RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap muda Arvid Lindblad tampil mengejutkan dalam sesi kualifikasi F1 Grand Prix Jepang di Sirkuit Suzuka. Dengan pendekatan berani yang ia sebut sebagai “switch off the brain, hope for the best and send it”, rookie tim Racing Bulls itu berhasil menembus 10 besar, sekaligus menyingkirkan juara dunia Max Verstappen dari posisi tersebut.
Padahal, akhir pekan Lindblad jauh dari kata ideal. Ia kehilangan hampir seluruh sesi latihan bebas kedua (FP2) akibat masalah gearbox, serta tidak mendapatkan cukup putaran di FP3. Kondisi ini membuatnya datang ke sesi kualifikasi dengan ekspektasi rendah, bahkan hanya berharap lolos dari Q1.
“Sejujurnya, ini bukan pekan yang mudah sejauh ini. Saya melewatkan seluruh FP2 dan sebagian besar FP3 karena beberapa masalah, jadi saya punya ekspektasi yang cukup rendah,” ujar Lindblad kepada Sky Sports F1.
Namun, keterbatasan waktu di lintasan tidak menghalangi performanya. Dalam upaya terakhir di Q2, Lindblad mencatatkan waktu yang cukup untuk mengungguli Verstappen dan mengamankan tempat di Q3.
Ia mengungkapkan bahwa keberanian menjadi kunci dalam putaran krusial tersebut. “Saya bilang pada diri sendiri, saya hanya akan mematikan otak, berharap yang terbaik, dan langsung gas. Rasanya luar biasa di lintasan seperti ini,” katanya.
Hasil ini menjadi kebangkitan bagi Lindblad setelah performa naik turun di dua seri sebelumnya. Usai tampil impresif dan meraih poin pada debutnya di Grand Prix Australia, ia mengalami kesulitan di Grand Prix China dan hanya finis di posisi ke-12 akibat kesalahan.
Keberhasilan mengalahkan Verstappen juga tidak lepas dari kendala yang dialami tim Red Bull Racing. Pembalap asal Belanda itu mengakui timnya masih berjuang mengatasi masalah keseimbangan mobil yang berkontribusi pada selisih waktu 0,153 detik dari Lindblad.
Meski demikian, Lindblad tetap realistis menilai performanya di Q3. Ia mengakui masih ada ruang perbaikan dalam lap penentuan tersebut.
“Saya rasa saya tidak menjalankannya dengan sempurna di Q3. Mungkin saya terlalu senang dan kurang fokus. Tapi ini baru balapan ketiga saya, masih banyak yang harus dipelajari,” ujarnya.
Ia menutup dengan nada rendah hati, menegaskan bahwa pencapaiannya sudah melampaui ekspektasi awal. “Saya hanya senang bisa masuk Q3, karena saya tidak yakin kami sepenuhnya pantas berada di sana,” pungkasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi