RADARBANYUWANGI.ID - Alex Marquez menegaskan tidak ingin memperkeruh situasi masa depan Francesco “Pecco” Bagnaia di Ducati menjelang MotoGP 2027.
Pembalap asal Spanyol itu mengaku masih nyaman bersama BK8 Gresini Racing dan belum sepenuhnya yakin membidik kursi Ducati Lenovo Team, yang berstatus tim pabrikan.
Nama Alex Marquez mulai ramai diperbincangkan di paddock sejak pertengahan musim MotoGP 2025.
Saat itu, ia tampil impresif dan menjadi pesaing terdekat kakaknya, Marc Marquez, dalam perebutan gelar dunia.
Konsistensi tersebut mengantarkannya finis sebagai runner-up klasemen akhir, pencapaian terbaik pembalap Gresini sejak Marco Melandri pada MotoGP 2005.
Prestasi tersebut memunculkan ekspektasi besar.
Alex dinilai berpeluang mengikuti jejak Enea Bastianini dan Marc Marquez, yang sama-sama “lulus” dari Gresini sebelum memperkuat Ducati Lenovo Team.
Namun, Alex memilih bersikap hati-hati.
Dalam wawancara bersama MOWMag, juara dunia Moto3 2014 dan Moto2 2019 itu menegaskan kebahagiaannya di Gresini Racing.
Ia menilai atmosfer kekeluargaan yang ada di tim satelit Ducati tersebut sulit ditemukan di tempat lain.
Alex juga menyebut situasinya pada MotoGP 2026 sudah cukup ideal.
Meski tetap bersama Gresini, ia dipastikan akan menggunakan motor Ducati Desmosedici GP26 dengan spesifikasi pabrikan.
Status tersebut membuatnya berperan layaknya pembalap tim resmi, termasuk mendapat komponen baru untuk pengembangan sepanjang musim.
Pernyataan Alex Marquez ini secara tidak langsung membuka jalan lebih lapang bagi Pecco Bagnaia untuk mempertahankan posisinya di Ducati Lenovo Team hingga MotoGP 2027.
Situasi Sulit Pecco Bagnaia di Ducati
MotoGP 2026 akan menjadi musim krusial bagi Francesco Bagnaia.
Performa yang ia tunjukkan akan sangat menentukan apakah Ducati memperpanjang kontraknya atau justru mengambil arah berbeda untuk musim 2027.
Musim MotoGP 2025 menjadi pengalaman pahit bagi pembalap asal Turin tersebut.
Ia gagal mempertahankan performa terbaik dan harus menyaksikan Marc Marquez, rekan setimnya, mendominasi kejuaraan dengan motor yang sama.
Meski masih mampu meraih kemenangan dan podium, Bagnaia kesulitan menemukan feeling ideal dengan motornya, sehingga performanya tidak stabil.
Di akhir musim, posisinya di klasemen merosot hingga finis di peringkat kelima.
Kondisi ini memunculkan spekulasi mengenai masa depannya, terlebih bursa transfer MotoGP 2027 akan terbuka lebar dengan banyak kontrak pembalap yang berakhir, termasuk kontrak Bagnaia.
Secara realistis, jika meninggalkan Ducati pabrikan, Bagnaia diprediksi akan bergabung dengan Pertamina Enduro VR46 Racing Team milik Valentino Rossi.
Tekanan yang lebih minim diyakini bisa membantu Bagnaia mengembalikan kepercayaan dirinya.
Meski demikian, melihat perkembangan Ducati sejauh ini, pabrikan asal Borgo Panigale tersebut diperkirakan tidak akan melepas Bagnaia setidaknya hingga MotoGP 2027 berakhir.
Jadwal Peluncuran Tim MotoGP Terbaru
Menjelang tes pramusim, sejumlah tim MotoGP mulai merilis jadwal peluncuran resmi mereka.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Monster Energy Yamaha yang memilih Jakarta sebagai lokasi acara.
Jadwal peluncuran tim MotoGP:
- 13 Januari: Prima Pramac Yamaha MotoGP – Siena, Italia (Jack Miller & Toprak Razgatlioglu)
- 14 Januari: Pertamina Enduro VR46 – Roma, Italia (Fabio Di Giannantonio & Franco Morbidelli)
- 15 Januari: Aprilia Racing – Milan, Italia (Jorge Martin & Marco Bezzecchi)
- 19 Januari: Ducati Lenovo Team – Madonna di Campiglio, Italia (Marc Marquez & Francesco Bagnaia)
- 21 Januari: Monster Energy Yamaha – Jakarta (Fabio Quartararo & Alex Rins)
- 21 Januari: Trackhouse Racing – London (Ai Ogura & Raul Fernandez)
- 31 Januari: BK8 Gresini Racing – Kuala Lumpur (Alex Marquez & Fermin Aldeguer)
- 2 Februari: Honda HRC Castrol – Online (Joan Mir & Luca Marini)
Red Bull KTM dan LCR Honda juga dijadwalkan meluncur secara daring, meski tanggal pastinya belum diumumkan.
MotoGP 2027: Motor Lebih Lambat, Regulasi Lebih Radikal
MotoGP 2027 akan menghadirkan perubahan regulasi paling signifikan dalam lebih dari satu dekade.
Mesin 1.000 cc akan ditinggalkan dan digantikan kapasitas 850 cc.
Selain itu, penggunaan ride height device akan dilarang, pengaruh aerodinamika dikurangi, dan pemasok ban resmi beralih dari Michelin ke Pirelli.
Legenda MotoGP, Loris Capirossi, memperkirakan motor MotoGP 2027 akan lebih lambat sekitar 1,5 hingga 2,5 detik per lap dibandingkan motor saat ini.
Hal tersebut disebabkan oleh pengurangan aerodinamika dan kapasitas mesin yang lebih kecil.
Meski demikian, Capirossi optimistis kecepatan akan kembali meningkat seiring perkembangan teknologi, sebagaimana yang terjadi pada transisi regulasi sebelumnya.
Beberapa pabrikan seperti KTM dan Honda bahkan dilaporkan sudah mulai menguji prototipe mesin 850 cc untuk menyambut era baru MotoGP.
Editor : Lugas Rumpakaadi