Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Liverpool Terancam Pangkas Gaji Pemain 25%! Gagal ke Liga Champions Bisa Picu Krisis Finansial

Niklaas Andries • Jumat, 20 Februari 2026 | 06:45 WIB

AMBIL SIKAP: Pendukung Liverpool beri atensi atas konflik Slot-Salah
AMBIL SIKAP: Pendukung Liverpool beri atensi atas konflik Slot-Salah
RADARBANYUWANGI.ID - Liverpool menghadapi tekanan besar menjelang akhir musim Premier League. Laporan terbaru menyebutkan bahwa para pemain The Reds bisa mengalami pemotongan gaji hingga 25% apabila klub gagal lolos ke Liga Champions musim depan.

Liverpool dijadwalkan menghadapi Nottingham Forest akhir pekan ini. Namun, mereka berpotensi tertinggal lima poin dari posisi keempat jika Chelsea meraih kemenangan atas Burnley sehari sebelumnya.

Padahal, pelatih Arne Slot sebelumnya digadang-gadang mampu membawa Liverpool kembali bersaing di papan atas setelah klub menggelontorkan dana hingga £450 juta untuk belanja pemain pada musim panas 2025. Namun kenyataannya, The Reds kini tertahan di peringkat keenam klasemen.

Dalam delapan laga liga terakhir, Slot hanya mampu mempersembahkan dua kemenangan. Situasi ini memperbesar risiko Liverpool gagal finis di lima besar, meskipun Inggris berpeluang mendapatkan jatah lima tim ke Liga Champions.

Pakar keuangan Stefan Borson kepada Football Insider menyebutkan bahwa klausul pemotongan gaji sebesar 25% kemungkinan berlaku jika Liverpool gagal menembus lima besar. Kebijakan tersebut dinilai bisa membantu klub menekan potensi kerugian finansial akibat absen dari kompetisi elite Eropa.

Peluang Liverpool Finis Lima Besar

Saat ini, Liverpool tertinggal dua poin dari Chelsea di posisi kelima dan tiga poin dari Manchester United di peringkat keempat. Meski demikian, jadwal pertandingan ke depan relatif menguntungkan.

Dalam empat laga berikutnya, Liverpool akan menghadapi Nottingham Forest, West Ham United, Wolverhampton Wanderers, dan Tottenham Hotspur, tim-tim yang berada di papan bawah klasemen.

Secara teori, The Reds seharusnya mampu meraih poin maksimal. Namun, tekanan perebutan gelar dan ancaman degradasi membuat lawan-lawan tersebut tetap berbahaya.

Di empat laga terakhir musim ini, Liverpool masih harus menghadapi Chelsea di Anfield dan Manchester United di Old Trafford. Untuk mengamankan tiket Liga Champions, mereka kemungkinan harus unggul poin sebelum memasuki fase krusial tersebut.

Bursa Transfer Musim Panas 2026 Jadi Penentu

Meski telah memecahkan sejumlah rekor transfer pada musim panas 2025, Liverpool diperkirakan tetap membutuhkan perombakan signifikan pada musim panas 2026.

Bek tengah Ibrahima Konate dan bek kiri Andrew Robertson berpotensi hengkang secara gratis di akhir musim. Sementara itu, Mohamed Salah terus dikaitkan dengan kemungkinan transfer keluar.

Selain itu, lini tengah Liverpool sepanjang musim ini dinilai kurang solid dan membutuhkan penyegaran. Klub diperkirakan perlu mendatangkan beberapa pemain pelapis sekaligus starter baru.

Kegagalan lolos ke Liga Champions bukan hanya berdampak pada finansial, tetapi juga dapat menghambat kemampuan klub dalam menarik pemain-pemain elite Eropa.

Musim panas mendatang akan menjadi momen krusial bagi Liverpool. Tiket Liga Champions bisa menjadi pembeda antara kebangkitan besar atau periode penurunan performa di Anfield. (*)

Editor : Niklaas Andries
#gaji pemain #krisis finansial #Liverpool #liga champions