Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Arsenal Puncaki Klasemen Saat Natal, Juara di Mei? Sejarah Premier League Tak Selalu Memihak The Gunners

Niklaas Andries • Sabtu, 27 Desember 2025 | 13:03 WIB

BIG MATCH: Liga Champions hadirkan bentrok dua raksasa Eropa Arsenal vs Bayern Munich
BIG MATCH: Liga Champions hadirkan bentrok dua raksasa Eropa Arsenal vs Bayern Munich
RADARBANYUWANGI.ID - Arsenal kembali menyambut Natal sebagai pemuncak klasemen Premier League, sebuah pemandangan yang kian familiar dalam beberapa musim terakhir.

Kemenangan tipis 1-0 atas Everton memastikan The Gunners kembali ke posisi teratas, hanya beberapa jam setelah sempat disalip Manchester City yang menundukkan West Ham United dengan skor meyakinkan 3-0.

Situasi ini menegaskan konsistensi pasukan Mikel Arteta dalam persaingan papan atas. Namun, di balik itu, muncul kembali bayang-bayang lama yang kerap menghantui Arsenal: kesulitan mempertahankan posisi puncak hingga akhir musim.

Pemuncak Natal, Tapi Gagal Juara

Musim ini menjadi kali ketiga dalam empat tahun terakhir Arsenal menutup tanggal 25 Desember sebagai pemimpin klasemen.

Secara keseluruhan, ini adalah kelima kalinya dalam sejarah Arsenal di era Premier League mereka berada di puncak saat Natal. Ironisnya, tidak satu pun dari empat kesempatan sebelumnya berujung pada trofi juara di bulan Mei.

Kisah pahit pertama terjadi pada musim 2002-2003. Setelah menjadi juara pada musim sebelumnya, Arsenal memimpin saat Natal, namun akhirnya disalip Manchester United.

Pola serupa kembali terulang pada 2007-2008, ketika performa menurun di fase akhir membuat Arsenal finis di peringkat ketiga, lagi-lagi di bawah Setan Merah.

Pola Berulang di Era Mikel Arteta

Baca Juga: KNKT Pantau Keselamatan Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk Selama Nataru, Cuaca Jadi Fokus Utama

Di bawah kepemimpinan Arteta, sejarah tersebut belum berubah. Arsenal juga memimpin klasemen saat Natal pada 2022-2023 dan musim berikutnya, namun kembali harus menyaksikan Manchester City merebut gelar juara di bulan-bulan penentuan.

Yang paling menyakitkan terjadi baru-baru ini, ketika Arsenal sempat unggul enam poin atas City pada Desember, tetapi tetap mengakhiri musim dengan selisih dua poin di belakang sang rival.

Kini, dengan City, yang masih diasuh Pep Guardiola, kembali membuntuti hanya dengan jarak dua poin, pertanyaan lama kembali mengemuka: akankah nasib Arsenal berbeda kali ini?

Apa Kata Sejarah Premier League?

Data sejarah Premier League menunjukkan bahwa memimpin klasemen saat Natal memberi keuntungan psikologis, tetapi tidak menjamin gelar juara. Dari 33 musim Premier League yang telah rampung, hanya 17 tim pemuncak klasemen pada 25 Desember yang akhirnya menjadi juara, sekitar separuhnya saja.

Dalam 16 musim lainnya, posisi puncak saat Natal justru terbukti semu. Bahkan, tren terbaru menunjukkan Premier League semakin kejam bagi tim yang terlalu cepat merasa aman.

Menariknya, dalam empat musim terakhir ketika pemuncak Natal akhirnya gagal juara, Manchester City selalu keluar sebagai kampiun. Tiga di antaranya bahkan melibatkan kebangkitan luar biasa City dari posisi tertinggal:

1. Tertinggal delapan poin dari Liverpool 2020-2021

2. Tertinggal empat poin dari Liverpool 2022-2023

3. Tertinggal enam poin dari Arsenal (musim berikutnya), bahkan saat itu City berada di posisi kelima saat Natal.

Puncak Natal: Simbolis, Bukan Penentu

Secara keseluruhan, sudah ada sembilan musim di mana tim yang berada di posisi ketiga atau lebih rendah saat Natal justru keluar sebagai juara.

Contoh paling legendaris tetap milik Arsenal pada 1997-1998, ketika mereka menjadi juara meski sempat tertinggal 13 poin dari Manchester United, defisit terbesar yang pernah terbalikkan dalam era Premier League.

Di sisi lain, statistik ini juga menjadi peringatan keras. Pada musim 1998/1999, Aston Villa memimpin saat Natal, tetapi justru terjun bebas dan finis di posisi keenaM, rekor terburuk yang pernah dialami pemuncak Natal.

Tantangan Sebenarnya Arsenal

Dalam konteks inilah Arsenal kembali menutup Natal sebagai tolok ukur kekuatan liga. Posisi puncak mempertegas daya saing mereka, tetapi sejarah menunjukkan bahwa status tersebut lebih bersifat simbolis daripada menentukan.

Bagi Mikel Arteta, tantangannya kini bukan lagi soal membawa Arsenal ke puncak, itu sudah berkali-kali ia buktikan. Ujian sesungguhnya adalah menjaga konsistensi ketika jadwal semakin padat, tekanan meningkat, dan margin kesalahan kian menipis.

Natal mungkin milik Arsenal. Namun, sejarah mengingatkan: juara sejati ditentukan di bulan Mei. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#arsenal #juara #premier lague #Natal