RADARBANYUWANGI.ID - Lewis Hamilton akhirnya buka suara mengenai “keputusan sulit” untuk berpisah dengan mantan race engineer-nya di Ferrari, Riccardo Adami.
Juara dunia tujuh kali itu mengakui bahwa belum adanya pengganti permanen berpotensi menjadi faktor yang merugikan performanya pada musim Formula 1 mendatang.
Usai musim pertamanya bersama Ferrari, tim mengonfirmasi bahwa Adami akan menempati peran baru di akademi Ferrari.
Untuk sementara, posisi race engineer Hamilton diisi oleh Carlo Santi, yang sebelumnya bekerja dengan Kimi Raikkonen serta bertugas di remote garage.
Namun, Hamilton memberi sinyal bahwa solusi ini belum bersifat jangka panjang.
“Pertama, dengan Riccardo, ini adalah keputusan sulit yang cukup sulit, dan saya sangat bersyukur atas kerja kerasnya di musim lalu, dan tentunya kesabarannya. Itu adalah musim yang sulit bagi kami,” ujar Hamilton saat ditemui media dalam tes pramusim resmi di Bahrain, Rabu (11/2/2026), dikutip F1.
Pembalap berusia 41 tahun itu menekankan pentingnya stabilitas dalam tim teknis.
Menurutnya, pergantian engineer di awal musim bukanlah kondisi ideal.
“Ini adalah era yang sulit, karena ini bukan solusi jangka panjang. Solusi yang saya punya hanya di beberapa balapan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa situasi ini bisa menjadi kerugian bagi Hamilton, karena dirinya harus kembali beradaptasi di tengah musim yang kompetitif.
Meski demikian, Hamilton berusaha realistis.
“Namun ini situasi yang harus saya hadapi, dan saya akan mencoba yang terbaik,” tegasnya.
Ferrari sendiri disebut berupaya membuat transisi berjalan semulus mungkin.
Setelah dua tes pramusim di Bahrain pada 11–13 dan 18–20 Februari, perhatian kini tertuju pada Grand Prix Australia pada 6–8 Maret, yang akan menjadi pembuka musim dan ujian awal bagi kolaborasi baru Hamilton di Ferrari.
Editor : Lugas Rumpakaadi