RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap Mercedes, George Russell, memperkirakan tim Scuderia Ferrari akan menjadi pesaing terdekat Mercedes pada akhir pekan balapan Chinese Grand Prix. Meski Mercedes memulai musim dengan sangat kuat, Russell menegaskan timnya tidak boleh lengah.
Mercedes mencatat hasil impresif pada seri pembuka musim di Australian Grand Prix di Melbourne. Russell berhasil finis pertama diikuti rekan setimnya, Kimi Antonelli, sehingga Mercedes meraih finis satu-dua di bawah regulasi baru musim 2026.
Hasil tersebut memicu spekulasi awal bahwa Mercedes berpotensi mendominasi perebutan gelar musim ini. Namun Russell menilai margin kemenangan di Melbourne tampak lebih besar karena keputusan strategi Ferrari yang tidak melakukan pit stop saat periode Virtual Safety Car.
“Charles memberi saya perlawanan yang serius di Melbourne dan dia sebenarnya berada di depan saya saat Virtual Safety Car,” ujar Russell saat sesi media di Shanghai, Jumat (13/3/2026), dikutip F1.
Ia menambahkan bahwa situasinya mungkin berbeda jika Ferrari mengambil keputusan strategi lain. “Jika dia melakukan pit stop saat VSC, saya rasa kami tidak akan finis satu-dua. Mungkin saya tetap bisa menang, tetapi pertarungannya akan jauh lebih ketat,” katanya.
Russell juga mengungkapkan bahwa kecepatan Mercedes saat kualifikasi sedikit mengejutkan. Meski begitu, menurutnya performa balapan sebenarnya cukup berimbang dengan Ferrari.
Akhir pekan ini Ferrari diperkirakan membawa peningkatan performa melalui penggunaan sayap belakang “flip-flop”, yang diyakini memberi keuntungan pada lintasan lurus panjang di Shanghai bagi Charles Leclerc maupun Lewis Hamilton.
Russell pun mengingatkan bahwa persaingan musim ini masih panjang. Ia juga menilai ancaman dari tim lain tetap nyata, termasuk performa cepat Max Verstappen serta potensi peningkatan dari McLaren dan Red Bull Racing.
“Kami tidak menganggap apa pun sudah pasti. Mobil kami memang kompetitif, tetapi Ferrari sangat dekat dan musim ini masih sangat panjang,” tegas Russell.
Editor : Lugas Rumpakaadi