Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Yolla Yuliana dan Kisah Ketangguhan di Balik Julukan “Bidadari Voli”

Ali Sodiqin • Senin, 8 Juni 2026 | 11:30 WIB
Yolla Yuliana, pevoli putri Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia saat berlaga pada pertandingan Livoli di GOR Tawangalun, Banyuwangi, beberapa waktu lalu. (FOTO: ANGGER BONDAN/JAWA POS)
Yolla Yuliana, pevoli putri Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia saat berlaga pada pertandingan Livoli di GOR Tawangalun, Banyuwangi, beberapa waktu lalu. (FOTO: ANGGER BONDAN/JAWA POS)

RADARBANYUWANGI.ID - Di tengah sorotan gemerlap Proliga dan derasnya arus pemain muda yang bermunculan, nama Yolla Yuliana tetap berdiri sebagai salah satu figur paling konsisten dalam sejarah bola voli putri Indonesia. Bukan hanya karena parasnya yang kerap menyita perhatian publik, tetapi juga karena ketenangan, pengalaman, dan ketangguhan yang ia bawa di setiap pertandingan.

Lahir di Bandung, Jawa Barat, 16 Mei 1994, Yolla tumbuh dalam lingkungan yang lekat dengan olahraga. Sang ibu, mantan pemain voli, menjadi sosok awal yang memperkenalkannya pada dunia yang kini membesarkan namanya. Dari lapangan-lapangan kecil di Bandung, langkahnya perlahan menembus panggung nasional hingga Timnas Indonesia.

Dari Bandung ke Panggung Nasional

Perjalanan Yolla tidak instan. Ia memulai karier sejak usia belasan tahun sebelum akhirnya menembus klub-klub besar seperti Jakarta Elektrik PLN, Jakarta BNI 46, Bandung BJB Tandamata, hingga Jakarta Popsivo Polwan.

Di level klub, Yolla dikenal sebagai pemain serbabisa. Ia kerap dimainkan sebagai middle blocker maupun outside hitter, menjadikannya salah satu aset penting dalam rotasi tim.

Puncak karier klubnya terjadi saat ia membawa Bandung BJB Tandamata menjuarai Proliga 2022, sekaligus mengakhiri penantian panjang klub tersebut terhadap gelar juara.

Pilar Lama Timnas Indonesia

Di level internasional, Yolla adalah salah satu wajah lama Timnas voli putri Indonesia. Ia tercatat memperkuat skuad Merah Putih sejak 2008 dan menjadi bagian dari berbagai ajang besar seperti SEA Games dan AVC Cup.

Selama lebih dari satu dekade, ia ikut menyumbang medali perak SEA Games 2017 serta beberapa medali perunggu di edisi lainnya. Konsistensinya membuatnya dikenal sebagai salah satu pemain paling berpengalaman di generasinya.

Pada 2025, Yolla resmi mengakhiri kiprah panjangnya bersama Timnas setelah tampil di AVC Nations Cup, menutup perjalanan 14 tahun pengabdian.

Gaya Bermain dan Karakter di Lapangan

Di atas lapangan, Yolla dikenal memiliki postur ideal (sekitar 180 cm) yang mendukung gaya bermain agresif di lini depan. Blocking yang rapat, serangan cepat, serta kemampuan membaca permainan lawan menjadi keunggulan utamanya.

Namun, yang membuatnya menonjol bukan hanya teknik, melainkan ketenangan dalam situasi krusial—sebuah kualitas yang hanya dimiliki pemain berpengalaman.

Di Luar Lapangan: Figur Publik yang Populer

Popularitas Yolla tidak hanya lahir dari prestasi. Wajahnya yang fotogenik dan kepribadiannya yang tenang membuatnya kerap dijuluki “bidadari voli Indonesia” oleh publik.

Meski begitu, Yolla tetap menjaga jarak dari sorotan berlebihan dan lebih memilih dikenal karena performanya di lapangan ketimbang sensasi di luar arena.

Tetap Jadi Inspirasi

Meski tak lagi memperkuat Timnas, Yolla Yuliana masih aktif di kompetisi domestik. Keputusannya untuk tetap bermain di level klub menunjukkan bahwa semangatnya terhadap voli belum padam.

Bagi banyak pemain muda, Yolla adalah contoh bahwa karier panjang di olahraga bukan hanya soal bakat, tetapi juga disiplin, konsistensi, dan ketahanan mental. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Yolla Yuliana voli #profil pevoli Indonesia #bidadari voli #Proliga 2022 #timnas voli Indonesia