Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

343 Rider dari 4 Negara Siap Guncang Banyuwangi BMX Supercross 2026

Ali Sodiqin • Jumat, 26 Juni 2026 | 14:30 WIB
Banyuwangi BMX Supercross 2026 bakal pecahkan rekor, 343 rider dari empat negara siap beradu cepat pada 27-28 Juni 2026. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Banyuwangi BMX Supercross 2026 bakal pecahkan rekor, 343 rider dari empat negara siap beradu cepat pada 27-28 Juni 2026. (Humas Pemkab Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Kabupaten Banyuwangi kembali mengukuhkan diri sebagai salah satu pusat olahraga sepeda BMX di Indonesia. Sebanyak 343 rider dari empat negara dipastikan ambil bagian dalam Banyuwangi BMX Supercross 2026, sebuah kejuaraan internasional yang akan digelar di Sirkuit Internasional BMX Supercross Muncar pada 27–28 Juni 2026.

Jumlah peserta tahun ini melonjak drastis dibanding edisi sebelumnya. Tak hanya menjadi ajang adu kecepatan dan teknik, kompetisi yang telah masuk kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI) Class 1 itu juga menjadi magnet bagi atlet internasional untuk mengumpulkan poin peringkat dunia.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, Dwi Handayani, mengatakan antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini jauh melampaui ekspektasi.

"Total peserta yang sudah terdaftar mencapai 343 rider. Selain Indonesia, ada peserta dari Singapura, Thailand, dan Filipina yang akan ikut meramaikan Banyuwangi BMX Supercross 2026," ujar Dwi Handayani.

Berdasarkan data Dispora Banyuwangi, sebanyak 327 rider berasal dari Indonesia, sedangkan peserta mancanegara terdiri atas 11 rider dari Singapura, empat rider dari Thailand, dan satu rider dari Filipina.

Antusiasme juga terlihat dari banyaknya daerah yang mengirimkan atlet. Mataram menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan 46 rider, disusul Banyuwangi sebagai tuan rumah dengan 36 rider, serta Malang yang mengirimkan 24 rider.

Menurut Dwi, peningkatan jumlah peserta menjadi bukti bahwa Banyuwangi BMX Supercross semakin mendapat tempat di kalangan atlet nasional maupun internasional.

"Kalau dibandingkan tahun lalu, jumlah peserta meningkat cukup signifikan, dari 207 menjadi 343 rider. Ini menunjukkan kepercayaan para atlet terhadap kualitas penyelenggaraan dan lintasan di Banyuwangi terus meningkat," katanya.

Kejuaraan ini bukan sekadar agenda olahraga internasional. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga menargetkan dampak ekonomi yang lebih luas melalui sektor sport tourism.

Ratusan atlet, pelatih, ofisial, serta keluarga dan pendamping yang datang ke Banyuwangi diproyeksikan meningkatkan okupansi hotel, homestay, restoran, jasa transportasi, hingga pelaku UMKM di sekitar lokasi pertandingan.

Efek berganda tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi wisata olahraga unggulan di Indonesia, sekaligus memperkenalkan berbagai destinasi wisata daerah kepada peserta mancanegara.

Pada edisi 2026, Banyuwangi BMX Supercross mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari Challenge Boys & Girls, Challenge Men, Master, hingga kelas paling bergengsi seperti Championship Elite, Championship Junior, dan Championship U23.

Dengan status sebagai ajang UCI Class 1, kejuaraan ini memiliki nilai strategis bagi para rider yang tengah memburu poin peringkat internasional. Tak heran jika persaingan diprediksi berlangsung ketat sejak babak penyisihan hingga final.

Akhir pekan ini, perhatian pecinta BMX nasional maupun internasional akan tertuju ke Banyuwangi. Dari salah satu sirkuit BMX terbaik di Indonesia yang berstandar internasional, para rider terbaik siap menampilkan aksi spektakuler dalam perebutan podium Banyuwangi BMX Supercross 2026. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#UCI Class 1 #BMX Supercross #Rider BMX #Banyuwangi BMX #Sport Tourism