Nama Glasner memang mencuat sebagai kandidat pengganti Ruben Amorim di Old Trafford, setelah Manchester United resmi berpisah dengan pelatih asal Portugal tersebut pada Senin pagi. Reputasinya kian melambung usai sukses membawa Crystal Palace menjuarai Piala FA musim lalu.
Meski kontraknya di Selhurst Park belum diperpanjang, Glasner menegaskan tidak tertarik membahas masa depan di klub lain.
“Di kontrak saya bersama Palace ada satu klausul yang jelas, saya tidak boleh berjudi dan tidak melihat peluang taruhan apa pun,” ujar Glasner dalam konferensi pers.
“Saya juga tidak bisa memberikan informasi internal karena itu berarti melanggar kontrak. Saya adalah manajer Crystal Palace, dan membicarakan klub lain hanya membuang-buang waktu.”
Pelatih berusia 51 tahun itu juga menambahkan bahwa kontrak baru tidak selalu menjadi jaminan masa depan seorang manajer di Premier League.
“Banyak manajer menandatangani kontrak baru musim ini, tetapi sekarang mereka sudah tidak lagi menjabat. Bahkan jika saya meneken kontrak baru, pertanyaan tentang masa depan akan selalu muncul,” katanya.
“Satu-satunya hal yang membuat seorang manajer bertahan adalah kesuksesan. Itu saja.”
Marc Guehi Bisa ke Manchester City
Selain isu kepelatihan, Glasner juga mengonfirmasi bahwa kapten Crystal Palace, Marc Guehi, berpeluang hengkang ke Manchester City pada bursa transfer Januari apabila nilai tawaran yang masuk memenuhi ambang batas klub.
Bek timnas Inggris itu akan habis kontrak pada akhir musim dan sempat hampir bergabung dengan Liverpool pada musim panas lalu, sebelum Palace membatalkan transfer di hari terakhir.
Manchester City sendiri tengah mengalami krisis bek tengah. Rúben Dias dan Josko Gvardiol sama-sama mengalami cedera saat imbang melawan Chelsea akhir pekan lalu.
Pep Guardiola mengonfirmasi Dias akan absen hingga enam pekan akibat cedera hamstring, sementara Gvardiol harus menjalani operasi karena patah tulang kering.
Situasi tersebut membuka peluang City bergerak cepat di bursa transfer, dengan Guéhi menjadi salah satu target potensial.
“Jika seorang pemain merasa terlalu bagus untuk klub, lebih baik dijual. Jika tidak cukup bagus, juga harus dijual. Yang terpenting adalah kecocokan,” ujar Glasner.
“Saya tidak naif. Jika ada tawaran besar dari City dan Marc ingin pergi, itu bisa terjadi.”
Glasner mengibaratkan situasi ini dengan keputusan pragmatis dalam kehidupan sehari-hari.
“Semua orang ingin Marc bertahan di Palace selamanya. Tapi kontraknya berakhir musim panas nanti. Jika klub menghadapi situasi finansial tertentu dan tawaran melampaui batas, maka keputusan harus diambil,” jelasnya.
“Akan ada titik di mana keinginan pemain dan nilai transfer bertemu dan saat itu, transfer bisa terjadi.” (*)
Editor : Niklaas Andries