Hasil ini terasa pahit bagi The Reds yang tampil dominan namun tumpul di depan gawang. Di tengah padatnya jadwal musim dingin, manajer Leeds Daniel Farke membuat keputusan mengejutkan dengan mencadangkan Dominic Calvert-Lewin.
Pelatih asal Jerman itu menyebut langkah tersebut sebagai upaya “melindungi” sang striker yang kerap dibekap cedera.
Blunder Ekitike Jadi Momen Penentu
Keputusan tersebut sempat terlihat berisiko, namun Leeds justru bertahan dengan nyaman. Calvert-Lewin harus puas menyaksikan laga dari bangku cadangan, sementara Liverpool menyia-nyiakan peluang emas untuk memecah kebuntuan.
Momen paling krusial terjadi pada menit ke-33 ketika Hugo Ekitike gagal mencetak gol dari jarak dua meter.
Menerima situasi bola liar hasil umpan Andy Robertson yang diteruskan Jeremie Frimpong, Ekitike justru menyundul bola ke arah yang salah dan mengenai kepala kiper Leeds, Lucas Perri. Peluang yang seharusnya menjadi gol mudah itu berubah menjadi mimpi buruk bagi Liverpool.
Leeds Percaya Diri, Liverpool Kehabisan Naluri Membunuh
Seiring berjalannya babak kedua, Leeds mulai berani keluar menyerang. Calvert-Lewin yang masuk sebagai pemain pengganti bahkan sempat mencetak gol, namun dianulir wasit.
Meski begitu, satu poin sudah cukup memuaskan bagi tim tamu, sementara Liverpool justru merasa kehilangan dua angka penting.
Kini, skuad asuhan Arne Slot masih bertahan di posisi keempat klasemen Premier League, unggul tiga poin dari Manchester United dan Chelsea. Di sisi lain, Leeds yang berada di peringkat ke-16 semakin menjauh dari zona degradasi dengan jarak tujuh poin.
Momentum Top Four Gagal Dimaksimalkan
Dengan Chelsea dan Manchester United terpeleset sehari sebelumnya, Liverpool sejatinya berpeluang membuka jarak lima poin dari para pesaing zona Liga Champions. Namun, tumpulnya lini serang membuat peluang emas itu menguap.
Meski melakukan beberapa rotasi akibat jadwal padat, optimisme sempat membuncah di Anfield. Apalagi, Leeds datang tanpa satu pun clean sheet tandang sepanjang musim.
Statistik pun menegaskan dominasi Liverpool: 19 tembakan dilepaskan, tetapi hanya empat yang tepat sasaran, cerminan buruknya penyelesaian akhir.
Catatan Berbeda untuk Kedua Tim
Rentetan empat kemenangan beruntun Liverpool akhirnya terhenti dengan cara yang mengecewakan. Sebaliknya, Leeds kini tak terkalahkan dalam enam laga Premier League dan satu poin di Anfield menjadi tambahan berharga dalam misi bertahan di kasta tertinggi.
Menariknya, dua pertemuan Liverpool dan Leeds musim ini selalu berakhir dengan satu poin untuk The Whites dan dua poin terbuang bagi The Reds.
Highlight Liverpool vs Leeds
Peluang Emas Hugo Ekitike (Menit ke-33)
Salah satu momen yang sulit dijelaskan. Dalam situasi tanpa penjagaan di kotak enam yard, Ekitike justru gagal memanfaatkan peluang emas, memberikan Leeds “nyawa” yang sangat berharga.
Man of the Match: Ibrahima Konaté
Meski Pascal Struijk tampil impresif bagi Leeds, Ibrahima Konate layak dinobatkan sebagai pemain terbaik. Bek asal Prancis itu tampil kokoh dengan memenangkan seluruh 10 duel, delapan di udara dan dua di darat, serta mencatat tujuh sapuan bersih, menandakan kembalinya performa terbaiknya.
Statistik Pertandingan Liverpool vs Leeds
Penguasaan bola: Liverpool 69% – 31% Leeds
Tembakan: Liverpool 19 – 4 Leeds
Tembakan tepat sasaran: Liverpool 4 – 2 Leeds
Tendangan sudut: Liverpool 8 – 3 Leeds
Pelanggaran: Liverpool 10 – 8 Leeds
Pertandingan Selanjutnya
Liverpool akan bertandang ke ibu kota Inggris akhir pekan ini untuk menghadapi Fulham di Craven Cottage. Sementara itu, Leeds akan membuka rangkaian laga 4 Januari dengan pertandingan sengit kontra Manchester United di Elland Road. (*)
Editor : Niklaas Andries