Digi MR Bikin Ketagihan, Peserta hingga Dispendik Minta Digelar Lagi

RADAR BANYUWANGI – Radar Banyuwangi Digital Mission Race (Digi MR) bukan sekadar lomba pramuka. Perpaduan misi pendidikan, petualangan, budaya, dan teknologi dalam ajang “Jelajah Banyuwangi, Tuntaskan Misi, Jaga Bumi” mendapat sambutan positif dari siswa, guru pendamping, hingga pemangku kebijakan. Mereka berharap kegiatan untuk jenjang SMP/MTs se-Banyuwangi itu bisa menjadi agenda rutin setiap tahun.
Ajang tersebut digelar di Glagah, Banyuwangi, Sabtu (22/8). Sejak peserta menjalankan misi dari satu pos ke pos berikutnya, Digi MR menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di ruang kelas.
Bagi peserta, tantangannya bukan hanya menyelesaikan perlombaan. Mereka harus menemukan pos, memecahkan misi, bekerja sama, sekaligus memanfaatkan pengetahuan dan teknologi yang dimiliki.
Konsep tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Pembelajaran tidak lagi hanya berorientasi pada kemampuan menghafal, tetapi juga mendorong kreativitas, pemecahan masalah, kolaborasi, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi.
Dispendik Minta Digi MR Berlanjut
Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian menjadi salah satu pihak yang memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Menurut dia, model kegiatan seperti Digi MR penting untuk terus dilakukan karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda kepada siswa. Namun, sosialisasi kegiatan juga perlu dilakukan lebih awal agar sekolah memiliki waktu yang cukup untuk memahami manfaat dan dampaknya bagi peserta didik.
“Saya minta kegiatan seperti ini harus terus dilakukan serta dikomunikasikan lebih awal agar pihak sekolah lebih tahu tentang dampak dan manfaatnya,” ujarnya.
Pesan tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan berbasis pengalaman seperti Digi MR tidak hanya dipandang sebagai aktivitas tambahan bagi siswa. Ada potensi pembelajaran yang bisa dikembangkan dan diintegrasikan dengan kebutuhan pendidikan di sekolah.
Tak Cukup Hanya di Ranah Pramuka
Kepala SMPN 1 Banyuwangi Ali Mustofa juga mendorong agar konsep Digi MR tidak berhenti pada kegiatan kepramukaan.
Menurut dia, masih banyak ruang pembelajaran di sekolah yang dapat dioptimalkan melalui pendekatan serupa. Karena itu, cakupan kegiatan dinilai perlu diperluas agar semakin banyak aspek pendidikan yang bisa dikemas secara kreatif.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




