The Blues masih memiliki peluang besar untuk lolos otomatis ke babak 16 besar, hanya terpaut dua poin dari zona delapan besar dengan dua laga tersisa. Sementara itu, Pafos FC datang dengan ambisi mempertahankan asa menembus babak playoff, meski posisi mereka masih belum sepenuhnya aman.
Chelsea di Era Baru Liam Rosenior
Tak ada waktu beradaptasi bagi Liam Rosenior. Pelatih anyar Chelsea itu langsung menjalani debutnya di Liga Champions, setelah sebelumnya merasakan atmosfer EFL Cup, FA Cup, dan Premier League bersama The Blues.
Sebelum kepergian mengejutkan Enzo Maresca, Chelsea mencatat performa naik-turun di fase liga Liga Champions dengan tiga kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan, termasuk kekalahan pahit 1-2 dari Atalanta pada matchday keenam.
Hasil kurang maksimal melawan Bayern Munich dan Qarabag membuat Chelsea kini berada di peringkat ke-13, namun jarak antartim di klasemen sangat ketat. Bahkan, Chelsea hanya terpaut tiga poin dari Paris Saint-Germain yang duduk di posisi ketiga.
Menariknya, seluruh hasil buruk Chelsea di Eropa musim ini terjadi saat bermain tandang. Di Stamford Bridge, The Blues justru tampil perkasa dengan rekor tak terkalahkan dalam 17 laga kandang Eropa, serta sukses menumbangkan tim-tim besar seperti Barcelona, Ajax, dan Benfica.
Chelsea juga mencatat 21 laga beruntun selalu mencetak gol di kompetisi Eropa. Modal positif lainnya datang dari kemenangan 2-0 atas Brentford di Premier League akhir pekan lalu, meski itu baru kemenangan kedua mereka dari delapan laga terakhir di semua kompetisi.
Pafos FC, Pendatang Baru yang Tak Sekadar Pelengkap
Baca Juga: RSUD Blambangan Hadirkan Teknologi BIA, Cek Usia Metabolik dan Komposisi Tubuh Lebih Akurat
Meski berstatus debutan di Liga Champions, Pafos FC menolak menjadi penggembira. Klub asal Siprus itu hanya terpaut empat poin dari Chelsea di klasemen dan sudah membuat kejutan dengan hasil-hasil mengejutkan.
Tim asuhan Albert Celades mencuri perhatian dengan kemenangan 1-0 atas Villarreal serta hasil imbang melawan Monaco, Olympiacos, dan Kairat. Dengan posisi ke-26 klasemen, Pafos hanya terpaut satu poin dari Copenhagen yang menempati batas akhir zona lolos playoff.
Namun, konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah. Kekalahan mengejutkan 0-2 dari Olympiakos Nicosia di liga domestik akhir pekan lalu membuat mereka tertinggal lima poin dari puncak klasemen, meski masih memiliki satu laga simpanan.
Catatan tandang Pafos di Eropa juga kurang meyakinkan. Mereka belum mencetak satu gol pun di laga tandang Liga Champions, dan laga melawan Chelsea akan menjadi pertemuan perdana mereka dengan klub Inggris.
Kabar Tim dan Kondisi Pemain
Chelsea membawa sedikit kekhawatiran usai laga melawan Brentford. Bek tengah Tosin Adarabioyo ditarik keluar akibat masalah hamstring, meski Rosenior menegaskan cedera tersebut kemungkinan hanya bersifat pencegahan.
Kondisi Estevao Willian, Jamie Bynoe-Gittens, dan Malo Gusto masih dipantau. Sementara itu, Mykhaylo Mudryk (sanksi doping), Romeo Lavia (cedera paha), dan Levi Colwill (cedera lutut) dipastikan absen.
Laga ini berpotensi dimanfaatkan Rosenior untuk melakukan rotasi, membuka peluang tampil bagi Josh Acheampong, Jorrel Hato, Andrey Santos, hingga Tyrique George.
Di kubu Pafos, kabar kurang menyenangkan datang dari lini belakang. Mantan bek Chelsea David Luiz diragukan tampil setelah cedera di awal laga akhir pekan lalu. Situasi makin pelik karena David Goldar dan Joao Correira juga mengalami masalah kebugaran, memaksa Celades meracik pertahanan darurat.
Prediksi Susunan Pemain
Chelsea (4-2-3-1): Sanchez; Acheampong, Fofana, Badiashile, Hato; Fernandez, Santos; George, Pedro, Garnacho; Delap
Pafos FC (4-3-3): Michail; Bruno, Luckassen, Langa, Pileas; Pepe, Sunjic, Quina; Dragomic, Silva, Orsic
Prediksi Skor: Chelsea 4-0 Pafos FC
Meski Pafos FC mampu memberi perlawanan terhadap sejumlah nama besar Eropa musim ini, tantangan di Stamford Bridge diprediksi terlalu berat.
Bahkan dengan rotasi pemain, kualitas dan kedalaman skuad Chelsea diyakini cukup untuk memanfaatkan krisis lini belakang Pafos dan menjaga asa finis di delapan besar Liga Champions. (*)
Editor : Niklaas Andries