RADARBANYUWANGI.ID - Kejutan terjadi di babak 32 besar Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur musim ini.
Juara musim lalu, Persewangi Banyuwangi, harus pulang lebih awal setelah tersingkir dari Grup EE.
Sebaliknya, Baruna FC menjadi satu-satunya wakil Banyuwangi yang lolos di babak 16 besar nanti.
Laskar Blambangan (The Lasblang) gagal memenuhi ekspektasi masyarakat Banyuwangi setelah laga terakhir hanya menang tipis melawan juru kunci klasemen grup EE, Malang United, dengan skor 1-0.
Satu-satunya gol Persewangi didapat dari hadiah penalti yang dieksekusi striker Bayu Mahardika.
Dengan hasil itu, Persewangi harus menggantungkan nasib pada hasil laga antara Persikoba melawan Unesa FC yang sama-sama memiliki empat poin. Persikoba sempat unggul dengan skor 2-1 hingga akhir babak pertama.
Skor itu sempat bertahan hingga menit ke 85. Seolah telah direncanakan, gol penyama skor datang dari kaki pemain Unesa.
Hasil imbang 2-2 itupun membuat asa Persewangi gugur. Persikoba dan Unesa lolos ke babak 16 besar dari Grup EE, sedangkan Laskar Blambangan yang sama-sama memperoleh lima poin harus tersingkir karena kalah produkivitas gol.
Dengan hasil ini, praktis hanya Baruna Nusantara FC yang lolos ke babak 16 besar.
Pada laga terakhir, Laskar Samudera berhasil menang tipis atas Perseta 1970 Tulungagung dengan skor tipis 1-0.
Meski hanya menang tipis, hasil itu cukup mengantarkan Eko dan kawan-kawan untuk membawa nama Banyuwangi di pentas Liga 4.
Manajer Baruna Hariyono mengatakan, timnya berada di posisi runner-up, tepat di bawah tuan rumah Perseba Bangkalan yang pesta gol di laga terakhir melawan tim "Kungfu" Putra Jaya Pasuruan.
Setelah Baruna Nusantara FC dipastikan lolos, Hariyono akan mencoba mengajukan diri sebagai tuan rumah putaran 16 besar di Banyuwangi.
"Kita coba ajukan sebagai tuan rumah. Dari sisi tim kita siap meskipun banyak yang akumulasi. Kita sudah menyiapkan strategi untuk tim," tandasnya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin