Tiga bulan setelah duel dramatis lima gol di Etihad Stadium yang dimenangkan City lewat gol injury time Phil Foden, kedua tim kembali berhadapan dalam situasi yang sama-sama krusial.
Momentum Leeds: Sulit Dikalahkan, Tapi Mudah Kehilangan Keunggulan
Sejak dibantai 0-4 oleh Arsenal pada akhir Januari, Leeds menunjukkan respons positif. Sepanjang Februari, tim asuhan Daniel Farke tak terkalahkan di liga, mengoleksi lima poin dari tiga pertandingan dengan 1 menang, 2 imbang, serta lolos ke putaran keempat Piala FA.
Kemenangan penting 3-1 atas Nottingham Forest disusul dua hasil imbang tandang melawan Chelsea 2-2 dan Aston Villa 1-1. Gol tendangan bebas spektakuler Anton Stach dari jarak 35 yard saat menghadapi Villa sayangnya sirna akibat gol penyeimbang menit ke-88.
Meski cukup solid, Leeds memiliki masalah klasik: gagal mempertahankan keunggulan. Dalam 43 laga kasta tertinggi sejak musim 2021-2022 saat mencetak gol lebih dulu, mereka hanya mencatat tujuh clean sheet. Bahkan, dalam 21 laga terakhir ketika unggul 1-0 di babak pertama, Leeds selalu kebobolan.
Saat ini Leeds berada di posisi ke-15 klasemen, hanya enam poin di atas zona degradasi. Tantangan besar menanti, terutama karena mereka kalah dalam lima pertemuan terakhir kontra Man City di liga.
Manchester City: Mengejar Arsenal, Tak Boleh Tergelincir
Baca Juga: Pembongkaran 3 Warung Mangkrak di Terminal Muncar Banyuwangi, Disiapkan untuk Bangkitkan UMKM Warga
Beberapa pekan lalu, City tertinggal sembilan poin dari Arsenal sebelum melakukan comeback dramatis di Anfield. Sejak itu, kemenangan atas Fulham dan Newcastle membawa pasukan Pep Guardiola kembali ke jalur perburuan gelar.
Kemenangan 2-1 atas Newcastle United pekan lalu ditentukan dua gol talenta akademi Nico O’Reilly. Meski Arsenal kembali unggul lima poin usai memenangi Derbi London Utara melawan Tottenham Hotspur, City masih memiliki satu laga tunda. Kemenangan di Elland Road akan memangkas jarak menjadi dua poin saja.
Dengan 11 laga tersisa, pertanyaan besar muncul, mampukah skuad anyar City, yang dihuni beberapa pemain tanpa pengalaman juara Liga Inggris, menjaga konsistensi hingga akhir musim?
Statistik mendukung optimisme. City hanya kalah sekali dalam 14 laga liga ketika bermain sehari sebelum Arsenal. Selain itu, mereka memenangi 24 dari 27 laga terakhir melawan tim promosi, meski satu-satunya kekalahan tersebut datang dari Leeds pada April 2021.
Kabar Terkini Skuad
Leeds United
Leeds hanya memiliki satu masalah cedera serius, yakni Noah Okafor (hamstring). Gabriel Gudmundsson masih akan dipantau kondisinya setelah sempat sakit.
Farke diperkirakan tetap memakai formasi lima bek dengan James Justin, Joe Rodon, dan Patrick Struijk di jantung pertahanan. Anton Stach kembali menjadi andalan di lini tengah ofensif bersama Brenden Aaronson, sementara Dominic Calvert-Lewin diplot sebagai ujung tombak.
Perkiraan Susunan Pemain Leeds: Darlow; Justin, Rodon, Struijk; Bogle, Ampadu, Gruev, Gudmundsson; Stach, Aaronson; Calvert-Lewin.
Manchester City
City belum bisa diperkuat Josko Gvardiol dan Mateo Kovacic karena cedera, sementara Jeremy Doku masih diragukan.
Nico O’Reilly berpeluang kembali starter di lini tengah bersama Rodri dan Bernardo Silva. Di lini depan, Erling Haaland tetap menjadi ancaman utama.
Striker asal Norwegia itu mencetak dua gol saat terakhir kali bertandang ke Elland Road pada Desember 2022 dan berpeluang mencatat rekor baru jika kembali mencetak lebih dari dua gol dalam dua kunjungan beruntun.
Perkiraan Susunan Pemain Manchester City: Donnarumma; Nunes, Dias, Guehi, Ait-Nouri; Rodri, O’Reilly; Bernardo, Foden; Semenyo, Haaland.
Prediksi Skor: Leeds United 2-2 Manchester City
Secara kualitas dan konsistensi, Manchester City jelas lebih diunggulkan. Rekor tandang mereka melawan Leeds juga positif dalam dua kunjungan terakhir.
Namun, Elland Road bukan tempat yang mudah ditaklukkan, terlebih Leeds kerap tampil agresif saat menghadapi tim besar. Dukungan penuh publik tuan rumah bisa menjadi faktor pembeda.
Pertandingan ini berpotensi kembali menghadirkan banyak gol. City memiliki daya ledak tinggi, tetapi kelemahan defensif Leeds yang kerap kehilangan fokus juga bisa dimanfaatkan.
City mungkin kembali kehilangan poin penting dalam perburuan gelar, sementara Leeds mengamankan hasil berharga untuk menjauh dari zona merah. (*)
Editor : Niklaas Andries