligus mengharumkan nama Banyuwangi di tingkat nasional.

Atas prestasi tersebut, Perkumpulan Gema Pendidikan Nasional (Perpenas) 17 Agustus 1945 Banyuwangi memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi.

Rizqi tampil pada nomor Stroke Competition Tim Putra Kelompok Usia 18 Tahun, nomor yang mengandalkan kerja sama empat atlet dalam mencatatkan jumlah pukulan terbaik untuk membawa bola melewati gate atau gawang kecil.

Keberhasilan itu tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolahnya, tetapi juga ikut memperkenalkan olahraga woodball kepada masyarakat.

Cabang olahraga asal Taiwan tersebut memadukan unsur strategi, ketepatan, dan konsentrasi, sehingga menuntut setiap atlet mampu menyelesaikan permainan dengan jumlah pukulan sesedikit mungkin.

Penghargaan kepada Rizqi diserahkan langsung oleh Ketua Perpenas Banyuwangi Yunita Iliana berupa piagam penghargaan dan uang pembinaan.

Yunita mengatakan, capaian Rizqi membuktikan bahwa pelajar Banyuwangi mampu bersaing di tingkat nasional, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga olahraga.

"SMK 17 Agustus 1945 selama ini memang banyak melahirkan siswa berprestasi di bidang nonakademik, baik olahraga, seni maupun bidang lainnya. Prestasi Rizqi ini tentu menjadi kebanggaan sekolah dan Banyuwangi," ujarnya.

Menurut Yunita, prestasi tersebut diharapkan menjadi pemantik lahirnya atlet-atlet muda baru di cabang woodball.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan dari berbagai pihak, Banyuwangi dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu daerah penghasil atlet woodball berprestasi di Indonesia.

"Keberhasilan Rizqi diharapkan menjadi pemantik lahirnya atlet-atlet muda Banyuwangi di cabang olahraga woodball.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak, Banyuwangi berpeluang menjadi salah satu daerah penghasil atlet woodball berprestasi di Indonesia," katanya.

Berlatih Sejak SMP, Tempaan di Lapangan Tampo Berbuah Emas

Di balik medali emas yang diraih, tersimpan proses panjang yang dimulai sejak Rizqi masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Ketertarikannya pada woodball membuatnya rutin mengikuti latihan dan berbagai kejuaraan hingga kemampuannya terus berkembang.

"Sejak SMP saya sudah ikut latihan woodball dan mengikuti berbagai kejuaraan. Dari situ saya semakin tertarik untuk terus mengembangkan kemampuan," ungkap Rizqi.

Kini, sebagai siswa kelas XI SMK 17 Agustus 1945 Cluring, ia tetap menjalani latihan rutin di Lapangan Tampo bersama rekan-rekan sesama atlet di bawah bimbingan pelatih.

"Tentu ada pelatihnya, latihannya di lapangan," ujarnya.

Meski berhasil menembus level nasional, Rizqi mengakui pembinaan woodball di Banyuwangi masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan sarana dan perlengkapan latihan.

Sebagian besar peralatan masih harus dibeli secara daring karena belum banyak tersedia di Banyuwangi.

"Peralatannya masih terbatas. Kebanyakan beli secara online karena belum banyak yang menjual di Banyuwangi," katanya.

Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari pihak sekolah yang memberikan ruang untuk mengembangkan bakatnya.

Menurut Rizqi, kesempatan mengikuti latihan hingga dukungan keberangkatan ke Kejurnas menjadi salah satu faktor penting di balik pencapaiannya.

"Sekolah sangat mendukung. Bahkan keberangkatan saya ke Kejurnas Woodball juga berkat sekolah," terangnya.

Prestasi yang diraih Rizqi menjadi bukti bahwa konsistensi berlatih, dukungan sekolah, dan pembinaan yang berkelanjutan mampu melahirkan atlet muda berprestasi.

Di tengah masih terbatasnya fasilitas, pelajar Banyuwangi kembali menunjukkan bahwa kerja keras dapat mengantarkan mereka berdiri di podium tertinggi tingkat nasional. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Rizqi Herlambang #Kejurnas Woodball #SMK Cluring #Woodball Banyuwangi #Prestasi pelajar