Pernyataan tersebut disampaikan Mascherano usai kemenangan dramatis 3-2 atas New York City FC di Yankee Stadium. Ia menekankan bahwa Messi justru berada dalam kondisi terbaiknya ketika terus bermain.
“Kami selalu berusaha menjaganya semaksimal mungkin. Namun, dia adalah tipe pemain yang merasa paling nyaman saat berada di lapangan. Itulah yang justru membantu kondisi fisiknya,” ujar Mascherano.
Mascherano memberikan keterangan melalui konferensi pers virtual karena sedang menjalani larangan mendampingi tim selama satu pertandingan, buntut kartu merah yang diterimanya dalam laga sebelumnya melawan Charlotte FC.
Ia menambahkan bahwa Messi kini akan bergabung dengan tim nasional Argentina, dan kondisi sang pemain akan terus dipantau setelah kembali.
“Kami akan mengevaluasi kondisinya dari hari ke hari. Jelas, dia adalah pemain vital bagi kami. Tanpa dia, akan sangat sulit, bahkan hampir mustahil, untuk mencapai target yang telah kami tetapkan,” tegasnya.
Mascherano juga menyadari bahwa Messi sedang memasuki fase akhir persiapan menuju Piala Dunia. Oleh karena itu, komunikasi intens menjadi kunci dalam menentukan keputusan terkait kebugaran sang megabintang.
Di sisi lain, Messi sendiri belum memastikan apakah akan tampil bersama Argentina di Piala Dunia 2026. Ia menyebut keputusan tersebut akan ditentukan berdasarkan kondisi fisik dan perasaannya menjelang turnamen yang akan digelar di Amerika Utara tersebut.
Setelah tersingkir dari CONCACAF Champions Cup usai kalah dari Nashville SC, Inter Miami kini hanya akan fokus menjalani pertandingan musim reguler Major League Soccer hingga Piala Dunia berlangsung.
Mascherano menilai jadwal tim relatif tidak terlalu padat dalam dua bulan ke depan.
“Tidak banyak pertandingan tengah pekan. Dalam sebagian besar waktu, kami hanya bermain satu kali dalam seminggu. Jadi, setiap kesempatan untuk memainkan Messi akan menjadi keuntungan besar bagi tim,” jelasnya.
Dalam laga melawan NYCFC, Messi tampil penuh selama 90 menit dan turut menyumbang satu gol dalam kemenangan 3-2 tersebut. Selanjutnya, ia akan memperkuat tim nasional Argentina pada jeda internasional Maret, menghadapi Mauritania pada 27 Maret dan Zambia pada 31 Maret.
Sebelumnya, Argentina dijadwalkan menghadapi Spanyol dalam ajang Finalissima di Qatar. Namun, pertandingan tersebut dibatalkan akibat konflik yang masih berlangsung di kawasan tersebut. Upaya negosiasi ulang antara CONMEBOL dan UEFA untuk menentukan jadwal dan lokasi baru juga tidak mencapai kesepakatan. (*)
Editor : Niklaas Andries