RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap Mercedes, George Russell menegaskan bahwa timnya tidak ingin terlena dengan performa impresif mereka di awal musim Formula 1 2026. Menjelang Japanese Grand Prix, Russell menekankan pentingnya kewaspadaan di tengah persaingan ketat.
Russell saat ini memimpin klasemen sementara pembalap dengan keunggulan empat poin dari rekan setimnya, Kimi Antonelli. Ia membuka musim dengan kemenangan di Australia dan finis terdepan pada Sprint di China, sebelum harus puas finis kedua di Grand Prix China di belakang Antonelli.
Dominasi Mercedes di awal musim terlihat jelas, terutama dengan adaptasi cepat mereka terhadap regulasi baru 2026. Namun, Russell mengingatkan bahwa keunggulan tersebut bisa berubah dengan cepat seiring perkembangan tim pesaing seperti Ferrari, McLaren, dan Red Bull.
“Saat ini kami mungkin punya sedikit keunggulan atas Ferrari dan cukup unggul dari tim lain, tetapi situasi bisa berubah sangat cepat,” ujar Russell, dikutip F1.
Ia juga menyoroti potensi peningkatan dari rival-rivalnya. Red Bull disebut masih memiliki ruang pengembangan, sementara McLaren belum menghadirkan pembaruan signifikan pada mobilnya.
“Kami tidak menganggap remeh apa pun karena persaingan sangat ketat. Red Bull, McLaren, dan Ferrari pasti akan terus menekan kami. Masih terlalu dini untuk memikirkan gelar juara,” tambahnya.
Russell juga mengingatkan bahwa faktor keandalan mobil bisa menjadi penentu dalam musim panjang yang terdiri dari 22 balapan. Ia sendiri mengalami kendala teknis saat kualifikasi di China, yang berdampak pada hasil balapan.
Selain itu, masalah teknis juga menimpa McLaren yang gagal start akibat gangguan pada unit daya Mercedes. Hal ini mempertegas bahwa setiap tim berpotensi menghadapi risiko serupa.
“Ini musim yang panjang. Saya harap gelar tidak ditentukan oleh masalah reliabilitas. Apa yang terjadi di Shanghai menunjukkan itu bisa terjadi pada siapa saja,” jelas Russell.
Meski gagal meraih kemenangan di China, Russell tetap melihat hasil tersebut secara positif.
“Dengan semua masalah yang terjadi, saya melihatnya sebagai 18 poin yang didapat, bukan tujuh poin yang hilang. Awal musim ini sangat memuaskan,” pungkasnya.
Dengan 20 balapan tersisa, perebutan gelar juara dunia masih terbuka lebar. Mercedes memang memimpin, namun konsistensi dan keandalan akan menjadi kunci utama dalam perjalanan panjang musim ini.
Editor : Lugas Rumpakaadi