Kebangkitan performa membuat Juventus mulai kembali diperhitungkan dalam perburuan Scudetto, sementara Lecce justru datang dengan misi bertahan hidup di papan bawah Serie A.
Performa dan Statistik Terkini
Juventus menutup tahun 2025 dengan hasil positif setelah menaklukkan Pisa, kemenangan yang membuat mereka hanya terpaut empat poin dari puncak klasemen Serie A dan satu angka dari zona Liga Champions.
Sosok Kenan Yildiz kembali menjadi pembeda. Penyerang muda tersebut mencetak gol penentu di 20 menit terakhir laga, melanjutkan perannya sebagai penyelamat Juventus dalam beberapa bulan terakhir.
Hasil itu menandai kemenangan ketujuh Juventus dari delapan pertandingan terakhir di semua ajang.
Catatan tersebut menunjukkan progres signifikan di bawah asuhan Luciano Spalletti, yang kontrak awalnya akan berakhir pada akhir musim ini.
Juventus kini jauh lebih solid, hanya kebobolan satu gol dalam rentetan kemenangan terbaru, termasuk saat mengalahkan pesaing langsung zona empat besar seperti AS Roma dan Bologna, sekaligus memastikan tiket ke perempat final Coppa Italia.
Statistik historis juga berpihak kepada Juventus. Mereka tidak pernah kalah dalam laga liga pertama pada tahun kalender sejak 2013, dengan torehan sembilan kemenangan dan tujuh clean sheet selama periode tersebut.
Di kandang, dominasi Juventus atas Lecce sangat jelas. Dari 22 laga kandang melawan Lecce, Juventus hanya sekali gagal mencetak gol dan rata-rata mencetak lebih dari dua gol per pertandingan. Satu-satunya kemenangan Lecce di Turin terjadi pada April 2004, dalam laga tujuh gol yang kini tinggal kenangan.
Situasi Lecce
Berbeda dengan tuan rumah, Lecce datang ke Turin dengan target realistis: mencuri poin demi menjauh dari zona degradasi. Setelah sempat mencatat dua kemenangan dari tiga laga, periode terbaik mereka musim ini, pasukan Eusebio Di Francesco kembali terpukul usai kalah telak 0-3 dari Como di kandang sendiri.
Produktivitas menjadi masalah besar Lecce. Sejak pertengahan Oktober, mereka gagal mencetak gol dalam enam dari 10 laga Serie A, dan tidak ada tim lain yang mencetak gol lebih sedikit musim ini. Meski begitu, Lecce masih memiliki jarak empat poin dari tiga terbawah.
Rekor tandang juga tidak mendukung. Lecce telah kalah empat kali dari tujuh laga tandang musim ini dan hanya mencetak lima gol, membuat lawatan ke markas Juventus terasa sebagai ujian berat untuk mengawali tahun baru.
Performa Lima Laga Terakhir
Juventus (Serie A): Seri-Menang-Kalah-Menang-Menang-Menang
Juventus (Semua Kompetisi): Menang-Kalah-Menang-Menang-Menang-Menang
Lecce (Serie A): Seri-Kalah-Menang-Kalah-Menang-Kalah
Berita Tim
Juventus berharap Francisco Conceicao dapat kembali bermain setelah absen singkat. Namun, Luciano Spalletti masih belum bisa menurunkan dua bek tengah Daniele Rugani dan Federico Gatti, serta striker utama Dusan Vlahovic.
Tanpa Vlahovic, Lois Openda diprediksi akan menjadi ujung tombak, mengungguli Jonathan David dalam persaingan starter. Ia akan mendapat dukungan penuh dari Kenan Yildiz, yang telah terlibat langsung dalam 10 gol Juventus musim ini, terbaik ketiga di Serie A, hanya kalah dari Nico Paz dan Lautaro Martinez.
Di kubu Lecce, Nikola Stulic masih menjadi andalan di lini depan, meski baru mencetak satu gol sejak direkrut pada musim panas. Mergim Berisha dan Tete Morete absen karena cedera.
Kabar baiknya, bek Angola Kialonda Gaspar kembali tersedia setelah tugas di Piala Afrika, begitu pula Lameck Banda yang bisa dimainkan usai Zambia tersingkir. Namun, gelandang Mali Lassana Coulibaly masih belum bergabung.
Absennya Coulibaly membuat Mohamed Kaba hampir pasti berduet dengan Ylber Ramadani di lini tengah. Meski menjadi pemain paling aktif dalam distribusi bola dan intersepsi, Ramadani belum mencatat kontribusi gol di Serie A musim ini.
Perkiraan Susunan Pemain
Juventus (3-4-2-1): Di Gregorio; Kalulu, Bremer, Kelly; McKennie, Locatelli, Thuram, Cambiaso; Koopmeiners, Yildiz; Openda
Lecce (4-2-3-1): Falcone; Veiga, Gaspar, Gabriel, Gallo; Kaba, Ramadani; Pierotti, Helgason, Sottil; Stulic
Prediksi Skor: Juventus 2-0 Lecce
Kebangkitan Juventus diperkirakan berlanjut hingga awal 2026 dengan kemenangan meyakinkan atas Lecce yang memiliki rekor tandang buruk. Bahkan jika gol cepat tak kunjung datang, Juventus diyakini tetap tenang, mereka adalah tim dengan perolehan poin terbanyak di babak kedua pertandingan Serie A sejauh ini.
Editor : Niklaas Andries