Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kaget Realita Balap MotoGP, Toprak Razgatlioglu Kesulitan Tinggalkan Gaya Superbike

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 6 Februari 2026 | 19:15 WIB
Toprak Razgatlioglu frustrasi di tes MotoGP Sepang.
Toprak Razgatlioglu frustrasi di tes MotoGP Sepang.

RADARBANYUWANGI.ID - Toprak Razgatlioglu menghadapi fase sulit dalam langkah awalnya menuju MotoGP.

Juara bertahan World Superbike (WSBK) itu mengaku frustrasi dan kehilangan motivasi setelah mengalami kesulitan besar beradaptasi dengan Yamaha YZR-M1 dalam rangkaian tes pramusim MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia.

Mengutip Motorsport, pembalap asal Turki tersebut menjalani dua pekan pengujian intensif bersama tim Pramac Yamaha, mencakup sesi Shakedown dan tes kolektif resmi.

Uji coba ini menjadi bagian penting dari persiapan debut MotoGP Razgatlioglu yang sangat dinantikan publik balap dunia.

Meski sempat terganggu oleh masalah keamanan mesin V4 baru Yamaha yang membuat seluruh pembalap pabrikan harus masuk garasi pada Rabu (4/2/2026), Razgatlioglu tetap mampu menyelesaikan lima hari pengujian penuh.

Namun, hasil yang diraih masih jauh dari harapan.

Pada hari terakhir tes, Razgatlioglu mencatat waktu terbaik 1 menit 58,326 detik.

Catatan tersebut menempatkannya di posisi ke-18 klasemen, hampir dua detik lebih lambat dari pembalap tercepat, Alex Marquez, yang mengendarai Ducati spesifikasi pabrik.

Bahkan, ia tertinggal lebih dari 0,7 detik dari pembalap Yamaha tercepat hari itu, Alex Rins.

Selisih ini berpotensi lebih besar karena Fabio Quartararo, pembalap acuan Yamaha, absen pada dua hari terakhir akibat cedera.

Bagi pembalap peraih tiga gelar WSBK, termasuk dua gelar terakhir secara beruntun, kondisi ini menjadi pukulan mental tersendiri.

Razgatlioglu mengakui bahwa proses belajar di MotoGP berjalan jauh lebih lambat dari yang ia harapkan.

Ia menjelaskan bahwa dirinya masih berusaha mengubah gaya balap agar sesuai dengan karakter motor prototipe MotoGP.

Pada pagi hari, performanya belum memuaskan, sementara pada sore hari ia baru menemukan setelan yang terasa lebih baik saat menggunakan ban bekas.

Meski demikian, masalah muncul kembali ketika ban baru dipasang.

Razgatlioglu menyoroti ban Michelin sebagai salah satu tantangan terbesar.

Selama berkarier di WSBK, ia terbiasa dengan ban Pirelli yang memberikan karakter kontrol berbeda.

Menurutnya, ban Michelin jauh lebih sensitif, terutama pada ban belakang, sehingga sulit dipahami batas cengkeramannya.

Perbedaan ini membuatnya kesulitan mencatat waktu optimal, terutama dalam simulasi serangan waktu.

Ia mengungkapkan kekecewaannya karena tidak mampu menembus kisaran waktu 1 menit 57 detik, meskipun sudah mencoba berbagai pendekatan dan menggunakan ban baru.

Selain faktor ban, adaptasi terhadap Yamaha YZR-M1 juga menjadi pekerjaan rumah besar.

Meski Razgatlioglu masih mampu mempertahankan kekuatan utamanya dalam pengereman keras, ia mengakui kesulitan besar pada tikungan panjang dan fase menjaga kecepatan menikung.

Ia bahkan membandingkan langsung performanya dengan Alex Marquez, yang menurutnya mampu membawa motor berbelok lebih alami dengan akselerasi dan traksi yang lebih baik.

Upaya meniru gaya tersebut belum membuahkan hasil karena karakter M1 yang belum sepenuhnya ia pahami.

Eksperimen teknis juga dilakukan dengan mencoba setang yang berbeda.

Namun, perubahan tersebut menghadirkan kompromi lain, seperti berkurangnya kecepatan di lintasan lurus dan kesulitan posisi tubuh saat menikung.

Razgatlioglu mengakui bahwa gaya membungkuk yang dibutuhkan di MotoGP bukan karakter alaminya, tetapi ia mulai berusaha menyesuaikan diri.

Kendati mengalami penurunan motivasi, pembalap berusia 29 tahun itu menegaskan tekadnya untuk terus belajar dan mendorong diri setiap hari.

Ia menyadari bahwa melihat namanya berada di papan bawah sangat berat secara mental, terutama setelah kesuksesan besar di Superbike.

Kesempatan berikutnya akan datang dalam dua hari uji coba tambahan di Sirkuit Buriram, Thailand, pada akhir bulan ini.

Razgatlioglu berencana melakukan simulasi balapan penuh di sana sebagai persiapan terakhir menjelang seri pembuka MotoGP musim 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Maret.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#sepang #michelin #Toprak Razgatlioglu #yamaha #motogp