RADARBANYUWANGI.ID - Malam penuh drama tercipta di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (2/3). Tuan rumah PSM Makassar harus menelan pil pahit usai takluk 2-4 dari tamunya, Persita Tangerang, dalam lanjutan Super League musim 2025/2026.
Hasil ini sekaligus memperpanjang tren negatif Juku Eja menjadi empat kekalahan beruntun. Sebaliknya, Pendekar Cisadane menunjukkan mental baja dengan comeback impresif setelah sempat tertinggal dua gol lebih dulu.
PSM langsung tancap gas sejak peluit awal dibunyikan. Tekanan demi tekanan yang dibangun tim asuhan Bernardo Tavares membuahkan hasil di menit kesembilan. Wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang.
Kapten PSM, Yuran Fernandes, yang maju sebagai algojo, sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Sepakannya tak mampu dijangkau kiper Persita. Skor berubah menjadi 1-0 dan stadion bergemuruh.
Dominasi tuan rumah berlanjut. Pada menit ke-25, Aloisio Neto menggandakan keunggulan menjadi 2-0 lewat sundulan keras memanfaatkan umpan silang akurat Daisuke Sakai. Persita tampak goyah dan kesulitan keluar dari tekanan.
Tertinggal dua gol tak membuat Persita kehilangan arah. Justru dari situ terlihat karakter kuat tim tamu. Momentum kebangkitan hadir pada menit ke-35 setelah Rayco Rodriguez dijatuhkan Ananda Raihan di area terlarang.
Andrejic Aleksa yang dipercaya sebagai eksekutor menuntaskan penalti dengan tenang. Skor berubah menjadi 2-1 dan semangat pemain Persita kembali menyala.
Hanya berselang tiga menit, publik Parepare terdiam. Pablo Ganet melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti yang menghujam sudut gawang Reza Arya. Gol spektakuler itu membuat kedudukan imbang 2-2 sebelum turun minum.
Memasuki paruh kedua, ritme permainan berubah total. Persita tampil lebih percaya diri dan menguasai lini tengah. PSM justru kesulitan mengembangkan permainan dan beberapa kali kehilangan bola di area krusial.
Gol yang ditunggu akhirnya datang di menit ke-75. Andrejic Aleksa mengirim umpan terobosan matang yang disambut Rayco Rodriguez. Tanpa kontrol berlebihan, striker asal Spanyol itu melepaskan tembakan terarah yang tak mampu dibendung Reza Arya. Skor berbalik menjadi 3-2 untuk Persita.
PSM mencoba bangkit di sisa waktu pertandingan. Namun solidnya lini belakang Persita membuat upaya tuan rumah selalu kandas.
Alih-alih menyamakan skor, PSM kembali kebobolan di menit ke-88. Hokky Caraka yang masuk sebagai pemain pengganti sukses memanfaatkan celah di pertahanan Juku Eja dan mencetak gol keempat. Skor 4-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan dramatis ini mengangkat Persita Tangerang ke posisi keenam klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan koleksi 38 poin. Peluang menembus papan atas pun semakin terbuka lebar.
Sebaliknya, PSM Makassar semakin terpuruk di peringkat ke-13 dengan 23 poin. Mereka kini hanya berjarak lima angka dari zona degradasi, situasi yang tentu mengkhawatirkan bagi tim kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut.
Empat kekalahan beruntun menjadi alarm serius bagi PSM untuk segera berbenah. Konsistensi dan fokus di lini pertahanan menjadi pekerjaan rumah besar jika tak ingin terjerembab lebih dalam.
Di sisi lain, performa luar biasa Persita menjadi bukti bahwa mereka memiliki karakter juara. Tertinggal dua gol di kandang lawan bukan perkara mudah untuk dibalikkan. Namun Pendekar Cisadane menunjukkan mentalitas pantang menyerah yang patut diacungi jempol.
Super League 2025/2026 kian memanas. Jika konsistensi ini terjaga, bukan tak mungkin Persita akan menjadi salah satu kuda hitam yang diperhitungkan hingga akhir musim.
Editor : Ali Sodiqin