Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dari Jember ke Korea, Megawati Kini Digaji Hampir Rp3 Miliar Semusim

Ali Sodiqin • Jumat, 26 Juni 2026 | 00:00 WIB
Megawati Hangestri resmi gabung Hyundai Hillstate dan mendapat julukan baru “Kim Yeon-koung-nya Indonesia” dari media Korea Selatan. (Instagram @koran.jawapos)
Megawati Hangestri resmi gabung Hyundai Hillstate dan mendapat julukan baru “Kim Yeon-koung-nya Indonesia” dari media Korea Selatan. (Instagram @koran.jawapos)

RADARBANYUWANGI.ID - Dari sebuah kota di ujung timur Jawa Timur hingga menjadi salah satu pevoli paling diperhitungkan di Asia, perjalanan Megawati Hangestri Pertiwi menjadi kisah inspiratif yang tak lahir dalam semalam.

Kini, nama pemain berjuluk Megatron itu kembali menjadi sorotan setelah resmi bergabung dengan Hyundai E&C Hillstate dan dikabarkan menerima kontrak senilai US$170.000 atau sekitar Rp2,97 miliar untuk satu musim kompetisi V-League Korea Selatan 2026/2027.

Kepastian bergabungnya Megawati dengan Hyundai Hillstate menjadi salah satu transfer paling menyita perhatian di dunia voli Asia tahun ini. Selain karena status Hillstate sebagai klub elite Korea Selatan, nilai kontrak yang diterima pevoli asal Indonesia tersebut juga menunjukkan betapa tinggi apresiasi terhadap kualitas permainannya.

Namun, di balik kontrak miliaran rupiah itu tersimpan perjalanan panjang yang dimulai dari lapangan voli sederhana di Jember, Jawa Timur.

Tumbuh dari Jember, Bersinar Sejak Muda

Megawati Hangestri Pertiwi lahir di Jember pada 20 September 1999. Sejak kecil, ia telah menunjukkan minat besar terhadap olahraga, terutama bola voli.

Didukung postur tubuh yang menjulang dan kemampuan atletik di atas rata-rata, Megawati mulai serius menekuni olahraga tersebut saat masih remaja. Kemampuan menyerangnya berkembang pesat hingga membuatnya menjadi salah satu talenta muda paling menjanjikan di Indonesia.

Dengan tinggi badan sekitar 185 sentimeter, Megawati kemudian memilih posisi opposite hitter, peran yang menuntut kemampuan mencetak poin secara konsisten melalui serangan keras dari berbagai sudut lapangan.

Menjadi Atlet Profesional di Usia Belia

Karier profesional Megawati dimulai ketika usianya masih sekitar 14 tahun. Saat itu ia bergabung dengan Surabaya Bank Jatim dan tampil di Livoli Divisi Utama 2015.

Pada tahun yang sama, Megawati juga mulai merasakan atmosfer kompetisi kasta tertinggi bola voli Indonesia melalui Proliga bersama Jakarta Pertamina Energi Putri.

Penampilannya yang impresif membuat kariernya terus menanjak. Setelah membela Jakarta Pertamina hingga 2017, Megawati melanjutkan perjalanan bersama Jakarta BNI 46 Putri pada periode 2018 hingga 2019.

Konsistensinya di kompetisi domestik membuat namanya semakin dikenal sebagai salah satu opposite terbaik yang dimiliki Indonesia.

Menembus Panggung Internasional

Kesempatan bermain di luar negeri menjadi titik penting dalam perkembangan karier Megawati.

Pada musim 2020/2021, ia bergabung dengan klub Thailand, Supreme Chonburi-E.Tech. Pengalaman tersebut membuka jalannya menuju kompetisi yang lebih kompetitif di level Asia.

Tak lama berselang, Megawati kembali melanjutkan petualangan internasional dengan memperkuat Hà Phú Thanh Hóa di Vietnam pada 2022.

