RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menyampaikan permohonan maaf setelah gagal menyelesaikan balapan Moto3 Amerika Serikat 2026 akibat kecelakaan. Insiden tersebut terjadi saat ia tengah berjuang memperbaiki posisi di lintasan.
Balapan yang berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Minggu (29/3/2026) waktu setempat atau Senin (28/3/2026) dini hari WIB, awalnya berjalan cukup menjanjikan bagi Veda. Ia memulai dari posisi keempat dan sempat mempertahankan tempatnya di grup depan sebelum turun ke posisi kedelapan akibat ketatnya persaingan.
Dalam upaya bangkit, pembalap berusia 17 tahun itu menunjukkan performa agresif. Ia bahkan mencatatkan lap tercepat pada lap ketiga dan kembali merangsek ke barisan depan, terlibat duel sengit dengan Valentin Perrone dan Guido Pini.
Namun, nasib berkata lain. Memasuki lap kelima di tikungan 11, Veda kehilangan kendali dan mengalami high side. Ia terlempar dari motor, sementara motornya menghalangi jalur pembalap lain, Joel Esteban, yang kemudian ikut terjatuh setelah menabrak motor tersebut.
Beruntung, Veda tidak mengalami cedera serius. Ia mampu bangkit dan berjalan ke zona aman, meski dipastikan tidak dapat melanjutkan balapan.
Melalui unggahan di media sosial, Veda menyampaikan penyesalan sekaligus tekad untuk bangkit.
“Bukan akhir pekan yang baik bagi kami di Austin, tetapi kami mendapat pelajaran dan terus maju ke depan. Maafkan saya tim. Kami akan kembali lebih kuat,” ujarnya.
Sementara itu, jalannya balapan tetap berlangsung sengit hingga lap terakhir. Guido Pini keluar sebagai pemenang, disusul Maximo Quiles di posisi kedua dan Alvaro Carpe di posisi ketiga. Persaingan ketat juga melibatkan Perrone di barisan depan hingga garis finis.
Akibat gagal meraih poin di seri ini, Veda kini turun ke peringkat ketujuh klasemen sementara dengan koleksi 27 poin, tertinggal 38 angka dari pemuncak klasemen, Maximo Quiles.
Kegagalan ini menjadi pukulan bagi Veda, namun juga memberikan pelajaran penting dalam perjalanan kariernya di ajang balap dunia. Konsistensi dan kontrol di lintasan akan menjadi kunci bagi pembalap muda tersebut untuk kembali bersaing di seri berikutnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi