RADARBANYUWANGI.ID – Deru dinamo yang memekakkan telinga berpadu dengan riuh sorak para pendukung, meramaikan GOR Tawangalun, Banyuwangi, sepanjang akhir pekan ini.
Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa tersebut resmi menjadi tuan rumah ajang balap Mini 4WD bergengsi bertajuk Standart Tamiya Box (STB) Up Class, yang digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu (7–8 Februari 2026).
Ajang yang lekat dengan memori masa kecil generasi 90-an ini terbukti bukan sekadar permainan biasa. Balap Mini 4WD kini menjelma menjadi kompetisi otomotif yang sarat strategi, teknik, dan adu presisi.
Hal itu tercermin dari tingginya antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah dengan membawa unit andalan hasil racikan terbaik.
Tercatat sebanyak 28 tim dengan total sekitar 75 peserta ambil bagian dalam kejuaraan ini.
Mereka datang dari berbagai penjuru daerah, membawa mobil Mini 4WD yang telah disetel secara detail untuk menaklukkan lintasan sirkuit berkarakter teknis dan menantang.
Ketua Panitia Penyelenggara, Albert Wijaya, menyebut ajang STB Up Class bukan hanya soal kompetisi, melainkan juga wadah penting untuk mempererat tali silaturahmi antar penghobi Mini 4WD. Menurutnya, komunitas Tamiya dikenal solid dan memiliki semangat kebersamaan yang kuat.
“Jadi ini bukan sekadar lomba, tapi juga ajang silaturahmi. Tak jarang kami harus keliling ke Surabaya, Bali, hingga Lombok hanya untuk mengikuti kegiatan Tamiya di sana,” ujar Albert, Sabtu (7/2/2026), seperti dilansir dari laman banyuwangitourism.com.
Albert mengungkapkan, antusiasme peserta pada 2026 mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pada 2024, jumlah tim yang ikut hanya sekitar 15. Sementara pada 2025, komunitas Banyuwangi sempat tidak menggelar event lokal karena fokus mengikuti kompetisi di luar daerah.
“Di 2024 hanya ada 15 tim. Tahun 2025 kami off kegiatan lokal, tapi justru aktif main ke luar daerah. Dan di 2026 ini, pesertanya melonjak menjadi 28 tim,” imbuhnya.
Kompetisi kali ini difokuskan pada kategori STB Up Class, sebuah kelas yang mengedepankan regulasi ketat sesuai standar pabrikan.
Dalam kelas ini, modifikasi dibatasi secara jelas sehingga persaingan tidak ditentukan oleh mahalnya komponen, melainkan oleh ketelitian perakitan, setting, dan strategi balap.
“Karena ini Standart Tamiya Box, perubahan tidak boleh berlebihan. Mulai dari dinamo, roller, hingga ukuran roda semuanya sudah ada aturan bakunya,” jelas Albert.
Meski mengusung kelas standar, biaya yang dibutuhkan untuk menyiapkan satu unit Mini 4WD siap balap tetap tidak bisa dibilang murah.
Untuk satu mobil ready to race, peserta harus merogoh kocek sekitar Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta, tergantung komponen dan kebutuhan setting.
Dari sisi peserta, kejuaraan ini juga menjadi ajang adu gengsi antar daerah. Tercatat, empat tim datang dari Surabaya, satu tim dari Probolinggo, satu tim dari Bali, satu tim dari Lombok, serta dua tim dari Jember.
Sebagai tuan rumah, Banyuwangi tampil dominan dengan mengirimkan delapan tim terbaik demi mempertahankan kehormatan lokal.
Sejumlah tim besar turut memanaskan persaingan. Tim raksasa asal Surabaya, Gigi Sehat, tampak serius menyiapkan armadanya di paddock.
Sementara itu, tim kebanggaan tuan rumah seperti TB Jaya Poll x Delima Racing juga turun penuh percaya diri, mencoba menaklukkan lintasan yang memiliki rintangan khas seperti Table Top dan Slope Gunung yang dikenal cukup menyulitkan.
Popularitas Mini 4WD sendiri terus menanjak sejak resmi berada di bawah naungan Ikatan Motor Indonesia (IMI) pada September 2021.
Sejak saat itu, Mini 4WD diakui sebagai cabang olahraga otomotif dan bahkan sukses dipertandingkan sebagai cabang eksibisi pada PON XXI 2024.
Di Banyuwangi, geliat olahraga ini terus dijaga oleh komunitas lokal melalui kegiatan kopi darat rutin yang digelar setiap pekan di wilayah Srono.
Konsistensi inilah yang membuat Banyuwangi kini dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan bergengsi dan menjadi salah satu barometer perkembangan Mini 4WD di Jawa Timur.
Dengan suksesnya penyelenggaraan STB Up Class 2026, Banyuwangi kembali menegaskan diri sebagai daerah yang ramah bagi event olahraga dan komunitas, sekaligus mampu menghidupkan kembali nostalgia masa kecil dalam balutan kompetisi otomotif modern. (*)
Editor : Ali Sodiqin