Musim ini, sejumlah insiden krusial kembali menjadi sorotan. Berikut analisis dua momen penting yang memicu perdebatan, lengkap dengan penjelasan proses pengambilan keputusan oleh wasit dan VAR.
Liverpool 2-0 Brighton & Hove Albion
Wasit: Craig Pawson
VAR: Darren England
Insiden: Potensi kartu merah
Waktu: Menit 45+2
Kronologi Kejadian
Gelandang Brighton, Diego Gomez, melakukan tekel terlambat dan cukup tinggi terhadap penyerang Liverpool, Florian Wirtz. Wasit Craig Pawson menilai tekel tersebut sebagai ceroboh (reckless) dan langsung mengeluarkan kartu kuning.
Keputusan VAR
VAR meninjau insiden tersebut dan mengonfirmasi keputusan wasit. Kontak dinilai tidak menggunakan kekuatan berlebihan dan tidak memenuhi kriteria serious foul play.
Analisis VAR
Dalam komunikasinya, Pawson menggambarkan tekel Gomez sebagai tekel tinggi dan ceroboh dengan tingkat kontak tertentu. Namun, tayangan ulang menunjukkan tidak ada kekuatan berlebih yang bisa menaikkan sanksi menjadi kartu merah.
Dalam hukum permainan, situasi semacam ini biasanya dinilai berdasarkan dua kategori:
1. Mengabaikan keselamatan lawan, kartu kuning
2. Membahayakan keselamatan lawan, kartu merah
VAR hanya dapat turun tangan jika bukti visual menunjukkan bahwa deskripsi wasit di lapangan keliru. Dalam kasus ini, VAR menilai keputusan kartu kuning sudah tepat.
Putusan
Keputusan Pawson dinilai akurat, dan VAR benar tidak melakukan intervensi. Meski demikian, Gomez bisa dibilang cukup beruntung. Jika kontak lebih mengarah ke dada Wirtz dengan kaki lurus, hasil peninjauan VAR hampir pasti berujung kartu merah.
Arsenal 2-1 Wolverhampton Wanderers
Baca Juga: Terima Sertifikat TORA, Ribuan Warga di Banyuwangi Gelar Kenduri Ingkung Sewu
Wasit: Rob Jones
VAR: John Brooks
Insiden: Potensi kartu merah
Waktu: Menit 59
Kronologi Kejadian
Gelandang Wolves, Hwang Hee-Chan, kehilangan kontrol bola di lini tengah dan melakukan tekel dari jarak cukup jauh terhadap bek Arsenal, Myles Lewis-Skelly. Rob Jones menilai tekel tersebut ceroboh dan hanya memberikan kartu kuning.
Keputusan VAR
VAR meninjau ulang insiden dan menguatkan keputusan wasit. Hwang dinilai berusaha menarik kakinya saat kontak terjadi, sehingga tekel tersebut dianggap tidak cukup parah untuk kartu merah.
Analisis VAR
Dalam tayangan langsung, tekel ini sempat memicu kekhawatiran serius di ruang VAR. Namun, John Brooks melakukan peninjauan menyeluruh melalui berbagai sudut kamera.
Beberapa faktor penting yang dipertimbangkan:
1. Hwang memang kehilangan kontrol dan masuk dengan kecepatan tinggi
2. Kontak terjadi di bagian atas kaki, bukan tulang kering
3. Ada usaha jelas dari Hwang untuk menarik kaki saat benturan
Karena tidak ada bukti yang jelas dan nyata bahwa wasit melakukan kesalahan, VAR tidak merekomendasikan peninjauan di lapangan.
Putusan
VAR dinilai tepat untuk tidak mengintervensi. Meski tekel terlihat buruk secara kasat mata, tugas VAR adalah menyingkirkan unsur emosional dan berpegang pada fakta visual. Hwang kembali bisa disebut beruntung, karena titik kontak yang rendah menjadi faktor penyelamatnya.
Namun demikian, Rob Jones patut mengevaluasi posisinya. Saat insiden terjadi, ia berada dalam posisi tubuh yang kurang ideal sehingga pandangannya terhalang dan harus mengandalkan informasi dari asisten wasit.
Dua insiden ini menegaskan bahwa garis antara kartu kuning dan kartu merah dalam sepak bola modern sangatlah tipis. VAR bukan alat untuk mencari kesempurnaan mutlak, melainkan memastikan tidak ada kesalahan besar dan jelas.
Dalam kedua kasus, meski kontroversial, keputusan akhir dinilai selaras dengan protokol VAR dan hukum permainan, sebuah pengingat bahwa tidak semua tekel keras otomatis berujung kartu merah. (*)
Editor : Niklaas Andries