RADARBANYUWANGI.ID - Persija Jakarta harus merelakan tiga poin yang sudah di depan mata sirna pada menit-menit akhir. Macan Kemayoran dipaksa berbagi angka 2-2 oleh Borneo FC Samarinda dalam laga pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 di Jakarta International Stadium (JIS), Selasa (3/3/2026) malam.
Pertandingan berlangsung ketat sejak peluit awal. Kedua tim langsung bermain terbuka dan saling menekan. Persija mencoba membangun serangan lewat kombinasi umpan pendek, sementara Borneo mengandalkan transisi cepat. Meski sejumlah peluang tercipta, babak pertama berakhir tanpa gol.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat. Persija akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-47. Sundulan Gustavo Almeida memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan tak mampu diantisipasi kiper Borneo. Gol tersebut membakar semangat ribuan suporter yang memadati JIS.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Pada menit ke-61, Juan Villa melepaskan tembakan jarak jauh yang mengarah ke pojok gawang. Bola meluncur deras dan gagal dijangkau penjaga gawang Persija. Skor berubah menjadi 1-1.
Persija tidak tinggal diam. Tekanan terus dilancarkan hingga akhirnya kembali unggul pada menit ke-74. Fabio Calonego mencetak gol lewat tembakan keras dari luar kotak penalti. Stadion bergemuruh menyambut gol tersebut. Pada momen itu, kemenangan seakan sudah dalam genggaman tuan rumah.
Namun, drama terjadi di masa injury time. Tepat pada menit ke-90+4, Ikhsan Nul Zikrak memanfaatkan bola muntah di dalam kotak penalti dan menceploskan bola ke gawang Persija.
Gol tersebut sempat melalui tinjauan VAR untuk memastikan tidak terjadi offside. Setelah pengecekan, wasit mengesahkan gol penyeimbang tersebut.
Hasil ini membuat Persija tetap menempati posisi kedua klasemen sementara dengan 51 poin dari 24 pertandingan. Mereka tertinggal tiga angka dari pemuncak klasemen, Persib Bandung, yang telah mengoleksi 54 poin.
Sementara itu, Borneo FC terus menempel ketat di peringkat ketiga dengan 50 poin dari 23 laga. Tambahan satu angka di Jakarta menjaga peluang mereka dalam persaingan papan atas musim ini.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Menurutnya, timnya harus mampu mengelola permainan lebih baik saat sudah unggul.
"Ini hasil yang sangat menyakitkan. Kami dua kali memimpin tapi gagal meraih kemenangan. Kami harus belajar mengelola permainan di menit-menit akhir," ujarnya seusai pertandingan.
Hasil imbang ini membuat persaingan papan atas BRI Super League 2025/2026 semakin terbuka. Persija gagal memberi tekanan maksimal kepada Persib, sementara Borneo FC menunjukkan konsistensi sebagai penantang serius dalam perburuan gelar.
Editor : Ali Sodiqin