Isak mengalami cedera parah saat mencetak gol pembuka Liverpool dalam kemenangan 2-1 atas Tottenham pada laga Sabtu lalu. Dalam proses gol tersebut, Van de Ven melakukan tekel meluncur keras di dalam kotak penalti, namun tidak diganjar hukuman oleh wasit.
Pertandingan di London itu sendiri berlangsung panas. Tottenham, yang ditangani Thomas Frank, harus bermain dengan sembilan pemain setelah Xavi Simons dan Cristian Romero diganjar kartu merah. Meski demikian, tekel Van de Ven yang berujung cedera serius luput dari sanksi.
Liverpool kemudian mengonfirmasi bahwa Alexander Isak telah menjalani operasi pada bagian pergelangan kaki dan tulang fibula pada Senin. Slot memastikan penyerang asal Swedia itu akan menepi selama beberapa bulan.
“Sebagian besar cedera yang kami alami tidak berkaitan dengan kelelahan atau beban berlebih,” ujar Slot.
“Jika melihat cedera Alex, itu sama sekali bukan akibat overloading. Hal yang sama juga berlaku untuk Wataru Endo.”
Slot mengakui ada beberapa kasus cedera yang mungkin dipengaruhi faktor fisik, seperti Cody Gakpo dan Joe Gomez yang mengalami masalah otot. Namun, ia menegaskan cedera Isak berada dalam kategori berbeda.
“Cedera itu murni akibat tekel ceroboh,” tegasnya.
“Saya sudah banyak berbicara tentang tekel Xavi Simons, yang menurut saya benar-benar tidak disengaja dan kecil kemungkinan menimbulkan cedera serius.”
Slot kemudian menyoroti perbedaan jelas dengan insiden Van de Ven.
“Namun, jika Anda melakukan tekel seperti yang dilakukan Van de Ven sebanyak 10 kali, maka 10 kali pula ada peluang besar pemain lawan mengalami cedera serius,” pungkasnya.
Pernyataan Slot ini diperkirakan akan kembali memanaskan perdebatan soal perlindungan pemain dan konsistensi keputusan wasit, khususnya terkait tekel keras di area penalti pada kompetisi Premier League. (*)
Editor : Niklaas Andries