RADARBANYUWANGI.ID - Juventus akan memulai paruh kedua kompetisi Serie A dengan ambisi besar saat menjamu Cremonese di Turin pada Selasa (13/1) dini hari. Meski masih berada di pinggiran persaingan gelar, performa terbaru membuat Bianconeri kembali percaya diri menatap sisa musim.
Juventus tampil meyakinkan pada laga terakhir dengan menyingkirkan Sassuolo 3-0, sementara Cremonese harus puas berbagi poin setelah gagal mempertahankan keunggulan di laga sebelumnya.
Momentum Kebangkitan Bianconeri
Hasil imbang 1-1 melawan Lecce sempat menghentikan laju empat kemenangan beruntun Juventus. Namun hanya berselang tiga hari, pasukan Luciano Spalletti langsung bangkit.
Bertandang ke Reggio Emilia pada laga tengah pekan, Juventus tampil dominan sejak awal dan unggul dalam 16 menit pertama. Sassuolo nyaris tak diberi ruang untuk berkembang, sebelum gol Jonathan David menutup kemenangan 3-0 dengan meyakinkan.
Gol tersebut menjadi momen penting bagi David, yang akhirnya mengakhiri puasa golnya di Serie A sekaligus menebus kegagalan penalti pada laga kontra Lecce.
Spalletti Bangun Optimisme di Turin
Di bawah arahan Spalletti, yang kontraknya berakhir pada akhir musim, Juventus mencatat delapan kemenangan dari 10 laga terakhir di semua kompetisi.
Meski sang pelatih tak menutup kemungkinan membidik Scudetto, target realistis Juventus saat ini adalah mengamankan posisi empat besar demi tiket Liga Champions.
Catatan kandang semakin memperkuat optimisme. Juventus tak terkalahkan dalam 13 laga kandang Serie A dan selalu menang saat menjamu Cremonese di Turin.
Rekor Buruk Cremonese Jadi Beban
Secara historis, Cremonese nyaris tak punya cerita manis saat menghadapi Juventus. Dari delapan lawatan ke Turin di Serie A, mereka selalu kalah dengan agregat mencolok 23-3.
Musim ini pun tak jauh berbeda. Cremonese baru mengumpulkan empat poin dari 17 pertemuan liga melawan Juventus, termasuk kekalahan 1-2 pada pertemuan pertama musim ini.
Performa terkini juga mengkhawatirkan. Setelah kalah dari Napoli dan Torino, serta bermain imbang tanpa gol kontra Lazio, Cremonese membuka tahun baru dengan kekalahan dari Fiorentina.
Puncaknya, mereka menyia-nyiakan keunggulan dua gol saat menjamu Cagliari pada Kamis lalu. Gol cepat Dennis Johnsen dan Jamie Vardy gagal diamankan menjadi kemenangan, sehingga Cremo kini hanya meraih dua poin dari lima laga terakhir.
Mandul di Tandang, Tantangan Berat di Turin
Meski masih relatif aman di papan tengah, Cremonese menghadapi tantangan besar. Mereka gagal mencetak gol dalam tiga laga tandang terakhir, sebuah statistik yang membuat peluang mencuri poin di kandang Juventus terlihat sangat kecil.
Performa Terakhir
Juventus (Serie A): Kalah-Menang-Menang-Menang-Seri-Menang
Juventus (Semua Kompetisi): Menang-Menang-Menang-Menang-Seri-Menang
Cremonese (Serie A): Menang-Kalah-Seri-Kalah-Kalah-Seri
Kabar Tim
Juventus masih menunggu kepastian kondisi Francisco Conceição yang absen pada laga terakhir. Sementara itu, Dusan Vlahovic, Daniele Rugani, dan Federico Gatti masih dalam masa pemulihan.
Spalletti juga mempertimbangkan peran Teun Koopmeiners, yang bisa dimainkan sebagai bek tambahan atau gelandang. Jika Koopmeiners maju ke tengah, Lloyd Kelly berpeluang masuk ke lini belakang.
Jonathan David berpeluang mencetak gol dalam dua laga beruntun untuk pertama kalinya sejak masih membela Lille, sedangkan Loïs Openda diperkirakan memulai laga dari bangku cadangan.
Di kubu Cremonese, lini depan kemungkinan kembali mengandalkan Federico Bonazzoli dan Jamie Vardy, yang mencetak gol pada pertemuan pertama musim ini. Michele Collocolo menjadi satu-satunya pemain yang dipastikan absen karena cedera.
Prediksi Susunan Pemain
Juventus (3-4-2-1): Di Gregorio; Kalulu, Bremer, Koopmeiners; McKennie, Locatelli, Thuram, Cambiaso; Miretti, Yildiz; David
Cremonese (3-5-2): Audero; Terracciano, Baschirotto, Bianchetti; Zerbin, Payero, Grassi, Vandeputte, Pezzella; Bonazzoli, Vardy
Prediksi Skor: Juventus 2-0 Cremonese
Dengan performa yang terus menanjak sejak kedatangan Spalletti dan rekor kandang yang impresif, Juventus difavoritkan meraih kemenangan nyaman. Sementara itu, performa tandang Cremonese yang melempem membuat kejutan di Turin terasa sangat sulit terwujud. (*)
Editor : Niklaas Andries