Meski aktif berkarier di luar negeri, Megawati tetap menjadi bagian penting berbagai klub Indonesia, termasuk Bandung BJB Tandamata, Jakarta Pertamina Fastron, hingga Jakarta BIN.

Red Sparks Jadi Titik Balik Karier

Nama Megawati mulai benar-benar melejit di Asia ketika terpilih melalui draft pemain Asia V-League dan bergabung dengan Daejeon JungKwanJang Red Sparks pada 2023.

Keputusan tersebut menjadi titik balik terbesar dalam kariernya.

Di Korea Selatan, Megawati tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi. Ia langsung menjelma menjadi mesin poin Red Sparks dan menjadi salah satu pemain asing paling ditakuti di V-League.

Spike keras yang menjadi ciri khasnya membuat publik Korea Selatan memberikan julukan "Megatron". Julukan itu terus melekat seiring performa impresif yang ditunjukkannya setiap pekan.

Bersama Red Sparks, Megawati berhasil membawa klub tersebut kembali menembus babak playoff setelah tujuh tahun absen. Pada musim berikutnya, ia bahkan mengantar tim mencapai final dan finis sebagai runner-up V-League.

Sejumlah penghargaan individu juga berhasil diraih. Di antaranya Pemain Terbaik Putaran 1 musim 2023/2024 serta Pemain Terbaik Putaran 3 dan 4 musim 2024/2025.

Andalan Timnas Indonesia

Kesuksesan Megawati tidak hanya terjadi di level klub. Sejak 2017, ia menjadi salah satu pilar utama Tim Nasional Voli Putri Indonesia.

Pengalamannya bermain di berbagai negara membuat kualitas permainannya semakin matang. Megawati kerap menjadi tumpuan tim nasional dalam berbagai kejuaraan internasional.

Prestasinya bersama Merah Putih juga tidak sedikit. Ia dinobatkan sebagai Opposite Terbaik ASEAN Grand Prix 2022 dan kembali meraih penghargaan serupa pada AVC Women's Challenge Cup 2023.

Pada SEA Games 2025 di Thailand, Megawati turut membantu Indonesia meraih medali perunggu setelah mengalahkan Filipina dalam perebutan tempat ketiga.

Sukses di Lapangan, Tuntas di Pendidikan

Di tengah kesibukannya sebagai atlet profesional, Megawati tetap menaruh perhatian besar pada pendidikan.

Ia tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen di Universitas Kahuripan Kediri sejak 2017. Empat tahun kemudian, ia berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa Megawati mampu menjaga keseimbangan antara karier olahraga dan pendidikan formal.

Hyundai Hillstate dan Kontrak Fantastis

Awal Mei 2026 menjadi babak baru dalam perjalanan karier Megawati. Hyundai E&C Hillstate secara resmi mengumumkan perekrutannya untuk menghadapi musim V-League 2026/2027.

Kehadirannya langsung mendapat sambutan besar dari media Korea Selatan dan penggemar voli.

Selain karena rekam jejaknya yang luar biasa bersama Red Sparks, nilai kontrak yang diterimanya juga menjadi perhatian publik. Megawati disebut memperoleh bayaran sebesar US$170.000 atau sekitar Rp2,97 miliar per musim.

Nominal tersebut menjadi salah satu kontrak paling prestisius yang pernah diterima pemain kuota Asia di kompetisi voli Korea Selatan.

Dari seorang remaja yang mengawali karier di Jember hingga menjadi bintang internasional dengan kontrak miliaran rupiah, perjalanan Megawati Hangestri menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan konsistensi mampu membawa atlet Indonesia bersaing di panggung tertinggi Asia.

Kini, bersama Hyundai Hillstate, Megatron memasuki babak baru dalam kariernya. Bukan hanya untuk mengejar gelar juara V-League yang selama ini menjadi impian, tetapi juga untuk semakin mengukuhkan nama Indonesia di kancah voli internasional. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#V-League Korea #Hyundai Hillstate #voli indonesia #Megatron #Megawati Hangestri