Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tanpa Thom Haye, Siapa Pengganti Pengatur Tempo Timnas Indonesia di FIFA Series 2026?

Bayu Shaputra • Senin, 2 Maret 2026 | 20:45 WIB

Ivar Jenner.
Ivar Jenner.

RADARBANYUWANGI.ID - Ketiadaan Thom Haye menjadi ujian perdana bagi pelatih anyar John Herdman menjelang FIFA Series 2026.

Gelandang berusia 30 tahun itu harus menepi akibat sanksi empat pertandingan buntut pelanggaran disiplin pada ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Absennya sosok pengatur tempo yang dikenal akurat dalam distribusi bola tersebut jelas meninggalkan lubang di lini tengah Timnas Indonesia.

Dalam beberapa laga terakhir, Haye menjadi poros permainan, menjembatani lini belakang dan depan lewat umpan-umpan progresif yang presisi. Tanpa dirinya, Herdman dipaksa memutar otak mencari komposisi alternatif yang tetap menjaga keseimbangan permainan.

FIFA Series 2026 akan digelar pada 27 dan 30 Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Ajang ini bukan sekadar turnamen uji coba, melainkan panggung evaluasi besar bagi Herdman untuk menentukan kerangka utama tim.

Pada laga pembuka, Indonesia dijadwalkan menghadapi Saint Kitts and Nevis national football team. Jika mampu meraih kemenangan, skuad Garuda akan melaju ke partai final menghadapi pemenang laga antara Bulgaria national football team kontra Solomon Islands national football team.

Format tersebut membuat setiap pertandingan memiliki bobot kompetitif. Herdman tidak hanya dituntut meraih hasil positif, tetapi juga menemukan keseimbangan taktik yang dapat menjadi fondasi menuju agenda besar selanjutnya, termasuk Piala Asia 2027 dan lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Di tengah situasi ini, nama Ivar Jenner mencuat sebagai kandidat terkuat pengganti Haye. Karakter permainannya dinilai memiliki kemiripan, terutama dalam hal distribusi bola, ketenangan saat ditekan, serta fleksibilitas bermain sebagai gelandang bertahan maupun box-to-box.

Pemain kelahiran 10 Januari 2004 tersebut kini memperkuat Dewa United Banten di Super League, setelah sebelumnya berpisah secara mutual dengan FC Utrecht pada 2 Februari 2026.

Kepindahan Jenner ke kompetisi domestik menjadi keuntungan tersendiri bagi tim pelatih. Proses pemanggilan kini tidak lagi terkendala agenda klub luar negeri maupun jarak tempuh perjalanan panjang.

Dengan 18 caps bersama Timnas Indonesia senior, gelandang berusia 22 tahun itu memiliki pengalaman internasional yang cukup untuk memikul tanggung jawab di laga-laga penting.

Secara taktis, Jenner dikenal disiplin menjaga posisi, berani melakukan duel, dan memiliki visi permainan yang berkembang pesat. Jika diberi kepercayaan, FIFA Series 2026 bisa menjadi panggung pembuktiannya sebagai suksesor alami Haye.

Selain Jenner, opsi lain yang mulai diperhitungkan adalah Jordy Wehrmann. Pemain kelahiran Den Haag, 25 Maret 1999 itu menegaskan bahwa proses naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia telah berjalan dan ia siap membela Merah Putih.

Wehrmann yang memiliki darah Indonesia dari sang ibu saat ini tampil konsisten bersama Madura United. Sepanjang musim Super League 2025-2026, ia mencatatkan tiga gol dan tiga assist dari 18 pertandingan—kontribusi yang cukup impresif untuk gelandang bertahan.

Eks kapten tim muda Feyenoord itu dikenal sebagai gelandang dengan visi permainan tajam dan kemampuan membaca arah serangan lawan. Ia piawai memotong alur distribusi bola serta menjaga kedalaman lini tengah.

Meski proses naturalisasi diperkirakan rampung dalam waktu dekat, Wehrmann dipastikan belum akan memperkuat Indonesia pada FIFA Series 2026. Namun dalam proyeksi jangka panjang, ia berpotensi menjadi salah satu pilar penting menuju Piala Asia 2027.

Bagi Herdman, tantangan ini datang lebih cepat dari perkiraan. Kehilangan satu pemain kunci sebelum turnamen resmi pertamanya memimpin Indonesia tentu bukan situasi ideal. Namun di sisi lain, kondisi tersebut bisa menjadi momentum untuk menguji kedalaman skuad.

FIFA Series 2026 menjadi langkah awal membangun fondasi tim yang lebih solid dan kompetitif. Dengan kombinasi pemain muda potensial seperti Jenner dan proyeksi naturalisasi Wehrmann, lini tengah Indonesia tetap memiliki opsi menjanjikan.

Kini, publik menanti bagaimana racikan strategi Herdman di Stadion Utama Gelora Bung Karno akhir Maret nanti. Tanpa Thom Haye, panggung terbuka bagi wajah baru untuk menjawab tantangan dan memperkuat fondasi Garuda menuju level yang lebih tinggi.

John Herdman, Thom Haye, Ivar Jenner, Jordy Wehrmann, FIFA Series 2026, Timnas Indonesia, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kualifikasi Piala Dunia 2026, Piala Asia 2027

Editor : Ali Sodiqin
#Jordy Wehrmann #Ivar Jenner #FIFA series 2026 #John Herdman