Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Enam Kandidat Kuat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City, Nomor 3 Pernah Kalahkan Pep di Final Liga Champions!

Niklaas Andries • Sabtu, 27 Desember 2025 | 14:20 WIB

CETAK SEJARAH: Pep Guardiola rayakan laga ke-1000 saat Manchester City hadapi Liverpool
CETAK SEJARAH: Pep Guardiola rayakan laga ke-1000 saat Manchester City hadapi Liverpool
RADARBANYUWANGI.ID - Pep Guardiola masih terikat kontrak bersama Manchester City hingga Juni 2027. Namun, ketidakjelasan negosiasi perpanjangan kontrak membuat masa depan pelatih asal Catalunya itu mulai diperdebatkan.

Guardiola sendiri mengakui belum ada pembicaraan lanjutan terkait masa baktinya, memicu spekulasi mengenai sosok yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di Etihad Stadium.

Seiring ketidakpastian tersebut, sejumlah nama pelatih mulai mencuat sebagai kandidat potensial. Enzo Maresca memang menjadi favorit utama, tetapi bukan satu-satunya opsi.

Berikut enam pelatih yang dinilai memiliki kapasitas, filosofi, dan pengalaman untuk menggantikan Guardiola di Manchester City.

1. Vincent Kompany (Bayern Munchen)

Baca Juga: Cegah Pungli Parkir, Dishub Banyuwangi Bina Enam Jukir di Kawasan Patung Gandrung Watudodol

Vincent Kompany merupakan ikon Manchester City. Mantan kapten The Citizens itu menjadi bagian penting di era awal Guardiola di Inggris. Setelah gantung sepatu, Kompany menjelma menjadi pelatih berani dengan filosofi menyerang agresif.

Kesuksesannya membawa Burnley promosi ke Premier League pada 2023 menjadi titik balik karier kepelatihannya. Kini, ia menukangi Bayern Munchen dengan catatan impresif, hanya 10 kekalahan dari 81 pertandingan.

Gaya bermainnya menekankan garis pertahanan tinggi, pressing intens, dan rotasi posisi, ciri khas yang sangat selaras dengan filosofi Guardiola.

Meski Bayern baru memperpanjang kontraknya hingga 2029, Kompany tetap menjadi opsi ideal berkat status legendarisnya di City.

2. Peter Bosz (PSV Eindhoven)

Peter Bosz adalah pelatih berpengalaman dengan reputasi ofensif. Pada usia 62 tahun, ia telah meraih berbagai gelar domestik bersama PSV Eindhoven, termasuk dua gelar Eredivisie dan dua trofi piala.

PSV di bawah Bosz dikenal sangat produktif. Pada musim 2023-2024, mereka mencetak 111 gol dan hanya kebobolan 21 kali.

Musim berikutnya, dominasi mereka berlanjut dengan keunggulan 11 poin di puncak klasemen. Filosofi menyerang, pressing tinggi, dan pergerakan dinamis menjadikan Bosz sebagai kandidat yang sejalan dengan evolusi taktik City era Guardiola.

3. Thomas Tuchel (Pelatih Timnas Inggris)

Thomas Tuchel memiliki rekam jejak mentereng di Inggris. Ia pernah menaklukkan Manchester City asuhan Guardiola di final Liga Champions 2021 bersama Chelsea. Selain itu, Tuchel dikenal memiliki pendekatan taktik yang matang dan fleksibel.

Pelatih asal Jerman ini mengedepankan penguasaan bola, umpan pendek, serta pressing cepat. konsep yang sangat dekat dengan filosofi Guardiola.

Dengan kontraknya di tim nasional Inggris yang hanya berlaku hingga Piala Dunia 2026, Tuchel berpotensi tersedia tepat waktu jika City membutuhkan sosok transisi ideal.

4. Pep Lijnders (Asisten Pelatih Manchester City)

Nama internal juga masuk radar. Pep Lijnders, mantan tangan kanan Jurgen Klopp di Liverpool dan kini asisten Guardiola, menjadi kandidat suksesi alami. Pelatih asal Belanda itu dikenal sebagai salah satu pemikir taktik paling inovatif di generasinya.

Meski pengalamannya sebagai pelatih kepala di NEC Nijmegen dan Red Bull Salzburg tergolong singkat, ide-ide taktisnya meninggalkan kesan kuat. Dengan filosofi menyerang cair, struktur pressing intens, dan fleksibilitas formasi, Lijnders dinilai mampu melanjutkan DNA permainan City dari dalam.

5. Xabi Alonso (Real Madrid)

Baca Juga: Batas Gaji KPJ Naik Jadi Rp 6,58 Juta, Lebih Banyak Pekerja Jakarta Berhak Dapat Subsidi

Xabi Alonso adalah murid langsung Guardiola semasa di Bayern Munchen. Ia kerap memuji sang mentor sebagai sosok yang mengubah cara pandangnya terhadap sepak bola.

Sebagai pelatih, Alonso meraih sukses besar bersama Bayer Leverkusen dengan permainan agresif, penguasaan bola, serta kreativitas lini tengah.

Meski saat ini berada di bawah tekanan di Real Madrid, namanya tetap sangat menarik bagi Manchester City, terutama karena kesamaan filosofi dan pengalamannya di level tertinggi.

6. Xavi Hernandez (Tanpa Klub)

Xavi Hernandez mungkin merupakan pewaris ideologis Guardiola yang paling murni. Mantan jenderal lapangan tengah Barcelona itu sukses menerapkan filosofi permainan posisi selama melatih Al-Sadd dan FC Barcelona.

Bersama Barcelona, Xavi meraih gelar La Liga dan Piala Super Spanyol, sembari mempromosikan pemain muda seperti Gavi, Pedri, dan Lamine Yamal. Saat ini berstatus tanpa klub, Xavi menjadi opsi “siap pakai” yang secara filosofi, metodologi latihan, dan manajemen skuad sangat mirip dengan Guardiola.

Baca Juga: Progres Tol Japek II Selatan Capai Tahap Signifikan, Jadi Akses Alternatif Baru Jakarta–Purwakarta

Siapa yang Paling Ideal untuk City?

Manchester City memiliki banyak opsi berkualitas untuk melanjutkan era pasca-Guardiola. Dari ikon klub, murid langsung, hingga pelatih berpengalaman di level elite, keputusan akhir akan sangat menentukan arah The Citizens dalam satu dekade ke depan.

Yang jelas, menggantikan Pep Guardiola bukan sekadar soal nama besar, melainkan kesinambungan filosofi yang telah mengubah Manchester City menjadi kekuatan dominan sepak bola dunia. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#manchester city #final liga champions #pep guardiola