RADARBANYUWANGI.ID - Max Verstappen mengakui dirinya tidak pernah mengalami kejadian seperti yang menimpanya dalam sesi kualifikasi pertama musim Formula 1 2026 di Albert Park, Melbourne, Sabtu (7/3/2026).
Juara dunia empat kali tersebut terpaksa mengakhiri kualifikasi lebih awal setelah insiden tak terduga di Q1 Grand Prix Australia mengirimnya langsung ke barrier.
Segalanya tampak normal ketika Verstappen memulai lap pertamanya untuk bersaing dengan waktu terbaik George Russell dari Mercedes.
Namun tepat saat ia menginjak rem di tikungan 1, sesuatu yang tidak biasa terjadi.
"Saya baru saja menginjak rem dan tiba-tiba poros belakang benar-benar terkunci tanpa alasan yang jelas. Saya tidak tahu mengapa atau bagaimana itu bisa terjadi," ujar Verstappen usai sesi.
"Saya belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya dalam karier saya. Poros belakang benar-benar terkunci, dan tentu saja Anda tidak bisa menyelamatkan mobil lagi dalam kecepatan seperti itu," imbuhnya.
Mobil RB22 miliknya melayang di atas kerikil sebelum menghantam barrier.
Meski benturannya tidak terlalu keras, setir terlepas dari tangannya dan mengharuskan pembalap Belanda itu menjalani pemeriksaan di pusat medis sirkuit.
Verstappen dinyatakan tidak mengalami cedera berarti.
Namun kondisi berbeda dialami mobilnya.
Kerusakan yang cukup parah pada RB22 memaksa tim Red Bull bekerja keras untuk mempersiapkan kendaraan itu kembali sebelum balapan utama 58 lap yang digelar Minggu (8/3/2026).
Verstappen juga menduga masalah muncul bahkan sebelum proses pengereman berlangsung.
"Saya rasa sudah terjadi kesalahan sebelum downshift karena saat menginjak pedal, langsung terkunci di puncak tekanan rem. Sesuatu yang sangat aneh," katanya dalam wawancara dengan Sky Sports F1, sembari mengakui masih banyak hal yang perlu dikuasai tim terkait mobil baru ini.
Verstappen akan memulai balapan dari posisi terbawah grid bersama Carlos Sainz dan Lance Stroll.
Editor : Lugas Rumpakaadi