RADARBANYUWANGI.ID - Adrian Newey akhirnya mengungkap kisah di balik desain perdananya bersama Aston Martin, AMR26, yang telah menjalani shakedown di Barcelona dan resmi diperkenalkan di Arab Saudi.
Sosok legendaris Formula 1 itu menyebut proses tersebut sebagai perjalanan emosional penuh dedikasi.
“Sebuah perjalanan panjang, emosial, dan penuh kerja keras untuk membawanya hingga ke Barcelona,” ujar Newey, dikutip F1, Rabu (11/2/2026).
Mobil yang pertama kali diuji coba tampil polos tanpa livery karena keterbatasan waktu.
“Kami tak punya waktu untuk mengecatnya, namun itu luar biasa,” katanya, mengenang momen awal mobil keluar dari garasi dengan Lance Stroll di balik kemudi.
Ia bahkan mengaku hampir menitikkan air mata bersama Lawrence Stroll saat menyaksikan momen tersebut.
Bergabung sebagai Managing Technical Partner dan kini merangkap Team Principal untuk musim 2026, Newey menilai Aston Martin telah mengalami kemajuan signifikan.
Ia memuji fasilitas AMR Technology Campus di Silverstone sebagai yang terbaik di F1.
“Visi Lawrence dan investasi yang diberikannya pada kami, tak perlu diragukan, fasilitas terbaik di F1,” tegasnya.
Namun, ia menekankan bahwa fasilitas canggih bukan satu-satunya faktor penentu.
“Yang terpenting personel, dan bagaimana mereka bisa bekerja sama,” cetusnya.
Menurutnya, kekompakan tim menjadi fondasi penting menghadapi regulasi baru F1 2026.
Menatap uji coba pramusim di Bahrain dan balapan pembuka di Melbourne, Newey tetap realistis.
“Kapanpun ada perubahan regulasi, selalu ada kesempatan besar, hanya waktu yang bisa berbicara,” katanya.
Ia memperkirakan perkembangan mobil akan sangat pesat sepanjang musim, bahkan berbeda jauh dibanding versi awal di Barcelona.
Dengan kombinasi visi besar, investasi strategis, dan kepemimpinan teknis Newey, Aston Martin memasuki era baru dengan optimis.
Editor : Lugas Rumpakaadi