Milan datang sebagai penantang serius gelar juara, sementara Bologna masih mencari kemenangan kandang pertama mereka sepanjang tahun 2026.
Performa dan Situasi Terkini
Meski sempat kehilangan beberapa poin sejak memasuki tahun baru, AC Milan tetap menjadi pesaing terdekat Inter Milan dalam perburuan Scudetto.
Pekan lalu, Rossoneri nyaris mengulang kemenangan dramatis atas AS Roma seperti yang terjadi pada November, dengan mengandalkan ketangguhan kiper sekaligus kapten tim, Mike Maignan.
Namun kali ini, pertahanan solid Milan akhirnya runtuh lewat eksekusi penalti Roma. Meski begitu, hasil tersebut tetap memperpanjang rekor tak terkalahkan Milan menjadi 21 pertandingan Serie A, terpanjang di antara lima liga top Eropa saat ini.
Catatan impresif tersebut hanya ternodai oleh kekalahan di kompetisi gugur, yakni Supercoppa Italia melawan Napoli dan tersingkir dari Coppa Italia oleh Lazio.
Musim lalu, Milan memang harus mengakui keunggulan Bologna di final Coppa Italia. Namun Rossoneri membalasnya pada pertemuan Serie A bulan September, lewat gol perdana Luka Modric di liga Italia yang memastikan kemenangan tipis di San Siro.
Bologna dalam Tekanan
Baca Juga: Desa Adat Kemiren Banyuwangi Jadi Magnet Wisata Budaya, Generasi Muda Turut Jaga Tradisi Oseng
Di sisi lain, Bologna tengah mengalami penurunan performa signifikan. Dari 10 laga terakhir Serie A, tim asuhan Vincenzo Italiano hanya meraih satu kemenangan dan enam kali kalah. Posisi mereka kini lebih dekat ke papan tengah bawah ketimbang zona Eropa.
Kekalahan menyakitkan dari Genoa pekan lalu mencerminkan krisis Bologna. Unggul dua gol di babak pertama, mereka justru kolaps setelah kiper utama Lukasz Skorupski dikartu merah, lalu kebobolan tiga gol di babak kedua, termasuk gol penentuan di masa injury time.
Kemenangan atas Maccabi Tel Aviv di Liga Europa sedikit memberi napas lega, sekaligus memastikan Bologna menghadapi SK Brann di playoff babak gugur. Namun kembali ke Serie A, Rossoblu membawa beban berat: lima laga kandang tanpa kemenangan, dengan hanya satu poin diraih.
Kabar Tim
AC Milan dipastikan hanya kehilangan Santiago Gimenez yang masih cedera. Meski tanpa striker Meksiko tersebut, Massimiliano Allegri memiliki banyak opsi di lini depan, seperti Christian Pulisic, Rafael Leao, Christopher Nkunku, hingga Niclas Fullkrug yang baru mencetak gol penentu kemenangan atas Lecce.
Sementara Bologna harus kehilangan Skorupski akibat skorsing, dengan Federico Ravaglia diprediksi mengisi posisi penjaga gawang.
Bek tangguh Jhon Lucumi juga masih absen karena cedera hamstring. Di lini depan, Riccardo Orsolini yang kembali mencetak gol di Liga Europa hampir pasti menjadi andalan.
Perkiraan Susunan Pemain
Bologna (4-2-3-1): Ravaglia; Zortea, Vitik, Heggem, Miranda; Freuler, Pobega; Orsolini, Odgaard, Cambiaghi; Castro
AC Milan (3-4-3): Maignan; Tomori, Gabbia, De Winter; Saelemaekers, Ricci, Modric, Rabiot, Bartesaghi; Pulisic, Leao
Prediksi Skor: Bologna 1-2 AC Milan
Baca Juga: Kasus Penggelapan Rp 920,8 Juta di Banyuwangi Berkembang, Polisi Bidik Pelaku Lain
Meski belum tampil sepenuhnya meyakinkan, AC Milan menunjukkan konsistensi luar biasa, terutama saat bermain tandang. belum terkalahkan dan hanya kebobolan delapan gol sejauh ini. Sebaliknya, Bologna tampak kesulitan menghadapi tekanan ekspektasi dan rapuh di kandang sendiri.
Rossoneri diprediksi mampu membawa pulang tiga poin penting untuk terus menempel Inter Milan di puncak klasemen Serie A. (*)
Editor : Niklaas Andries